TL;DR
KDD, CRISP-DM, dan SEMMA adalah tiga kerangka yang ngatur urutan kerja proyek data mining. KDD paling akademis dengan lima tahap dari seleksi data sampai interpretasi. CRISP-DM punya enam fase dan satu-satunya yang mulai dari pemahaman bisnis dan berakhir di deployment. SEMMA dari SAS fokus ke lima langkah pemodelan saja. Buat proyek yang harus dipakai orang lain, CRISP-DM paling aman.
KDD, CRISP-DM, dan SEMMA adalah tiga kerangka yang ngatur urutan kerja proyek data mining. Bedanya ada di seberapa jauh mereka nyentuh sisi bisnis dan seberapa detail mereka ngatur tahap teknis.
Buat mahasiswa, pilihan ini sering muncul di bab metodologi dan bikin bingung berhari-hari. Buat yang kerja, salah pilih kerangka bikin proyek berhenti di laptop analis tanpa pernah dipakai siapa pun.
Ini perbandingan tahap per tahap, plus contoh proyek koperasi yang aku pakai buat nunjukin bedanya.
Kerangka proyek data mining adalah urutan tahap baku yang dipakai buat ngerjain proyek data dari awal sampai selesai. Fungsinya biar kamu tau apa yang harus dikerjain sekarang, apa yang belum, dan kapan boleh lanjut ke tahap berikutnya. Tanpa kerangka, proyek data gampang nyangkut di tahap ngulik data terus tanpa hasil.
Ketiganya lahir di paruh kedua 1990-an, waktu perusahaan mulai punya gudang data besar tapi belum punya cara kerja yang seragam.
KDD singkatan dari Knowledge Discovery in Databases. Kerangka ini dirumuskan Fayyad, Piatetsky-Shapiro, dan Smyth pada 1996 sebagai proses akademis buat ngubah data mentah jadi pengetahuan. Data mining sendiri cuma satu tahap di dalamnya, bukan keseluruhan prosesnya.
Lima tahapnya:
KDD paling sering muncul di skripsi dan jurnal karena bahasanya cocok sama tulisan ilmiah. Kelemahannya, dia nggak ngomongin apa yang terjadi setelah pola ketemu.
Kalau kamu masih milih algoritmanya, daftar lengkapnya ada di metode data mining.
CRISP-DM singkatan dari Cross Industry Standard Process for Data Mining. Kerangka ini disusun konsorsium perusahaan di akhir 1990-an, termasuk SPSS dan Daimler-Benz, biar proses data mining bisa dipakai lintas industri. Punya enam fase dan digambar melingkar, bukan lurus.
| Fase | Yang dikerjain | Output |
|---|---|---|
| Business understanding | Rumusin masalah bisnis dan ukuran sukses | Tujuan proyek dan kriteria keberhasilan |
| Data understanding | Kumpulin dan periksa data awal | Laporan kualitas data |
| Data preparation | Bersihin, gabungkan, bikin variabel | Dataset siap model |
| Modeling | Pilih dan latih algoritma | Model beserta parameternya |
| Evaluation | Nilai model dari sisi bisnis, bukan cuma akurasi | Keputusan lanjut atau ulang |
| Deployment | Kirim hasil ke pengguna | Dashboard, laporan, atau API |
Dua fase yang bikin CRISP-DM beda: business understanding di awal dan deployment di akhir. Dua-duanya nggak ada di KDD maupun SEMMA. Penjelasan resmi tiap fasenya bisa kamu baca di dokumentasi IBM SPSS Modeler.
Bentuk melingkarnya juga disengaja. Waktu evaluasi kamu sering sadar pertanyaan awalnya kurang tajam, jadi balik lagi ke fase pertama tanpa perlu ngerasa proyeknya gagal.
SEMMA singkatan dari Sample, Explore, Modify, Model, Assess. Kerangka ini disusun SAS Institute buat ngatur alur kerja di tool mereka. Titik beratnya di tahap pemodelan, jadi dia sengaja nggak bahas cara nentuin tujuan bisnis maupun cara ngirim model ke produksi.
Buat kamu yang kerja di lingkungan SAS, SEMMA paling nyambung sama menu tool-nya. Di luar itu, SEMMA lebih cocok dipakai sebagai pelengkap fase modeling di CRISP-DM.
