Hitung HPP di Excel: Metode Sederhana untuk Produk Makanan
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Hitung HPP di Excel: Metode Sederhana untuk Produk Makanan

Hitung HPP di Excel: Metode Sederhana untuk Produk Makanan

BimaBima
·22 Agustus 2025·10 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

HPP produk makanan dihitung dari tiga komponen: biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi, lalu dibagi jumlah unit yang dihasilkan satu batch. Di Excel, biaya bahan paling gampang dihitung pakai SUMPRODUCT yang ngaliin kolom jumlah sama kolom harga satuan sekaligus. Kesalahan paling sering di UMKM makanan adalah cuma ngitung bahan baku dan lupa masukin kemasan, gas, dan upah, yang bisa bikin HPP kelihatan lebih murah sampai puluhan persen.

HPP produk makanan dihitung dengan cara jumlahin biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi dalam satu batch, lalu dibagi jumlah unit yang jadi.

Rumusnya cuma satu baris. Yang bikin repot itu ngumpulin komponennya, dan di situ mayoritas UMKM makanan kelewat.

Di bawah ini cara nyusun sheet HPP dari nol, rumus Excel yang dipakai, plus contoh roti sobek dengan angka rupiah beneran sampai keluar harga jualnya.

Apa itu HPP dan kenapa sering salah hitung?

HPP (Harga Pokok Produksi) adalah total biaya yang keluar buat bikin satu unit produk sampai siap dijual. Isinya tiga hal: bahan baku, upah tenaga kerja yang langsung nyentuh produk, dan biaya produksi lain kayak gas, listrik, dan penyusutan alat. Biaya promosi dan ongkir masuk kategori lain, bukan HPP.

Salah hitung HPP itu masalah diam-diam. Kamu tetap dapat uang masuk tiap hari, jadi kelihatan sehat. Baru ketahuan pas akhir bulan uangnya nggak sisa.

Dari yang aku lihat di sheet UMKM makanan, dua komponen ini paling sering ilang: kemasan dan gas. Padahal buat produk yang dijual di bawah Rp 10.000, kemasan doang bisa makan 13 persen dari HPP.

Komponen apa aja yang masuk HPP produk makanan?

Pisahin biaya kamu jadi tiga kelompok ini dulu sebelum nyentuh Excel.

KelompokContohMasuk HPP?
Bahan baku langsungTepung, gula, telur, mentegaYa
Bahan pembantuKemasan, label, sendok plastikYa
Tenaga kerja langsungUpah tukang adon dan tukang panggangYa
Overhead produksiGas, listrik dapur, penyusutan ovenYa
Biaya pemasaranIklan, endorse, sampel gratisNggak
Biaya distribusiOngkir, bensin kurirNggak
Gaji adminOrang yang megang pembukuanNggak

Empat baris pertama yang masuk hitungan. Tiga baris terakhir dipisah ke biaya operasional, dan dipotong nanti pas ngitung laba bersih.

Kalau kamu masak sendiri tanpa karyawan, upah kamu tetap harus dihitung. Waktu kamu punya harga. Pakai angka yang realistis, misalnya Rp 20.000 per jam.

Gimana cara hitung HPP di Excel langkah demi langkah?

Pakai tiga sheet: Bahan, Resep, dan HPP. Pemisahan ini bikin kamu cukup ganti harga di satu tempat pas harga tepung naik.

  1. Bikin sheet Bahan sebagai daftar harga. Kolom A nama bahan, kolom B satuan, kolom C harga per satuan. Satu bahan satu baris, jangan ada yang dobel.
  2. Bikin sheet Resep per produk. Kolom A nama bahan, kolom B jumlah pakai per batch, kolom C harga satuan, kolom D subtotal.
  3. Tarik harga otomatis ke kolom C. Isi C2 dengan rumus ini lalu drag ke bawah:
    =XLOOKUP(A2;Bahan!$A$2:$A$100;Bahan!$C$2:$C$100;0)
    Angka 0 di argumen terakhir bikin bahan yang salah ketik keluar nol, bukan error. Detail argumennya ada di halaman XLOOKUP.
  4. Hitung total biaya bahan sekali jalan. Nggak usah bikin kolom subtotal kalau kamu males:
    =SUMPRODUCT(B2:B20;C2:C20)
    SUMPRODUCT ngaliin kolom jumlah sama kolom harga baris per baris, terus dijumlahin. Satu rumus, nggak ada kolom bantu.
  5. Masukin tenaga kerja langsung. Di sheet HPP, hitung dari jam kerja nyata:
    =jumlah_orang * jam_per_batch * upah_per_jam
    contoh: =2 * 4 * 20000
  6. Masukin overhead produksi per batch. Gas, listrik, dan penyusutan alat. Buat penyusutan, bagi harga alat sama perkiraan jumlah batch selama umur pakainya. Oven Rp 6.000.000 yang dipakai 600 batch berarti Rp 10.000 per batch.
  7. Bagi total sama jumlah unit jadi.
    =IFERROR((C10+C11+C12)/C14;0)
    C10 biaya bahan, C11 tenaga kerja, C12 overhead, C14 jumlah unit. IFERROR nahan pesan error pas sel jumlah unit masih kosong.
  8. Kunci sheet Bahan. Kalau ada yang ngetik harga langsung di sheet Resep, seluruh sistemnya rusak diam-diam.

