Analitik Koperasi dan BUMDes: Metrik yang Layak Dipantau Bulanan
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Analitik Koperasi dan BUMDes: Metrik yang Layak Dipantau Bulanan

Analitik Koperasi dan BUMDes: Metrik yang Layak Dipantau Bulanan

BimaBima
·10 September 2025·10 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Koperasi dan BUMDes cukup mantau sembilan metrik tiap bulan: anggota aktif, pertumbuhan anggota, rasio pinjaman terhadap simpanan, rasio pinjaman bermasalah, rasio biaya operasional, SHU per anggota, rata-rata hari tunggak, margin kotor per unit usaha, dan setoran ke desa. Semuanya bisa dihitung di spreadsheet pakai SUMIFS dan COUNTIFS dari satu tabel transaksi.

Koperasi dan BUMDes cukup mantau sembilan angka tiap bulan buat tau kondisinya. Semuanya bisa dihitung di spreadsheet dari satu tabel transaksi, tanpa software khusus.

Masalahnya, laporan koperasi biasanya baru disusun serius menjelang rapat anggota tahunan. Setahun sekali. Waktu masalahnya ketahuan, uangnya udah nyangkut 8 bulan.

Sembilan metrik di bawah ini yang aku pakai waktu bantu koperasi simpan pinjam nyusun laporan bulanannya.

Kenapa laporan koperasi perlu dibaca bulanan?

Karena pinjaman bermasalah tumbuh pelan dan nggak kelihatan dari saldo kas. Kas bisa tetap keisi setoran anggota baru sementara pinjaman lama makin banyak yang macet. Laporan bulanan nangkap arah pergerakannya, bukan cuma posisi akhir tahun.

Yang dipantau juga nggak perlu banyak. Satu halaman berisi sembilan angka plus perbandingan bulan lalu udah cukup buat rapat pengurus.

Sembilan metrik koperasi dan BUMDes

MetrikCara hitungKenapa dipantau
Anggota aktifAnggota bertransaksi 90 hari terakhir dibagi total anggotaNgukur keterlibatan, bukan cuma jumlah nama di buku
Pertumbuhan anggotaAnggota baru dikurangi keluar, dibagi anggota awal bulanNunjukkin apakah koperasi masih menarik
Rasio pinjaman terhadap simpananTotal saldo pinjaman dibagi total simpananTerlalu rendah berarti dana nganggur, terlalu tinggi berarti likuiditas ketat
Rasio pinjaman bermasalahSaldo pinjaman menunggak di atas 90 hari dibagi total saldo pinjamanTanda paling awal kalau penyaluran kelewat longgar
Rasio biaya operasionalBiaya operasional dibagi pendapatan operasionalNgukur seberapa hemat koperasi jalan
SHU per anggotaSHU tahun berjalan dibagi jumlah anggotaAngka yang paling dimengerti anggota
Rata-rata hari tunggakRata-rata selisih tanggal jatuh tempo dan tanggal bayarNaik duluan sebelum rasio macet naik
Margin kotor unit usahaOmzet dikurangi harga pokok, dibagi omzetBuat BUMDes yang punya beberapa unit
Setoran ke desaNilai setoran ke pendapatan asli desa per periodeAngka yang ditanya perangkat desa dan warga

Dua metrik terakhir khusus buat BUMDes. Badan usaha desa diatur lewat aturan yang beda dari koperasi, dan satu BUMDes sering punya beberapa unit usaha sekaligus, misalnya wisata, air bersih, dan simpan pinjam.

Kalau kamu belum terbiasa nyusun daftar angka pantauan, mulai dari glosarium KPI buat ngerti bedanya angka pantauan dan angka laporan biasa.

Rumus spreadsheet buat tiap metrik

Struktur datanya satu tabel transaksi dengan kolom: tanggal, id_anggota, jenis (setor, tarik, angsuran, pencairan), nominal, unit, dan status.

Anggota aktif 90 hari

=COUNTA(UNIQUE(FILTER(B:B, A:A>=TODAY()-90))) / COUNTA(UNIQUE(daftar_anggota!A:A))

Kalau versi spreadsheet kamu belum punya UNIQUE, COUNTIFS di kolom bantu penanda transaksi pertama juga jalan.

