TL;DR
SUMPRODUCT di Google Sheets ngaliin nilai antar kolom baris per baris, lalu jumlahin semua hasilnya dalam satu rumus. Bentuk dasarnya =SUMPRODUCT(kolom1; kolom2). Fungsi ini kepake buat total qty kali harga tanpa kolom bantu, dan buat penjumlahan dengan banyak syarat sekaligus.
SUMPRODUCT di Google Sheets ngaliin nilai antar kolom baris per baris, terus jumlahin semua hasilnya dalam satu rumus.
Contoh paling sering: kamu punya kolom jumlah barang dan kolom harga satuan, lalu mau total nilainya. Tanpa SUMPRODUCT, kamu harus bikin kolom bantu dulu buat qty kali harga.
Di artikel ini kamu bakal ngerti cara kerjanya, cara pakai buat hitungan bersyarat dengan banyak syarat, contoh nyata pakai data toko, plus error yang paling sering muncul.
SUMPRODUCT adalah fungsi yang ngaliin elemen dari dua kolom atau lebih di posisi baris yang sama, lalu ngejumlah semua hasil perkaliannya. Nama fungsinya udah nunjukin dua tahap kerjanya: product (perkalian) dulu, baru sum (penjumlahan).
Karena dua tahap itu digabung, kamu nggak butuh kolom bantu. Satu rumus langsung ngasih total akhir.
Bentuk dasarnya butuh dua range yang mau dikaliin. Anggap kolom B berisi qty dan kolom C berisi harga.
=SUMPRODUCT(B2:B100; C2:C100)
Rumus itu ngerjain: B2 kali C2, B3 kali C3, dan seterusnya, terus semua hasilnya dijumlah. Kalau baris pertama 3 barang harga 5.000 dan baris kedua 2 barang harga 8.000, hasilnya 15.000 tambah 16.000 sama dengan 31.000.
Langkah pakainya:
=SUMPRODUCT( lalu blok kolom pertama (qty).Nggak perlu kombinasi tombol khusus. Di Google Sheets, SUMPRODUCT jalan cukup dengan Enter biasa.
Ini bagian yang bikin SUMPRODUCT beda dari SUM. Kamu bisa nyelipin kondisi yang balikin TRUE atau FALSE, terus dikaliin ke kolom angka. Di balik layar, TRUE dihitung sebagai 1 dan FALSE sebagai 0.
=SUMPRODUCT((D2:D100="Bandung")*E2:E100)
Kondisi (D2:D100="Bandung") ngasih deret 1 dan 0. Baris Bandung dapet 1, sisanya 0. Dikaliin nominal di kolom E, cuma baris Bandung yang kebawa. Hasilnya total nominal khusus Bandung.
Kekuatan aslinya keluar waktu syaratnya lebih dari satu. Tinggal tambah kurung kondisi lain.
=SUMPRODUCT((D2:D100="Bandung")*(F2:F100="Beras")*E2:E100)
Sekarang cuma baris yang kotanya Bandung dan produknya Beras yang dijumlah. Buat kasus satu syarat sederhana, SUMIF masih lebih ringkas. Tapi begitu syaratnya numpuk, SUMPRODUCT lebih luwes.
Anggap kamu pegang data penjualan toko_berkah, UMKM sembako di Bandung. Ada kolom qty (jumlah terjual) dan kolom harga_satuan, total 620 baris transaksi.
Kamu mau tahu total omzet tanpa bikin kolom bantu.
=SUMPRODUCT(B2:B621; C2:C621)
Dari sampel data ngulikdata, hasilnya Rp 96.200.000. Sekarang kamu mau lihat kontribusi satu kategori, misalnya beras.
=SUMPRODUCT((D2:D621="Beras")*B2:B621*C2:C621)
Hasilnya Rp 34.700.000, alias sekitar 36 persen dari total omzet cuma dari beras. Angka itu langsung ngasih tahu pemilik toko bahwa satu kategori nyumbang lebih dari sepertiga pemasukan, sinyal buat jaga stok beras jangan sampai kosong.
Ukuran range beda. Kalau kolom pertama 620 baris tapi kolom kedua 621 baris, muncul error #VALUE. Pastiin semua range sama tinggi, dari baris awal sampai akhir yang sama.
Ada teks di kolom angka. Kalau di kolom harga ada sel berisi teks kayak "gratis", perkaliannya bisa error. Bersihin dulu datanya biar semua sel angka beneran angka.
Kurung kondisi kurang rapi. Tiap kondisi harus dibungkus kurung sendiri sebelum dikaliin. Lupa satu kurung bikin logikanya kebaca beda. Buat penjumlahan bersyarat yang lebih sederhana, bandingin juga sama COUNTIF. Detail resmi fungsinya ada di dokumentasi Google Sheets.
Pertanyaan yang sering muncul soal SUMPRODUCT.
SUM cuma jumlahin satu kolom angka. SUMPRODUCT ngaliin dulu nilai antar kolom baris per baris, baru dijumlah. Jadi kalau kamu mau total dari qty dikali harga tanpa bikin kolom bantu, SUMPRODUCT ngerjain dua langkah itu sekaligus. Buat penjumlahan sederhana satu kolom, SUM tetap lebih pas.
Bisa, dan ini kekuatan utamanya. Kamu bikin kondisi dalam kurung yang balikin TRUE atau FALSE, lalu dikaliin ke kolom angka. Contoh SUMPRODUCT((kolom_kota="Bandung")*kolom_nominal) cuma jumlahin nominal baris Bandung. Ini berguna kalau syaratnya lebih dari satu, di mana SUMIF mulai kerepotan.
Penyebab paling umum, ukuran range yang kamu kaliin nggak sama. Kalau kolom pertama 10 baris tapi kolom kedua 11 baris, SUMPRODUCT nggak bisa nyocokin baris per baris dan langsung error. Pastiin semua range punya jumlah baris yang sama persis, dari baris awal sampai akhir yang sama.
Buat data kecil sampai menengah, bedanya nggak kerasa. Di data yang gede banget dengan banyak rumus, SUMPRODUCT bisa lebih berat karena dia ngitung seluruh array. Kalau syaratmu sederhana dan bisa diselesaikan SUMIFS, pakai SUMIFS. SUMPRODUCT baru menang kalau logikanya rumit atau butuh perkalian antar kolom.
Nggak perlu. SUMPRODUCT emang dirancang buat ngolah array, jadi dia jalan normal cukup dengan Enter biasa. Ini beda dari beberapa rumus array lain yang di Excel versi lama butuh kombinasi tombol khusus. Di Google Sheets, tinggal ketik dan Enter, hasilnya langsung keluar.
SUMPRODUCT intinya dua langkah dalam satu rumus: kaliin antar kolom baris per baris, lalu jumlahin. Buat total qty kali harga dia hemat kolom bantu, dan buat hitungan dengan banyak syarat dia lebih luwes dari SUMIF.
Mau bandingin sama penjumlahan bersyarat lain? Cek SUMIF Google Sheets, atau pelajari cara hitung data bersyarat pakai COUNTIF.
Pengin lancar ngerakit rumus hitung yang beneran dipakai analis? Latihan langsung di NgulikSheet, lengkap sama studi kasus data toko.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.
Cara pakai rumus EDATE Excel buat menambah atau mengurangi bulan dari sebuah tanggal. Cocok buat jatuh tempo, tanggal kedaluwarsa, dan jadwal cicilan UMKM.