Kalau kamu pakai Excel versi lama yang belum ada XLOOKUP, ganti langkah 3 pakai VLOOKUP dengan argumen terakhir FALSE.

Rumus Excel apa aja yang dipakai buat HPP?

Cuma lima rumus, dan semuanya dasar.

RumusDipakai buatContoh
SUMPRODUCTTotal biaya bahan sekali jalan=SUMPRODUCT(B2:B20;C2:C20)
XLOOKUPNarik harga dari master bahan=XLOOKUP(A2;Bahan!A:A;Bahan!C:C;0)
SUMJumlahin tiga komponen HPP=SUM(C10:C12)
IFERRORNahan error pas sel masih kosong=IFERROR(C13/C14;0)
MROUNDBulatin harga jual ke kelipatan 500=MROUND(C16;500)

Buat rekap biaya per kategori bahan, tambahin SUMIF. Berguna kalau kamu mau tau berapa persen HPP kamu habis di kemasan doang.

Daftar lengkap rumus dan argumennya bisa kamu cek di daftar fungsi Google Sheets kalau kamu kerjanya di Sheets.

Contoh kasus: roti sobek Berkah Bakery

Berkah Bakery bikin roti sobek dalam batch 100 pcs. Ini isi sheet Resep-nya per Agustus 2025.

BahanJumlahHarga satuanSubtotal
Tepung terigu protein tinggi5 kgRp 12.000Rp 60.000
Gula pasir1,5 kgRp 16.000Rp 24.000
Mentega1 kgRp 38.000Rp 38.000
Telur30 butirRp 2.500Rp 75.000
Ragi instan100 grRp 120Rp 12.000
Susu bubuk0,5 kgRp 60.000Rp 30.000
Kemasan plastik100 pcsRp 700Rp 70.000
Total bahanRp 309.000

Tenaga kerja langsung: 2 orang kerja 4 jam dengan upah Rp 20.000 per jam, totalnya Rp 160.000.

Overhead per batch: gas Rp 25.000, listrik dapur Rp 15.000, penyusutan oven Rp 10.000. Totalnya Rp 50.000.

Total biaya batch = 309.000 + 160.000 + 50.000 = 519.000
HPP per pcs      = 519.000 / 100 = Rp 5.190

Sekarang bagian yang bikin kaget. Kalau yang dihitung cuma bahan baku tanpa kemasan, upah, dan overhead, angkanya jadi Rp 2.390 per pcs.

Angka itu 54 persen di bawah HPP yang sebenarnya. Selisihnya Rp 2.800 per pcs.

Pemilik yang percaya angka Rp 2.390 bakal ngerasa aman jual di Rp 5.000 dan mikir untungnya gede. Padahal tiap pcs yang dia jual rugi Rp 190.

Dengan produksi 100 pcs sehari dan 26 hari jualan, kerugiannya Rp 494.000 sebulan. Uangnya tetap muter, tokonya tetap rame, tapi saldonya nggak pernah naik.

Gimana nentuin harga jual dari HPP?

Ada dua cara, dan hasilnya beda jauh kalau kamu ketuker.

Markup dari HPP: harga jual = HPP x (1 + persentase markup). Markup 40 persen dari HPP Rp 5.190 keluar Rp 7.266.

Margin dari harga jual: harga jual = HPP / (1 - persentase margin). Margin 40 persen keluar Rp 8.650.

=MROUND(C15/(1-C17);500)
C15 = HPP per unit (5.190)
C17 = target margin (0,3)
hasil: Rp 7.500

Di harga jual Rp 7.500, margin kotor kamu 30,8 persen. Sisa itu yang dipakai nutup ongkir, promosi, dan gaji admin.

Buat produk makanan yang dijual retail, margin kotor 30 sampai 40 persen itu titik aman yang umum. Di bawah 25 persen, satu kali kenaikan harga telur bisa bikin kamu langsung tekor.

HPP per unit ini termasuk KPI yang perlu kamu review tiap bulan, bukan sekali seumur hidup.