Total pinjaman berjalan

=SUMIFS(D:D, C:C, "pencairan") - SUMIFS(D:D, C:C, "angsuran_pokok")

SUMIFS jadi tulang punggung hampir semua metrik di sini, karena hampir semuanya bentuknya jumlah bersyarat.

Rasio pinjaman bermasalah

=IFERROR(SUMIFS(saldo, hari_tunggak, ">90") / SUM(saldo), 0)

IFERROR penting buat bulan pertama waktu belum ada pinjaman sama sekali, biar sel laporannya nggak penuh error.

Margin kotor per unit BUMDes

=(SUMIFS(omzet, unit, $A2) - SUMIFS(hpp, unit, $A2)) / SUMIFS(omzet, unit, $A2)

Tarik ke bawah buat tiap unit usaha. Kolom A berisi nama unit.

Rata-rata hari tunggak

=AVERAGEIFS(hari_telat, tanggal_bayar, ">="&DATE(2025,9,1), tanggal_bayar, "<="&DATE(2025,9,30))

Contoh kasus: koperasi Sejahtera, 2.740 anggota

Koperasi simpan pinjam ini punya 2.740 anggota terdaftar dan riwayat transaksi 24 bulan. Sebelum laporan bulanan jalan, pengurus cuma mantau saldo kas.

Tiga angka yang paling ngagetin waktu pertama kali dihitung:

MetrikAngkaYang terungkap
Anggota aktif 90 hari1.186 dari 2.740, atau 43%Lebih dari separuh nama di buku anggota udah lama nggak transaksi
Rasio pinjaman bermasalah7,4%Naik dari 4,1% delapan bulan sebelumnya tanpa ada yang sadar
Rata-rata hari tunggak11 hari, dari 4 hari tahun sebelumnyaSinyal awal yang sebenarnya udah muncul jauh sebelum rasio macet naik

Angka rata-rata hari tunggak yang paling berguna. Dia naik dari 4 hari ke 11 hari sekitar lima bulan sebelum rasio pinjaman bermasalah ikut naik. Jadi kalau angka itu dipantau bulanan, pengurus punya waktu lima bulan buat bertindak.

Tindakan yang diambil sederhana: petugas simpan pinjam nelepon anggota di hari ketiga keterlambatan, bukan nunggu surat peringatan bulan berikutnya.

Buat BUMDes, angka pembanding kondisi desa bisa kamu ambil dari BPS, misalnya jumlah rumah tangga dan sebaran lapangan usaha di kecamatan setempat.

Susunan laporan satu halaman

Format yang kepakai di rapat pengurus:

  1. Baris atas: empat angka besar. Anggota aktif, total simpanan, total pinjaman, rasio pinjaman bermasalah.
  2. Baris tengah: grafik garis 12 bulan buat simpanan dan pinjaman dalam satu bidang.
  3. Baris bawah: tabel per unit usaha buat BUMDes, atau tabel 10 pinjaman menunggak terbesar buat koperasi.
  4. Catatan: tiga kalimat berisi apa yang berubah dan apa yang mau dikerjain bulan depan.

Tiap angka dikasih pembanding bulan lalu. Angka tunggal tanpa pembanding nggak ngasih tau apa-apa.

Kalau kamu mau ngangkat laporannya ke tampilan yang bisa dibuka lewat HP pengurus, susunannya sama saja, cuma medianya beda. Prinsip penyusunannya ada di glosarium dashboard, dan panduan alatnya bisa kamu baca di pusat bantuan Looker Studio.

