TL;DR
Tabulasi data kuesioner di Excel dikerjakan dalam tiga tahap: coding jawaban teks jadi angka pakai SWITCH atau VLOOKUP, rekap frekuensi tiap pertanyaan pakai COUNTIF dan COUNTIFS, lalu bikin tabulasi silang dan rekap akhir pakai pivot table. Skor rata-rata dihitung dari kolom angka hasil coding, dan indeks kepuasan didapat dengan bagi rata-rata itu ke skor maksimum lalu dikali 100.
Tabulasi data kuesioner di Excel dikerjakan dalam tiga tahap: coding jawaban teks jadi angka, rekap frekuensi tiap pertanyaan, lalu tabulasi silang buat lihat perbedaan antar kelompok.
Urutannya nggak boleh kebalik. Coding duluan bikin dua tahap sisanya jalan sendiri lewat rumus.
Di bawah ini urutan lengkapnya, pakai contoh survei kepuasan pelanggan berisi 276 responden dari dataset latihan ngulikdata.
Tabulasi data kuesioner adalah proses nyusun jawaban responden jadi tabel berisi jumlah dan persentase per pilihan jawaban. Tujuannya ngubah ratusan baris jawaban mentah jadi beberapa tabel ringkas yang bisa dibaca dan dibandingkan antar kelompok responden.
Ada dua bentuk yang paling sering dipakai.
Tabulasi tunggal ngitung satu pertanyaan saja, misalnya berapa persen responden yang jawab puas. Tabulasi silang gabungin dua pertanyaan, misalnya tingkat kepuasan dipecah berdasarkan kota responden.
Susun datanya dengan aturan satu baris satu responden, satu kolom satu pertanyaan. Baris pertama isi kode pendek pertanyaan seperti q1 sampai q23, bukan teks pertanyaan lengkap. Jangan ada baris kosong, baris judul, atau sel gabungan di dalam area data.
Bentuk yang benar kelihatannya begini.
A B C D E F
id_resp kota usia q1 q2 q3
1 Bekasi 25-34 Puas 4 Ya
2 Bogor 35-44 Netral 5 Nggak
Tiga hal yang wajib dicek sebelum lanjut.
Buat ngerapiin ejaan sekaligus, pakai kombinasi TRIM dan PROPER di kolom bantu, lalu tempel hasilnya sebagai nilai. Kalau datamu datang dari Google Form, urutan pembersihannya aku tulis lengkap di artikel ekspor Google Form ke spreadsheet.
Terakhir, ubah area datamu jadi Table lewat Ctrl+T. Ini bikin rumus dan pivot ikut nambah otomatis waktu ada responden baru.
Bikin kolom baru di sebelah tiap pertanyaan skala, lalu isi dengan angka hasil terjemahan jawaban teks. Fungsi SWITCH paling ringkas buat pilihan yang jumlahnya sedikit, sementara VLOOKUP lebih rapi kalau kamu punya banyak pertanyaan dengan skala yang sama.
Cara pertama pakai SWITCH.
=SWITCH(D2,
"Sangat puas", 5,
"Puas", 4,
"Netral", 3,
"Kurang puas", 2,
"Sangat kurang puas", 1,
"")
Argumen terakhir yang isinya string kosong jadi nilai bawaan kalau jawabannya nggak cocok sama satu pun pilihan. Ini penyelamat waktu ada typo di data. Detail fungsinya ada di halaman resmi Microsoft.
Cara kedua pakai tabel kode terpisah plus VLOOKUP. Ini yang aku pilih kalau pertanyaan skalanya lebih dari lima.
Bikin sheet Kode berisi dua kolom.
A B
Sangat puas 5
Puas 4
Netral 3
Kurang puas 2
Sangat kurang puas 1
Lalu di sheet data.
=IFERROR(VLOOKUP(D2, Kode!$A$2:$B$6, 2, FALSE), "")
Keuntungan cara ini jelas. Kalau label jawabanmu berubah, kamu cukup ubah di satu tempat. Referensi lengkap fungsinya ada di halaman VLOOKUP dan IFERROR.
Buat pertanyaan ya atau nggak, satu baris cukup.
=IF(F2="Ya", 1, 0)
Kolom kategori seperti kota dan usia nggak perlu di-coding jadi angka. Biarkan sebagai teks, karena dia bakal dipakai sebagai pengelompok di pivot, bukan buat dirata-rata.
Bikin tabel kecil berisi daftar pilihan jawaban, lalu hitung jumlahnya pakai COUNTIF dan persentasenya dengan bagi ke total responden. Kunci pakai tanda dolar supaya rumusnya bisa ditarik ke bawah tanpa geser.
Pilihan Jumlah Persen
Sangat puas =COUNTIF($D$2:$D$277, $H2) =I2/$I$7
Puas =COUNTIF($D$2:$D$277, $H3) =I3/$I$7
Netral =COUNTIF($D$2:$D$277, $H4) =I4/$I$7
Kurang puas =COUNTIF($D$2:$D$277, $H5) =I5/$I$7
Sangat kurang puas =COUNTIF($D$2:$D$277, $H6) =I6/$I$7
Total =SUM(I2:I6) =I7/$I$7
Format kolom persen jadi Percentage dengan satu angka desimal. Rumus lengkapnya bisa kamu cek di halaman COUNTIF.
Buat pertanyaan pilihan ganda yang boleh dicentang lebih dari satu, jawabannya nyimpen beberapa pilihan dalam satu sel. Pakai tanda bintang di kiri kanan kata kuncinya.
=COUNTIF($G$2:$G$277, "*gratis ongkir*")
Persentasenya dibagi jumlah responden, bukan jumlah pilihan. Jadi wajar kalau total persennya lebih dari 100.