Perbedaan intinya di cakupan. CRISP-DM nutup seluruh proyek dari masalah bisnis sampai penggunaan hasil. KDD nutup dari seleksi data sampai penafsiran hasil. SEMMA cuma nutup bagian tengah, yaitu dari ambil sampel sampai nilai model.
| Aspek | KDD | CRISP-DM | SEMMA |
|---|---|---|---|
| Jumlah tahap | 5 | 6 | 5 |
| Tahun muncul | 1996 | 1996 sampai 1999 | Akhir 1990-an |
| Asal | Akademisi | Konsorsium industri | SAS Institute |
| Mulai dari masalah bisnis? | Nggak | Ya | Nggak |
| Bahas deployment? | Nggak | Ya | Nggak |
| Sifat alur | Berurutan | Melingkar dan bisa mundur | Berurutan |
| Paling cocok buat | Skripsi dan jurnal | Proyek kerja lintas tim | Kerja di tool SAS |
Buat skripsi, KDD dan CRISP-DM dua-duanya diterima di hampir semua kampus. Pilihannya tergantung bentuk penelitianmu.
Pakai KDD kalau fokus skripsimu ngebandingin performa algoritma. Istilahnya nyambung sama tulisan ilmiah, dan kamu nggak perlu ngarang bab deployment yang memang nggak dikerjain.
Pakai CRISP-DM kalau skripsimu punya mitra, misalnya UMKM, koperasi, atau dinas. Fase business understanding kasih tempat buat nulis wawancara sama pemilik usaha, dan fase deployment kasih tempat buat nulis serah terima dashboard.
Yang penting, sebutkan sumbernya dan pakai nama tahap yang konsisten dari awal sampai akhir tulisan.
Aku pakai CRISP-DM buat proyek nebak anggota koperasi yang bakal berhenti nabung. Datanya 2.740 anggota dengan riwayat setoran 24 bulan.
Yang terjadi di tiap fase:
Angka 61% waktu di data preparation itu yang paling sering bikin kaget orang baru. Fase modeling sendiri cuma 2 hari.
Kualitas data mentahnya jadi penentu utama. Cek dulu di glosarium kualitas data apa aja yang perlu diperiksa sebelum masuk pemodelan, dan gimana alur ETL ngerapikan sumber data yang berantakan.
CRISP-DM, karena dia satu-satunya yang mulai dari pemahaman bisnis dan berakhir di deployment. KDD lebih sering muncul di jurnal akademis, sedangkan SEMMA paling nyaman kalau kamu kerja di ekosistem tool SAS.
Boleh, dan cukup umum. Banyak yang pakai CRISP-DM sebagai alur besar, terus pinjam istilah KDD di bab pengolahan data. Yang penting kamu konsisten dan nyebut sumbernya.
Sample, Explore, Modify, Model, Assess. Kerangka ini disusun SAS Institute buat ngatur alur kerja di tool mereka, dengan titik berat di tahap pemodelan.
Karena proyek data jarang jalan lurus sekali jadi. Waktu evaluasi, kamu sering nemu kalau pertanyaan bisnisnya kurang tajam, jadi balik lagi ke fase pertama. Diagram melingkar ngasih izin buat mundur.
Buat analisis satu hari, kerangka formal cuma nambah kerjaan. Tapi begitu proyeknya lebih dari seminggu atau melibatkan lebih dari satu orang, kerangka bantu kamu tau posisi sekarang di mana.
Ringkasnya: CRISP-DM buat proyek yang hasilnya harus dipakai orang lain, KDD buat tulisan ilmiah, SEMMA buat kerja di tool SAS.
Kalau masih ragu, ambil CRISP-DM. Dua fase tambahannya, business understanding dan deployment, justru bagian yang paling sering bikin proyek data gagal.
Lanjut baca: Algoritma K-Means Clustering buat contoh fase modeling yang dihitung manual dari nol.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Kolom datetime nyimpen tanggal, jam, hari, semuanya nempel jadi satu. Accessor .dt di pandas ngeluarin tiap bagian jadi kolom sendiri buat dianalisa.
Nama toko ketik campur huruf besar-kecil, spasi nyasar di ujung, atau kode produk nempel jadi satu. Accessor .str di pandas ngerapiin semua itu tanpa loop.
Model machine learning cuma ngerti angka, bukan teks kayak merah atau biru. get_dummies ngubah kolom kategori jadi kolom 0/1 dalam satu baris kode.