Kesalahan umum waktu nyusun analitik koperasi

  1. Ngitung anggota dari jumlah nama di buku. Anggota yang 2 tahun nggak transaksi tetap kehitung, jadi semua rasio per anggota kelihatan lebih jelek dari kenyataannya.
  2. Nyampur simpanan pokok, wajib, dan sukarela dalam satu kolom. Tiga jenis ini punya sifat beda, terutama soal boleh ditarik atau nggak.
  3. Ngukur pinjaman bermasalah dari jumlah orang, bukan nilai saldo. Sepuluh tunggakan kecil beda risikonya dari satu tunggakan besar.
  4. Bikin sheet baru tiap bulan. Satu tabel panjang jauh lebih gampang dibanding 24 sheet terpisah.
  5. Nggak nyimpan tanggal jatuh tempo. Tanpa kolom itu, hari tunggak nggak bisa dihitung sama sekali.
  6. Nyimpan laporan cuma dalam bentuk PDF. Angkanya jadi mati dan nggak bisa dibandingkan antar bulan.

Kalau catatan transaksinya masih berupa buku tulis, mulai dari cara ngerapikannya di struk kasir jadi data. Prinsip satu baris satu transaksi berlaku sama buat koperasi.

FAQ

Metrik apa yang paling penting buat koperasi simpan pinjam?

Rasio pinjaman bermasalah dan rasio pinjaman terhadap simpanan. Yang pertama nunjukkin seberapa besar uang anggota yang lagi macet, yang kedua nunjukkin apakah dana nganggur atau justru kelewat ketat.

Bedanya SHU sama laba apa?

SHU adalah Sisa Hasil Usaha, yaitu pendapatan dikurangi biaya dan kewajiban dalam satu tahun buku. Bedanya sama laba perusahaan ada di pembagiannya, yang dihitung dari jasa anggota terhadap koperasi, bukan dari besarnya modal.

BUMDes perlu mantau metrik yang sama dengan koperasi?

Sebagian sama. Yang khas BUMDes itu perhitungan per unit usaha, karena satu BUMDes sering punya beberapa unit sekaligus, plus pencatatan setoran ke pendapatan asli desa.

Berapa sering laporan koperasi sebaiknya dibuat?

Bulanan buat pengurus, kuartalan buat pengawas, tahunan buat rapat anggota. Laporan bulanan cukup satu halaman berisi sembilan angka plus perbandingan bulan lalu.

Butuh software khusus buat analitik koperasi?

Nggak, kalau anggotamu di bawah 3.000 dan transaksinya dicatat rapi. Spreadsheet dengan satu tabel transaksi plus sheet ringkasan udah cukup buat sembilan metrik ini.

Gimana kalau catatan lama berantakan?

Jangan kejar mundur dulu. Mulai dari bulan berjalan dengan format kolom yang bener, jalanin tiga bulan berturut-turut, baru rapikan data lama waktu ada waktu luang.

Penutup

Dua hal yang paling nentuin. Pertama, pantau rata-rata hari tunggak, karena dia naik jauh sebelum rasio pinjaman bermasalah ikut naik. Kedua, hitung anggota aktif, bukan jumlah nama di buku.

Bikin laporan satu halaman buat bulan ini, walaupun datanya baru sebagian. Bulan depan tinggal salin dan isi.

Lanjut baca: Metode Data Mining kalau kamu mau lanjut dari sekadar mantau angka ke nyari pola anggota yang berisiko berhenti.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)
Tutorial Excel & Sheets
19 Juli 2026•9 menit baca

INDEX MATCH Google Sheets: Lookup Lebih Fleksibel dari VLOOKUP (2026)

INDEX MATCH gabung dua fungsi buat lookup yang bisa nyari ke kiri dan nggak gampang rusak. Ini alasan banyak analis pindah dari VLOOKUP.

BimaBima
SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)
Tutorial Excel & Sheets
18 Juli 2026•8 menit baca

SUMPRODUCT Google Sheets: Hitung Berbobot Tanpa Ribet (2026)

SUMPRODUCT ngaliin dua kolom atau lebih baris per baris, terus jumlahin hasilnya. Cocok buat total qty kali harga sampai hitungan bersyarat.

BimaBima
REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)
Tutorial Excel & Sheets
17 Juli 2026•8 menit baca

REGEXMATCH Google Sheets: Cek Kecocokan Pola Teks (2026)

REGEXMATCH ngecek apakah teks cocok sama pola tertentu dan balikin TRUE atau FALSE. Cocok buat validasi nomor HP, email, sampai filter data berantakan.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore