TL;DR
Populasi adalah seluruh kelompok yang mau kamu simpulkan dalam penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi itu yang benar-benar kamu ukur. Kesimpulan sampel cuma berlaku buat populasi yang kerangka sampelnya kamu pakai. Ukuran sampel dihitung dari tingkat kepercayaan dan batas galat yang kamu pilih, bukan dari persentase populasi.
Populasi adalah seluruh kelompok yang mau kamu simpulkan. Sampel adalah bagian dari kelompok itu yang beneran kamu ukur.
Kedengarannya sepele. Tapi kesalahan paling mahal di bab metodologi biasanya lahir di sini: batas populasi ditulis terlalu luas, sementara datanya diambil dari lingkaran yang jauh lebih sempit.
Di bawah ini definisi kerjanya, cara nentuin ukuran sampel, dan contoh nyata dari survei UMKM.
Populasi adalah seluruh unit yang punya ciri sesuai batasan penelitian kamu dan jadi sasaran kesimpulan. Sampel adalah sebagian unit dari populasi itu yang diambil buat diukur. Kamu ngukur sampel, tapi yang kamu bicarakan di kesimpulan adalah populasi.
Unitnya gak selalu orang. Bisa toko, transaksi, dokumen, sekolah, atau hari kerja. Yang penting kamu bisa nulis satu kalimat yang bikin orang lain tau unit mana yang masuk dan mana yang keluar.
Contoh batasan yang cukup tajam: seluruh usaha mikro bidang makanan yang punya izin NIB dan beroperasi di Kota Bandung per Juni 2025.
Contoh yang kelewat longgar: pelaku UMKM di Indonesia. Batas ini gak nyebutin sektor, wilayah, skala, maupun waktu, jadi gak ada yang bisa ngecek siapa yang seharusnya masuk.
Populasi target itu kelompok yang idealnya mau kamu simpulkan. Populasi terjangkau itu bagian dari target yang beneran bisa kamu daftar dan hubungi.
Daftar nama unit yang bisa kamu hubungi itu namanya kerangka sampel. Ini yang paling nentuin kualitas penelitian kamu.
| Istilah | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Populasi target | Sasaran kesimpulan ideal | Semua UMKM makanan di Jawa Barat |
| Populasi terjangkau | Bagian yang bisa diakses | UMKM makanan terdaftar di dinas koperasi 5 kota |
| Kerangka sampel | Daftar nama unit yang bisa dihubungi | Basis data 2.400 UMKM dengan kontak aktif |
| Sampel | Unit yang beneran diukur | 210 UMKM yang ngisi kuesioner |
Aturan mainnya: kesimpulan kamu berlaku buat populasi yang kerangka sampelnya kamu pakai. Kalau kerangka sampel kamu cuma UMKM yang terdaftar resmi, kamu gak bisa ngomongin UMKM yang belum terdaftar, walaupun jumlah mereka jauh lebih banyak.
Data jumlah usaha per wilayah dan sektor bisa kamu ambil dari Badan Pusat Statistik buat nyusun angka populasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Dua keluarga besar: yang tiap unit punya peluang terpilih terukur (probability), dan yang gak (non-probability).
| Teknik | Cara kerja | Cocok kalau |
|---|---|---|
| Simple random | Undi acak dari kerangka sampel | Kerangka sampel lengkap dan populasi homogen |
| Systematic | Ambil tiap unit ke-k dari daftar berurutan | Daftar panjang dan urutannya gak berpola |
| Stratified | Bagi populasi jadi lapisan, ambil acak di tiap lapisan | Ada kelompok penting yang jumlahnya timpang |
| Cluster | Ambil acak kelompok utuh, misalnya kelurahan | Populasi tersebar luas dan biaya lapangan mahal |
| Purposive | Pilih unit sesuai kriteria peneliti | Riset kualitatif atau kasus khusus |
| Quota | Isi kuota per kelompok sampai penuh | Riset pasar cepat dengan target proporsi tertentu |
| Convenience | Ambil siapa yang gampang dijangkau | Uji coba kuesioner, riset eksplorasi |
| Snowball | Responden nunjuk responden berikutnya | Populasi tersembunyi atau susah didaftar |
Stratified paling sering nyelametin penelitian UMKM. Kalau kamu ambil acak murni dari populasi yang 80% usaha mikro, usaha menengah bisa cuma kebagian beberapa responden dan analisis per skala jadi gak bisa dipercaya.