Kesalahan umum ngitung HPP di Excel

1. Ngetik harga bahan langsung di sheet resep. Pas harga tepung naik, kamu harus ngedit 12 tempat dan pasti ada yang kelewat. Simpan harga di satu master sheet.

2. Lupa hitung waste. Adonan yang gagal, roti gosong, kemasan sobek. Kalau rata-rata 5 pcs dari 100 kebuang, pembaginya 95, bukan 100. HPP-nya naik jadi Rp 5.463.

3. Nggak hitung upah sendiri. Kamu masak 4 jam sehari lalu bilang gratis. Pas nanti kamu hire orang buat gantiin, HPP-nya meledak dan kamu bingung kenapa.

4. Nyampur biaya iklan ke HPP. Iklan itu biaya operasional. Kalau dicampur, kamu nggak bisa lihat mana masalah produksi dan mana masalah pemasaran.

5. Ngitung HPP sekali terus dilupain. Harga bahan makanan gerak tiap bulan. Set reminder review harga tiap awal bulan bareng budgeting bulanan pakai spreadsheet.

6. Bikin sheet baru tiap produk. Sepuluh produk jadi sepuluh file yang rumusnya beda-beda. Pakai satu file dengan kolom kode produk, lalu filter.

FAQ

Apa bedanya HPP sama harga modal?

Harga modal biasanya dipakai pedagang yang jualan barang jadi, isinya harga beli dari supplier plus ongkir masuk. HPP dipakai kalau kamu yang produksi sendiri, jadi isinya bahan baku, upah, dan overhead produksi. Kalau kamu bikin roti sendiri, yang kamu hitung itu HPP. Kalau kamu kulakan roti buat dijual lagi, yang kamu pakai harga modal.

Gaji karyawan toko masuk HPP nggak?

Tergantung dia ngapain. Upah orang yang ngadon, manggang, dan ngemas masuk HPP karena kerjanya nyentuh produk langsung. Gaji kasir, admin, dan kurir nggak masuk, itu biaya operasional. Kalau satu orang ngerjain dua-duanya, bagi jam kerjanya. Empat jam di dapur masuk HPP, empat jam di kasir masuk operasional.

Gimana cara hitung penyusutan alat buat HPP?

Bagi harga alat sama perkiraan jumlah batch selama umur pakainya. Oven Rp 6.000.000 yang kuat 5 tahun dan dipakai 120 batch per tahun berarti 600 batch total, jadi penyusutannya Rp 10.000 per batch. Angka ini kecil tapi wajib ada, soalnya oven bakal rusak dan kamu butuh dana penggantinya.

Berapa margin yang wajar buat produk makanan?

Buat makanan yang dijual retail, margin kotor 30 sampai 40 persen dari harga jual itu kisaran yang umum dipakai UMKM. Di bawah 25 persen, kamu nggak punya bantalan buat nutup kenaikan harga bahan yang bisa datang tiba-tiba. Buat produk titip di reseller, siapin margin lebih tebal karena mereka minta potongan 15 sampai 30 persen.

Harus pakai Excel atau Google Sheets?

Dua-duanya jalan, rumusnya hampir identik. Google Sheets lebih enak kalau kamu sering buka dari HP di dapur dan mau share ke partner. Excel lebih kenceng kalau datanya udah ribuan baris. Buat HPP UMKM yang paling banyak 50 baris bahan, pilih yang paling sering kamu buka aja.

Penutup

Tiga hal yang nentuin HPP kamu bener atau nggak: kemasan dihitung, upah sendiri dihitung, dan pembaginya pakai jumlah unit yang layak jual, bukan yang diproduksi.

Bikin sheet-nya sekali malam ini, isi satu produk aja dulu. Lima belas menit, dan kamu langsung tau produk mana yang selama ini bikin kamu rugi diam-diam.

Habis HPP-nya beres, lanjut rapiin arus kasnya di budgeting bulanan pakai spreadsheet.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)
Tutorial Excel & Sheets
19 Juli 2026•9 menit baca

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)

INDEX MATCH gabung dua fungsi buat lookup yang bisa nyari ke kiri dan nggak gampang rusak. Ini alasan banyak analis pindah dari VLOOKUP.

BimaBima
SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)
Tutorial Excel & Sheets
18 Juli 2026•8 menit baca

SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)

SUMPRODUCT ngaliin dua kolom atau lebih baris per baris, terus jumlahin hasilnya. Cocok buat total qty kali harga sampai hitungan bersyarat.

BimaBima
REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)
Tutorial Excel & Sheets
17 Juli 2026•8 menit baca

REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)

REGEXMATCH ngecek apakah teks cocok sama pola tertentu dan balikin TRUE atau FALSE. Cocok buat validasi nomor HP, email, sampai filter data berantakan.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore