TL;DR
Calculated field Looker Studio adalah field baru yang kamu bikin dari rumus, bukan dari kolom asli di data source. Contohnya margin = (Omzet - Modal) / Omzet. Kamu bisa bikin di dua level: data source level (bisa dipakai semua chart dan report yang nyambung ke sumber itu) atau chart level (cuma hidup di satu chart). Rumusnya pakai fungsi kayak SUM, CASE, IFNULL, dan operator matematika biasa.
Calculated field Looker Studio adalah field baru yang kamu bikin dari rumus, bukan dari kolom asli di data source.
Kasus paling sering: data source kamu cuma punya omzet dan modal. Bos minta lihat margin. Kolom margin gak ada di spreadsheet, dan kamu males balik ke sumbernya buat nambah kolom.
Bikin aja di Looker Studio. Sekali bikin, semua chart bisa pakai.
Aku pakai data toko_berkah (penjualan 12 cabang UMKM) buat contohnya.
Calculated field adalah kolom virtual. Dia gak nyimpan data. Dia ngitung nilainya tiap kali chart di-render, pakai rumus yang kamu tulis.
Hasilnya bisa berupa metric (angka yang bisa dijumlah, kayak margin atau AOV) atau dimension (kategori, kayak tier pelanggan).
Rumusnya mirip campuran SQL sama rumus spreadsheet. Ada SUM, CASE, CONCAT, DATE_DIFF, dan operator matematika biasa.
Ada dua tempat bikinnya, dan bedanya penting.
Margin.Field ini sekarang muncul di daftar field buat semua chart, di semua report yang nyambung ke data source itu.
Di panel Setup chart, di bawah daftar Metric, ada tombol ADD FIELD. Klik itu, tulis rumus, selesai.
Lebih cepat, tapi field-nya cuma hidup di chart itu. Hapus chart-nya, hilang juga field-nya.
Aturan simpelku: kalau bakal dipakai lebih dari sekali, taruh di data source level.
(SUM(omzet) - SUM(modal)) / NULLIF(SUM(omzet), 0)
Set Type-nya jadi Percent di setting field, jadi tampil 32,4% bukan 0,324.
NULLIF di sini penting. Dia ngubah nol jadi null, biar gak error waktu ada cabang yang omzetnya nol.
SUM(omzet) / NULLIF(COUNT_DISTINCT(id_transaksi), 0)
Angka rata-rata belanja per transaksi. Metrik yang paling sering ditanya waktu bahas performa cabang.
CASE
WHEN total_belanja > 1000000 THEN "Besar"
WHEN total_belanja > 300000 THEN "Sedang"
ELSE "Kecil"
END
Hasilnya jadi dimension. Bisa kamu pakai buat grouping di tabel, warna di bar chart, atau filter di dashboard.
CASE jalan dari atas ke bawah dan berhenti di kondisi pertama yang cocok. Jadi urutannya penting. Taruh yang paling besar duluan.
CASE
WHEN REGEXP_MATCH(LOWER(kota), ".*(jakarta|jkt|dki).*") THEN "Jakarta"
WHEN REGEXP_MATCH(LOWER(kota), ".*(bandung|bdg).*") THEN "Bandung"
ELSE kota
END
Data dari tim lapangan sering nulis "JKT", "Jakarta Selatan", "dki jakarta" buat kota yang sama. Ini yang bikin chart kamu punya 5 bar Jakarta.
LOWER nyeragamin huruf kecil dulu, terus REGEXP_MATCH nyari polanya.
DATE_DIFF(CURRENT_DATE(), tanggal_transaksi)
Berguna buat filter "transaksi 30 hari terakhir" atau ngukur recency pelanggan buat analisis RFM.
Data source toko_berkah di Google Sheets punya 4 kolom: tanggal, cabang, omzet, modal. Total 8.400 baris transaksi Januari-Juni 2026.
Gak ada kolom margin. Gak ada kolom profit. Bos minta dua-duanya.
Tiga calculated field yang aku bikin di data source level:
| Nama field | Rumus | Type |
|---|---|---|
| Profit | SUM(omzet) - SUM(modal) | Currency (IDR) |
| Margin % | (SUM(omzet) - SUM(modal)) / NULLIF(SUM(omzet), 0) | Percent |
| Status Margin | CASE WHEN (SUM(omzet)-SUM(modal))/NULLIF(SUM(omzet),0) < 0.2 THEN "Tipis" ELSE "Aman" END | Text |
Hasilnya: dari 12 cabang, 3 cabang punya margin di bawah 20%, semuanya cabang yang baru buka kurang dari 6 bulan. Margin rata-rata seluruh cabang 32,4%.
Insight ini gak kelihatan di data mentah. Baru muncul begitu marginnya dihitung per cabang.
Campur field yang udah diagregasi sama yang belum. Rumus SUM(omzet) - modal bakal error "Aggregation mismatch". Pilih satu gaya: dua-duanya pakai SUM, atau dua-duanya polos.
Bagi nol tanpa pengaman. Kalau ada cabang yang omzetnya nol di periode tertentu, rumus margin kamu ngasih error. Bungkus penyebutnya pakai NULLIF(x, 0).
Bikin field di chart level padahal butuhnya di banyak chart. Kamu bakal ngetik rumus yang sama 6 kali, dan kalau ada revisi, kamu harus edit 6 tempat.
Lupa set Type. Field margin yang Type-nya masih Number bakal tampil 0,324. Ubah ke Percent biar tampil 32,4%.
Nulis nama field yang gak persis. Nama field di rumus harus persis sama dengan nama di data source, termasuk spasi. Kalau kolomnya Total Omzet, tulis Total Omzet, bukan total_omzet.
Resource > Manage added data sources > Edit, lalu klik ADD A FIELD di pojok kanan atas. Kasih nama, tulis rumus, tunggu centang hijau, Save. Buat field sekali pakai, ada tombol ADD FIELD juga di panel Setup chart.
Data source level bisa dipakai semua chart di semua report yang nyambung ke sumber itu. Chart level cuma hidup di satu chart. Kalau field-nya bakal dipakai berkali-kali, taruh di data source level.
Karena kamu campur field yang udah diagregasi sama yang belum di satu rumus. Contoh salah: SUM(omzet) - modal. Yang bener: SUM(omzet) - SUM(modal). Konsisten satu gaya di seluruh rumus.
Bisa, asal field yang dipanggil ada di data source level yang sama. Field Margin % bisa manggil field Profit yang udah kamu bikin duluan. Yang gak bisa: manggil field chart level dari field lain.
Tiga rumus yang paling sering kepakai: margin dengan NULLIF, AOV dengan COUNT_DISTINCT, dan CASE buat bikin kategori.
Sisanya nyusul sendiri begitu kamu sadar data source jarang punya persis kolom yang kamu butuh.
Daftar lengkap fungsi yang tersedia bisa kamu cek di dokumentasi resmi Looker Studio.
Kalau kamu belum familiar sama logika kondisional di balik CASE, cek dulu CASE WHEN di SQL dan apa itu dimension. Konsepnya sama persis.
Mau template dashboard Looker Studio yang tinggal ganti data source? Cek Ngulik Dashboard.
Lanjut baca: RANK vs DENSE_RANK SQL: Bedanya di Angka Kembar.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Dashboard penjualan yang rapi bisa kamu bikin cuma pakai Google Sheets, tanpa Looker Studio, tanpa add-on, tanpa bayar apa pun. Ini urutan 6 langkahnya, lengkap dengan rumusnya.
Dashboard buat mantau angka yang berubah tiap hari. Laporan buat jawab satu pertanyaan sekali dan tuntas. Salah pilih, kerjaanmu kebuang.
Delapan KPI keuangan yang beneran dibuka CFO tiap bulan, rumusnya, dan cara nyusunnya jadi satu dashboard yang kebaca dalam 90 detik.