Cara mecah populasi jadi kelompok yang masuk akal aku bahas dari sisi analisis data di glosarium segmentation. Teknik pengambilan sampel dari sisi olah data ada di sampling data.
Ukuran sampel dihitung dari tiga hal: tingkat kepercayaan, batas galat yang kamu terima, dan seberapa beragam populasinya. Ukuran populasi cuma ngasih koreksi kecil, dan pengaruhnya makin kecil kalau populasinya makin besar.
Buat memperkirakan proporsi, rumus dasarnya:
n0 = z^2 x p x (1 - p) / e^2
Keterangan: z nilai baku sesuai tingkat kepercayaan (1,96 buat 95%), p perkiraan proporsi (pakai 0,5 kalau belum ada dugaan, ini yang paling aman), e batas galat dalam desimal.
Dengan 95% dan galat 5%:
n0 = 1,96^2 x 0,5 x 0,5 / 0,05^2
= 3,8416 x 0,25 / 0,0025
= 384,16 -> 385 responden
Kalau populasinya terbatas, pakai koreksi populasi terbatas:
n = n0 / (1 + (n0 - 1) / N)
Buat N = 2.400:
n = 384,16 / (1 + 383,16 / 2400) = 331,3 -> 332 responden
Banyak skripsi di Indonesia pakai rumus Slovin: n = N / (1 + N x e^2). Buat N = 2.400 dan e = 5%, hasilnya 343. Angkanya dekat, dan buat riset deskriptif itu masih masuk akal.
Yang perlu kamu tau, Slovin adalah penyederhanaan yang diam-diam pakai anggapan tingkat kepercayaan 95% dan proporsi 0,5. Kalau pembimbing kamu minta dasar yang lebih kuat, pakai rumus proporsi tadi dan tulis semua asumsinya.
Kalau tujuan kamu bukan memperkirakan proporsi tapi ngebandingin dua kelompok, hitungannya beda lagi dan berdasar kekuatan uji. Contohnya ada di ukuran sampel A/B test.
Dataset ngulikdata punya file survei_umkm_2025. Ini catatan lapangannya, termasuk bagian yang gak ideal.
Dengan 210 responden, batas galat sebenarnya melebar dari 5% jadi sekitar 6,4% pada tingkat kepercayaan 95%.
Ini yang harus ditulis apa adanya di bab metodologi, bukan disembunyiin. Penelitian yang jujur soal batas galatnya jauh lebih kuat di sidang daripada yang ngaku-ngaku 5% padahal responden kurang.
Satu temuan tambahan dari data ini: dari 210 responden, 118 masih nyatat penjualan pakai buku tulis. Kalau kelompok yang balas cenderung yang lebih melek administrasi, angka 56,2% itu kemungkinan besar malah lebih rendah dari kondisi sebenarnya di lapangan.
Pemeriksaan isian kosong dan jawaban ganda juga wajib sebelum analisis. Patokannya ada di glosarium data quality.
Tulis tiga kalimat ini sebelum nyebar kuesioner pertama: batas populasi kamu, kerangka sampel yang dipakai, dan ukuran sampel beserta asumsinya.
Kalau tiga kalimat itu susah ditulis, penelitian kamu belum siap jalan, dan itu justru kabar bagus. Jauh lebih murah benerin sekarang daripada waktu data udah kekumpul.
Buat memahami cara ngeringkas data setelah terkumpul, lanjut ke statistik deskriptif. Kalau kamu mau lihat perbandingan dua konsep ini dalam bentuk tabel plus sepuluh contoh siap pakai, baca perbedaan populasi dan sampel.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Kolom datetime nyimpen tanggal, jam, hari, semuanya nempel jadi satu. Accessor .dt di pandas ngeluarin tiap bagian jadi kolom sendiri buat dianalisa.
Nama toko ketik campur huruf besar-kecil, spasi nyasar di ujung, atau kode produk nempel jadi satu. Accessor .str di pandas ngerapiin semua itu tanpa loop.
Model machine learning cuma ngerti angka, bukan teks kayak merah atau biru. get_dummies ngubah kolom kategori jadi kolom 0/1 dalam satu baris kode.