Contoh Laporan Penjualan: 10 Format Siap Pakai untuk Berbagai Usaha
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Contoh Laporan Penjualan: 10 Format Siap Pakai untuk Berbagai Usaha

Contoh Laporan Penjualan: 10 Format Siap Pakai untuk Berbagai Usaha

BimaBima
·2 Juli 2025·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Contoh laporan penjualan yang bagus selalu punya struktur inti yang sama: tanggal, kode transaksi, produk, jumlah, harga jual, dan harga pokok. Yang berbeda antar jenis usaha adalah kolom tambahan dan metrik utamanya, misalnya kolom ukuran dan warna untuk toko baju, kolom jasa dan sparepart untuk bengkel, atau kolom berat untuk laundry kiloan. Pilih format yang cocok, lalu buang kolom yang nggak pernah kamu pakai buat mengambil keputusan.

Contoh laporan penjualan yang beneran kepakai selalu punya inti yang sama: tanggal, kode transaksi, produk, jumlah, harga jual, dan harga pokok. Sisanya menyesuaikan jenis usaha.

Banyak template yang beredar isinya 20 kolom, dan pemilik toko cuma ngisi delapan. Sisanya kosong sebulan kemudian.

Di bawah ini 10 format laporan penjualan, masing-masing dengan kolom kunci dan satu metrik yang paling menentukan buat jenis usaha itu. Ambil yang cocok, buang yang nggak kamu pakai.

Apa yang bikin satu format laporan penjualan siap pakai?

Format yang siap pakai punya tiga ciri. Kolomnya bisa diisi dalam waktu di bawah 30 detik per transaksi, semua kolom kepakai buat menghitung minimal satu metrik, dan strukturnya satu baris per item sehingga bisa direkap ulang kapan saja tanpa mencatat dua kali.

Struktur inti yang dipakai sepuluh format di bawah ini:

Kolom intiContoh isi
tanggal2025-06-14
no_strukTRX-0614-018
kode_produkBRS-05
nama_produkBeras Pandan Wangi 5 kg
jumlah2
harga_jual68000
harga_pokok61200

Alasan struktur ini dipilih dan cara membaca hasilnya ada di panduan struktur dan metrik laporan penjualan.

10 contoh format laporan penjualan per jenis usaha

1. Warung sembako

Tambahkan kolom kategori dan satuan. Barang sembako dijual dalam satuan campur, ada kilogram, liter, dan pcs, jadi tanpa kolom satuan angka unit terjual jadi nggak bermakna.

Metrik utamanya laba kotor per kategori, bukan omzet. Beras dan minyak goreng biasanya besar di omzet tapi tipis marginnya.

2. Toko baju

Tambahkan kolom ukuran, warna, dan diskon. Satu model kaus bisa punya delapan kombinasi ukuran dan warna, dan yang habis duluan biasanya cuma dua.

Metrik utamanya persentase terjual per varian. Ini yang nentuin kombinasi mana yang dipesan ulang, bukan total penjualan modelnya.

3. Kafe atau kedai kopi

Tambahkan kolom jam dan dine_in_takeaway. Pola jam di kafe tajam banget, dan keputusan jadwal barista sepenuhnya bergantung pada kolom ini.

Metrik utamanya omzet per jam dan jumlah item per struk. Kalau item per struk naik dari 1,4 ke 1,8, upselling makanan pendampingmu jalan.

4. Katering rumahan

Tambahkan kolom tanggal_pesan, tanggal_kirim, dan porsi. Uang masuk dan barang keluar sering beda hari, jadi dua kolom tanggal itu wajib.

Metrik utamanya laba kotor per porsi. Pesanan besar kelihatan menggiurkan sampai kamu hitung biaya bahan per porsinya.

5. Bengkel motor

Tambahkan kolom jenis berisi jasa atau sparepart, plus mekanik. Dua lini ini punya margin yang jauh beda dan harus bisa dipisah.

Metrik utamanya rasio omzet jasa terhadap sparepart. Bengkel yang omzetnya didominasi sparepart sebenarnya lagi jadi toko, bukan bengkel.

6. Online shop marketplace

Tambahkan kolom kanal, biaya_admin, dan ongkir_ditanggung. Angka yang masuk ke rekening selalu lebih kecil dari harga yang tertera di aplikasi.

Metrik utamanya laba bersih per pesanan setelah potongan platform. Banyak seller baru sadar rugi setelah menghitung kolom ini.

7. Laundry kiloan

Tambahkan kolom berat_kg, jenis_layanan, dan status. Layanan kilat dan reguler beda harga, dan cucian yang belum diambil harus kelacak.