Susun satu pertanyaan sebagai baris dan pertanyaan lain sebagai kolom, lalu isi tiap sel pakai COUNTIFS yang ngecek dua syarat sekaligus. Kunci referensi barisnya pakai dolar di depan huruf, dan referensi kolomnya pakai dolar di depan angka.
Sangat puas Puas Netral Kurang puas
Jabodetabek ... ... ... ...
Jawa Barat ... ... ... ...
Jawa Tengah ... ... ... ...
Rumus di sel pertama, lalu tarik ke kanan dan ke bawah.
=COUNTIFS($B$2:$B$277, $H3, $D$2:$D$277, I$2)
Tanda dolar di $H3 ngunci kolomnya, dan di I$2 ngunci barisnya. Satu rumus ini cukup buat ngisi seluruh matriks. Penjelasan pola argumennya ada di halaman COUNTIFS.
Buat baca hasilnya, ubah dulu jadi persentase per baris. Jumlah mentah nyesatkan kalau jumlah responden tiap kota beda jauh.
=I3/SUM($I3:$L3)
Pivot table ngerjain tabulasi silang tanpa satu pun rumus, dan hasilnya bisa kamu ubah susunannya sambil jalan. Ini pilihan tercepat kalau kamu perlu nyoba beberapa kombinasi pertanyaan sebelum tahu mana yang menarik.
kota ke area Rows.q1 ke area Columns.id_resp ke area Values, lalu pastikan ringkasannya Count.Langkah 6 yang paling sering dilewat dan paling banyak ngubah cara orang baca tabelnya. Variasi tampilan persentase lain aku bahas di artikel pivot table persentase.
Buat lihat skor rata-rata per kelompok, ganti isi area Values dengan kolom hasil coding, lalu ubah ringkasannya jadi Average.
Skor rata-rata dihitung dari kolom hasil coding pakai AVERAGE. Indeks kepuasan didapat dengan bagi skor rata-rata ke skor maksimum lalu dikali 100, sehingga angkanya gampang dibandingkan antar pertanyaan yang skalanya beda.
=AVERAGE(E2:E277)
=AVERAGE(E2:E277)/5*100
Kalau kamu udah punya tabel frekuensi dan nggak mau balik ke data mentah, SUMPRODUCT ngitung rata-rata langsung dari jumlah per pilihan.
=SUMPRODUCT(J2:J6, I2:I6)/SUM(I2:I6)
Kolom J isinya bobot 5 sampai 1, dan kolom I isinya jumlah responden per pilihan. Contoh pemakaian lain ada di halaman SUMPRODUCT.
Tambahkan dua angka lagi biar pembacaannya nggak menyesatkan.
=MEDIAN(E2:E277)
=STDEV.S(E2:E277)
Rata-rata 3,5 dengan simpangan 0,4 itu kelompok yang seragam. Rata-rata 3,5 dengan simpangan 1,6 artinya respondenmu terbelah dua kubu, dan angka rata-ratanya sendiri nggak mewakili siapa pun.
Dataset latihan ngulikdata punya hasil survei kepuasan toko_berkah berisi 276 responden setelah duplikat dibuang. Ada 6 pertanyaan skala Likert dan 3 pertanyaan profil responden.
Hasil rekap skor rata-ratanya begini.
| Aspek | Skor rata-rata | Indeks (0-100) | Simpangan |
|---|---|---|---|
| Kualitas produk | 4,31 | 86,2 | 0,62 |
| Kejelasan informasi produk | 4,08 | 81,6 | 0,71 |
| Harga | 3,94 | 78,8 | 0,88 |
| Respons admin | 3,87 | 77,4 | 0,94 |
| Kemudahan pembayaran | 3,92 | 78,4 | 0,79 |
| Kecepatan pengiriman | 3,41 | 68,2 | 1,42 |
Baris terakhir yang menarik. Skornya paling rendah, dan simpangannya paling besar yaitu 1,42.
Simpangan sebesar itu tanda respondennya kebelah. Tabulasi silang antara kecepatan pengiriman dan wilayah ngasih jawabannya.
| Wilayah | Responden | Skor kecepatan kirim |
|---|---|---|
| Jabodetabek | 168 | 3,89 |
| Luar Jabodetabek | 108 | 3,02 |
Selisih 0,87 poin. Kalau tim cuma baca angka rata-rata 3,41, mereka bakal ngambil kesimpulan bahwa semua pelanggan agak kecewa sama pengiriman.
Kenyataannya pelanggan Jabodetabek relatif puas. Masalahnya ngumpul di 108 pelanggan luar Jabodetabek, dan solusinya bukan ganti kurir buat semua orang, tapi cari mitra kirim khusus buat wilayah itu.
Satu tabulasi silang ngubah rekomendasi dari yang berlaku buat 276 orang jadi yang berlaku buat 108 orang. Biayanya beda jauh.
Tiga tahap yang perlu kamu ikutin: rapikan struktur data, coding jawaban jadi angka, lalu rekap pakai COUNTIF dan pivot table.
Yang paling sering ngasih temuan berguna bukan tabel rata-rata, tapi tabulasi silang. Selisih antar kelompok yang bikin rekomendasi kamu jadi spesifik dan murah dijalanin.
Kalau data kuesionermu masih di Google Form, mulai dari cara ekspor dan merapikannya dulu. Buat ngitung skor gabungan dari tabel frekuensi, latihan pakai AVERAGE dan SUMPRODUCT di data kamu sendiri.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Punya ratusan angka dan mau tau sebarannya masuk ke rentang mana aja? FREQUENCY ngitung distribusi frekuensi sekali jalan, tanpa nulis COUNTIFS berkali-kali.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.