TL;DR
Koperasi dan BUMDes cukup mantau sembilan metrik tiap bulan: anggota aktif, pertumbuhan anggota, rasio pinjaman terhadap simpanan, rasio pinjaman bermasalah, rasio biaya operasional, SHU per anggota, rata-rata hari tunggak, margin kotor per unit usaha, dan setoran ke desa. Semuanya bisa dihitung di spreadsheet pakai SUMIFS dan COUNTIFS dari satu tabel transaksi.
Koperasi dan BUMDes cukup mantau sembilan angka tiap bulan buat tau kondisinya. Semuanya bisa dihitung di spreadsheet dari satu tabel transaksi, tanpa software khusus.
Masalahnya, laporan koperasi biasanya baru disusun serius menjelang rapat anggota tahunan. Setahun sekali. Waktu masalahnya ketahuan, uangnya udah nyangkut 8 bulan.
Sembilan metrik di bawah ini yang aku pakai waktu bantu koperasi simpan pinjam nyusun laporan bulanannya.
Karena pinjaman bermasalah tumbuh pelan dan nggak kelihatan dari saldo kas. Kas bisa tetap keisi setoran anggota baru sementara pinjaman lama makin banyak yang macet. Laporan bulanan nangkap arah pergerakannya, bukan cuma posisi akhir tahun.
Yang dipantau juga nggak perlu banyak. Satu halaman berisi sembilan angka plus perbandingan bulan lalu udah cukup buat rapat pengurus.
| Metrik | Cara hitung | Kenapa dipantau |
|---|---|---|
| Anggota aktif | Anggota bertransaksi 90 hari terakhir dibagi total anggota | Ngukur keterlibatan, bukan cuma jumlah nama di buku |
| Pertumbuhan anggota | Anggota baru dikurangi keluar, dibagi anggota awal bulan | Nunjukkin apakah koperasi masih menarik |
| Rasio pinjaman terhadap simpanan | Total saldo pinjaman dibagi total simpanan | Terlalu rendah berarti dana nganggur, terlalu tinggi berarti likuiditas ketat |
| Rasio pinjaman bermasalah | Saldo pinjaman menunggak di atas 90 hari dibagi total saldo pinjaman | Tanda paling awal kalau penyaluran kelewat longgar |
| Rasio biaya operasional | Biaya operasional dibagi pendapatan operasional | Ngukur seberapa hemat koperasi jalan |
| SHU per anggota | SHU tahun berjalan dibagi jumlah anggota | Angka yang paling dimengerti anggota |
| Rata-rata hari tunggak | Rata-rata selisih tanggal jatuh tempo dan tanggal bayar | Naik duluan sebelum rasio macet naik |
| Margin kotor unit usaha | Omzet dikurangi harga pokok, dibagi omzet | Buat BUMDes yang punya beberapa unit |
| Setoran ke desa | Nilai setoran ke pendapatan asli desa per periode | Angka yang ditanya perangkat desa dan warga |
Dua metrik terakhir khusus buat BUMDes. Badan usaha desa diatur lewat aturan yang beda dari koperasi, dan satu BUMDes sering punya beberapa unit usaha sekaligus, misalnya wisata, air bersih, dan simpan pinjam.
Kalau kamu belum terbiasa nyusun daftar angka pantauan, mulai dari glosarium KPI buat ngerti bedanya angka pantauan dan angka laporan biasa.
Struktur datanya satu tabel transaksi dengan kolom: tanggal, id_anggota, jenis (setor, tarik, angsuran, pencairan), nominal, unit, dan status.
=COUNTA(UNIQUE(FILTER(B:B, A:A>=TODAY()-90))) / COUNTA(UNIQUE(daftar_anggota!A:A))
Kalau versi spreadsheet kamu belum punya UNIQUE, COUNTIFS di kolom bantu penanda transaksi pertama juga jalan.
=SUMIFS(D:D, C:C, "pencairan") - SUMIFS(D:D, C:C, "angsuran_pokok")
SUMIFS jadi tulang punggung hampir semua metrik di sini, karena hampir semuanya bentuknya jumlah bersyarat.
=IFERROR(SUMIFS(saldo, hari_tunggak, ">90") / SUM(saldo), 0)
IFERROR penting buat bulan pertama waktu belum ada pinjaman sama sekali, biar sel laporannya nggak penuh error.
=(SUMIFS(omzet, unit, $A2) - SUMIFS(hpp, unit, $A2)) / SUMIFS(omzet, unit, $A2)
Tarik ke bawah buat tiap unit usaha. Kolom A berisi nama unit.
=AVERAGEIFS(hari_telat, tanggal_bayar, ">="&DATE(2025,9,1), tanggal_bayar, "<="&DATE(2025,9,30))
Koperasi simpan pinjam ini punya 2.740 anggota terdaftar dan riwayat transaksi 24 bulan. Sebelum laporan bulanan jalan, pengurus cuma mantau saldo kas.
Tiga angka yang paling ngagetin waktu pertama kali dihitung:
| Metrik | Angka | Yang terungkap |
|---|---|---|
| Anggota aktif 90 hari | 1.186 dari 2.740, atau 43% | Lebih dari separuh nama di buku anggota udah lama nggak transaksi |
| Rasio pinjaman bermasalah | 7,4% | Naik dari 4,1% delapan bulan sebelumnya tanpa ada yang sadar |
| Rata-rata hari tunggak | 11 hari, dari 4 hari tahun sebelumnya | Sinyal awal yang sebenarnya udah muncul jauh sebelum rasio macet naik |
Angka rata-rata hari tunggak yang paling berguna. Dia naik dari 4 hari ke 11 hari sekitar lima bulan sebelum rasio pinjaman bermasalah ikut naik. Jadi kalau angka itu dipantau bulanan, pengurus punya waktu lima bulan buat bertindak.
Tindakan yang diambil sederhana: petugas simpan pinjam nelepon anggota di hari ketiga keterlambatan, bukan nunggu surat peringatan bulan berikutnya.
Buat BUMDes, angka pembanding kondisi desa bisa kamu ambil dari BPS, misalnya jumlah rumah tangga dan sebaran lapangan usaha di kecamatan setempat.
Format yang kepakai di rapat pengurus:
Tiap angka dikasih pembanding bulan lalu. Angka tunggal tanpa pembanding nggak ngasih tau apa-apa.
Kalau kamu mau ngangkat laporannya ke tampilan yang bisa dibuka lewat HP pengurus, susunannya sama saja, cuma medianya beda. Prinsip penyusunannya ada di glosarium dashboard, dan panduan alatnya bisa kamu baca di pusat bantuan Looker Studio.
Kalau catatan transaksinya masih berupa buku tulis, mulai dari cara ngerapikannya di struk kasir jadi data. Prinsip satu baris satu transaksi berlaku sama buat koperasi.
Rasio pinjaman bermasalah dan rasio pinjaman terhadap simpanan. Yang pertama nunjukkin seberapa besar uang anggota yang lagi macet, yang kedua nunjukkin apakah dana nganggur atau justru kelewat ketat.
SHU adalah Sisa Hasil Usaha, yaitu pendapatan dikurangi biaya dan kewajiban dalam satu tahun buku. Bedanya sama laba perusahaan ada di pembagiannya, yang dihitung dari jasa anggota terhadap koperasi, bukan dari besarnya modal.
Sebagian sama. Yang khas BUMDes itu perhitungan per unit usaha, karena satu BUMDes sering punya beberapa unit sekaligus, plus pencatatan setoran ke pendapatan asli desa.
Bulanan buat pengurus, kuartalan buat pengawas, tahunan buat rapat anggota. Laporan bulanan cukup satu halaman berisi sembilan angka plus perbandingan bulan lalu.
Nggak, kalau anggotamu di bawah 3.000 dan transaksinya dicatat rapi. Spreadsheet dengan satu tabel transaksi plus sheet ringkasan udah cukup buat sembilan metrik ini.
Jangan kejar mundur dulu. Mulai dari bulan berjalan dengan format kolom yang bener, jalanin tiga bulan berturut-turut, baru rapikan data lama waktu ada waktu luang.
Dua hal yang paling nentuin. Pertama, pantau rata-rata hari tunggak, karena dia naik jauh sebelum rasio pinjaman bermasalah ikut naik. Kedua, hitung anggota aktif, bukan jumlah nama di buku.
Bikin laporan satu halaman buat bulan ini, walaupun datanya baru sebagian. Bulan depan tinggal salin dan isi.
Lanjut baca: Metode Data Mining kalau kamu mau lanjut dari sekadar mantau angka ke nyari pola anggota yang berisiko berhenti.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Punya ratusan angka dan mau tau sebarannya masuk ke rentang mana aja? FREQUENCY ngitung distribusi frekuensi sekali jalan, tanpa nulis COUNTIFS berkali-kali.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.