Metrik utamanya omzet per kilogram. Kalau angkanya turun, berarti porsi layanan reguler naik dan kapasitas mesinmu kepakai buat pekerjaan bermargin rendah.

8. Apotek atau toko obat

Tambahkan kolom no_batch dan tanggal_kedaluwarsa. Dua kolom ini bukan buat analisis penjualan, tapi buat menghindari kerugian stok.

Metrik utamanya nilai barang yang mendekati kedaluwarsa dalam 90 hari ke depan. Itu angka yang harus dilihat tiap minggu.

9. Toko bahan bangunan

Tambahkan kolom satuan, harga_grosir, dan pelanggan. Pembelinya campuran antara pemilik rumah dan tukang yang beli rutin dengan harga beda.

Metrik utamanya kontribusi omzet dari 10 pelanggan teratas. Di toko bangunan, angka ini sering di atas separuh omzet, dan itu risiko yang perlu kamu tahu.

10. Reseller atau dropship

Tambahkan kolom supplier, harga_beli, dan status_kirim. Kamu nggak pegang stok, jadi yang kamu kelola adalah selisih harga dan keandalan supplier.

Metrik utamanya margin per supplier plus persentase pesanan yang telat kirim. Supplier dengan margin tertinggi kadang justru yang paling sering bikin komplain.

Perbandingan sepuluh format

Jenis usahaKolom tambahan kunciMetrik utamaRitme laporan
Warung sembakokategori, satuanLaba kotor per kategoriHarian
Toko bajuukuran, warna, diskonPersentase terjual per varianMingguan
Kafejam, dine in atau takeawayOmzet per jamHarian
Kateringtanggal kirim, porsiLaba kotor per porsiPer pesanan
Bengkel motorjenis, mekanikRasio jasa dan sparepartMingguan
Online shopkanal, biaya adminLaba bersih per pesananHarian
Laundryberat, jenis layananOmzet per kilogramHarian
Apotekbatch, kedaluwarsaNilai stok mendekati kedaluwarsaMingguan
Toko bangunanharga grosir, pelangganKontribusi 10 pelanggan teratasBulanan
Resellersupplier, harga beliMargin per supplierMingguan

Contoh angka: format yang sama, kesimpulan yang beda

Dari dataset contoh ngulikdata, ini rekap Juni 2025 dua usaha yang omzetnya nyaris sama tapi bentuk laporannya beda.

Metriktoko_berkah (sembako)kopi_lestari (kafe)
Omzet JuniRp 48.750.000Rp 46.200.000
Jumlah transaksi1.2502.100
Nilai transaksi rata-rataRp 39.000Rp 22.000
Laba kotorRp 8.775.000Rp 27.720.000
Margin kotor18%60%

Omzetnya beda tipis, labanya beda tiga kali lipat. Kalau dua usaha ini pakai laporan yang cuma nyatet total uang masuk, keduanya kelihatan setara.

Yang bikin kelihatan bedanya cuma satu kolom: harga pokok. Ini kolom yang paling sering hilang dari template gratisan yang beredar.

Satu catatan lagi dari dataset yang sama. Kolom yang paling jarang diisi konsisten di lima usaha contoh adalah nomor struk, padahal tanpa kolom itu nilai transaksi rata-rata nggak bisa dihitung sama sekali.

Rumus yang kepakai di sepuluh format

Tiga rumus ini cukup buat semua format di atas.

' Omzet satu kategori di rentang tanggal
=SUMIFS(subtotal, kategori, "Beras", tanggal, ">=2025-06-01", tanggal, "<=2025-06-30")

' Ambil harga pokok dari sheet daftar barang
=VLOOKUP(kode_produk, daftar_barang!A:D, 4, FALSE)

' Laba kotor per baris
=jumlah * (harga_jual - harga_pokok)

Fungsi SUMIFS yang ngerjain semua rekap bersyarat, dan VLOOKUP yang narik harga pokok supaya kamu nggak perlu ngetik ulang tiap transaksi. Sintaks versi Google Sheets ada di dokumentasi resmi Google Sheets untuk SUMIFS.

Kalau kamu juga perlu memantau sisa barang, susunan sheetnya dibahas di template stok barang Excel.

Kesalahan umum saat memakai template laporan penjualan

1. Ngisi semua kolom template padahal nggak dipakai. Kolom yang nggak pernah jadi bahan keputusan cuma nambah waktu input dan peluang salah ketik.

2. Ngetik nama produk manual tiap transaksi. Pakai kode produk plus VLOOKUP. Ejaan bebas bikin satu produk kebaca jadi beberapa produk berbeda.

