AI untuk Visualisasi Data: Bikin Chart dari Deskripsi Teks
AI bisa bikin chart dari kalimat biasa. Yang nentuin hasilnya bagus atau ngaco: seberapa jelas kamu ngasih konteks datanya. Ini cara nyusun prompt-nya.
Artikel dan tutorial seputar SQL, Data Analysis, dan karir di bidang data
AI bisa bikin chart dari kalimat biasa. Yang nentuin hasilnya bagus atau ngaco: seberapa jelas kamu ngasih konteks datanya. Ini cara nyusun prompt-nya.
Dashboard yang bagus bisa dibaca dalam 5 detik. Ini 9 aturan yang bikin dashboard kamu kepakai, bukan cuma dibuka pas kamu tanya udah dilihat belum.
Excel lemot jarang gara-gara laptop kentang. Biasanya gara-gara 9 hal ini, dan hampir semuanya bisa dibenerin dalam 5 menit tanpa ganti perangkat.
Kerjaan data analyst FMCG bukan bikin model canggih, tapi jawab kenapa produk numpuk di gudang distributor dan gak nyampe ke rak warung. Ini isi kerjaannya.
Hitung YoY growth di SQL pakai LAG atau self-join, lengkap dengan cara ngindarin pembagi nol dan jebakan bulan yang bolong. Contohnya pakai data toko_berkah.
P-value bukan peluang kamu benar, dan bukan ukuran seberapa penting sebuah temuan. Ini penjelasan versi manusia, plus contoh uji A/B dari dataset toko_berkah.
AI bisa rapiin 3.000 nama kota yang berantakan dalam 2 menit. Tapi dia juga bisa ngarang nilai yang hilang tanpa bilang-bilang. Ini batas yang perlu kamu tau.
Apache Superset itu tool BI open-source yang dipakai Airbnb dan Netflix. Gratis, jalan di server sendiri, dan dashboard pertama bisa jadi dalam satu sore.
Excel nggak lagi ngeledek kamu. Tiap error punya arti spesifik yang nunjuk langsung ke masalahnya. Ini cara baca dan benerin 7 error paling sering muncul.
Data analyst di bank bukan cuma bikin dashboard. Kamu bakal ngurusin siapa yang layak dapet pinjaman, transaksi mana yang mencurigakan, dan laporan yang dilihat OJK.
Berhenti copy-paste omzet bulan lalu ke Excel buat ngitung growth. Satu query SQL pakai LAG bisa ngasih pertumbuhan bulanan otomatis, lengkap sampai bulan yang datanya kosong.
Uji hipotesis itu cara ngecek apakah perbedaan yang kamu lihat di data itu nyata atau cuma kebetulan. Tanpa rumus integral, tanpa tabel z. Cukup logikanya.