3. Nyimpan template di satu file per bulan. Perbandingan antar bulan jadi kerja salin tempel. Satu file, satu sheet transaksi, pisahkan lewat kolom tanggal.

4. Nulis rupiah pakai teks. "Rp 68.000" sebagai teks nggak bisa dijumlah. Simpan angkanya polos, atur tampilannya lewat format sel.

5. Nggak nyimpen harga pokok historis. Harga beli berubah, dan kalau kamu cuma punya harga terbaru, laba bulan lalu ikut berubah tiap kamu update daftar barang.

FAQ

Format laporan penjualan mana yang paling cocok buat usaha kecil?

Mulai dari format paling sederhana: satu sheet transaksi dengan kolom tanggal, nomor struk, produk, jumlah, harga jual, dan harga pokok. Enam kolom itu udah cukup buat menghitung omzet, unit terjual, dan laba kotor. Tambahkan kolom lain cuma kalau kamu beneran bakal memakainya buat mengambil keputusan, misalnya kolom kanal kalau kamu jualan di dua tempat sekaligus.

Perlu berapa sheet dalam satu file laporan penjualan?

Tiga sheet biasanya cukup. Sheet pertama berisi daftar barang beserta harga pokok, sheet kedua berisi transaksi mentah, dan sheet ketiga berisi rekap yang menarik angka dari sheet transaksi. Hindari bikin satu sheet per bulan, karena perbandingan antar bulan jadi kerja manual. Pisahkan periode lewat kolom tanggal, bukan lewat sheet berbeda.

Bisa nggak satu format dipakai buat dua jenis usaha sekaligus?

Bisa, selama struktur intinya sama dan kamu menambahkan kolom jenis usaha atau lokasi. Contohnya kalau kamu punya warung sekaligus jasa laundry, catat semuanya di satu tabel dengan kolom lini usaha. Rekapnya tinggal difilter per lini. Yang bikin repot justru kalau kamu pisah jadi dua file, karena setoran kas hariannya jadi susah dicocokkan.

Apa beda laporan penjualan dan laporan laba rugi?

Laporan penjualan cuma mencatat sisi pendapatan dan harga pokok barang yang terjual, jadi berhenti di laba kotor. Laporan laba rugi meneruskan angka itu dengan mengurangi biaya sewa, gaji, listrik, transportasi, dan biaya lain sampai ketemu laba bersih. Laporan penjualan biasanya dibuat mingguan atau bulanan, sedangkan laba rugi umumnya bulanan atau tahunan.

Kolom apa yang paling sering dilupakan pemilik usaha?

Harga pokok per satuan. Tanpa kolom itu, kamu cuma bisa melihat omzet dan buta soal margin, padahal produk paling laris sering justru yang untungnya paling tipis. Kolom kedua yang sering hilang adalah nomor struk, yang bikin jumlah transaksi nggak bisa dihitung dan nilai belanja rata-rata jadi mustahil diketahui.

Penutup

Sepuluh format di atas beda di kolom tambahannya, tapi tulang intinya identik: tanggal, struk, produk, jumlah, harga jual, harga pokok. Kalau enam kolom itu ada dan diisi konsisten, kamu bisa bikin laporan model apa pun dari data yang sama.

Pilih satu format yang paling dekat sama usahamu, salin struktur kolomnya ke spreadsheet baru, lalu isi transaksi minggu ini. Jangan tunggu template sempurna.

Kalau usahamu toko sembako, contoh pengisian harian lengkap plus rumusnya ada di laporan penjualan harian toko sembako.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

XLOOKUP Google Sheets: Cara Pakai dan Contohnya (2026)
Tutorial Excel & Sheets
20 Juli 2026•9 menit baca

XLOOKUP Google Sheets: Cara Pakai dan Contohnya (2026)

XLOOKUP nyari nilai dan bisa ke kiri atau kanan, plus punya nilai default kalau nggak ketemu. Ini pengganti VLOOKUP yang lebih ringkas.

BimaBima
INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)
Tutorial Excel & Sheets
19 Juli 2026•9 menit baca

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)

INDEX MATCH gabung dua fungsi buat lookup yang bisa nyari ke kiri dan nggak gampang rusak. Ini alasan banyak analis pindah dari VLOOKUP.

BimaBima
SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)
Tutorial Excel & Sheets
18 Juli 2026•8 menit baca

SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)

SUMPRODUCT ngaliin dua kolom atau lebih baris per baris, terus jumlahin hasilnya. Cocok buat total qty kali harga sampai hitungan bersyarat.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore