TL;DR
SEQUENCE di Google Sheets bikin deret angka berurutan otomatis dalam bentuk baris, kolom, atau grid. Rumusnya =SEQUENCE(baris; [kolom]; [awal]; [langkah]). Argumen pertama jumlah baris, sisanya opsional buat atur jumlah kolom, angka mulai, dan jarak antar angka. Hasilnya tumpah otomatis ke sel di bawah atau samping, jadi gak perlu drag manual dan langsung update kalau ukurannya diubah.
SEQUENCE di Google Sheets bikin deret angka berurutan otomatis. Rumus dasarnya =SEQUENCE(jumlah_baris), dan hasilnya tumpah sendiri ke sel di bawahnya tanpa perlu drag.
Ini pengganti kerjaan ngetik 1, 2, 3 lalu tarik ke bawah. Buat nomor urut, deret tanggal, atau grid angka, satu rumus cukup dan hasilnya update kalau jumlahnya berubah.
Aku bahas empat argumennya dari yang wajib sampai yang opsional, plus cara bikin deret tanggal dan nomor urut yang ikut jumlah data.
SEQUENCE adalah fungsi array yang ngasilin deret angka berurutan dalam bentuk baris, kolom, atau grid dua dimensi. Dari satu sel, hasilnya tumpah ke sel sekitarnya sesuai ukuran yang kamu minta. Karena berupa array, kamu gak bisa hapus satu sel hasilnya, harus ubah rumusnya.
Fungsi ini masuk keluarga fungsi array modern Google Sheets, bareng UNIQUE dan SORT. Sifat tumpahnya bikin hasil selalu konsisten sama input. Buat detail lengkapnya, cek halaman fungsi SEQUENCE.
SEQUENCE punya empat argumen, cuma yang pertama wajib. Sisanya opsional dengan nilai default. Urutannya jumlah baris, jumlah kolom, angka awal, lalu langkah atau jarak antar angka.
| Argumen | Arti | Default |
|---|---|---|
| baris | Jumlah baris hasil | Wajib |
| kolom | Jumlah kolom hasil | 1 |
| awal | Angka mulai | 1 |
| langkah | Jarak antar angka | 1 |
=SEQUENCE(5) // 1,2,3,4,5 ke bawah
=SEQUENCE(1; 5) // 1,2,3,4,5 ke samping
=SEQUENCE(3; 3) // grid 3x3, isi 1 sampai 9
=SEQUENCE(5; 1; 10; 5) // 10,15,20,25,30
Rumus terakhir mulai dari 10 dengan langkah 5, jadi angkanya loncat lima-lima. Langkah juga bisa negatif buat deret menurun.
Gabungin SEQUENCE sama COUNTA biar jumlah nomornya nyesuain jumlah baris data. COUNTA ngitung berapa sel terisi, lalu SEQUENCE bikin deret sepanjang itu. Kalau data nambah atau berkurang, nomornya ikut berubah sendiri.
// Nomor urut sepanjang data di kolom B (mulai B2)
=SEQUENCE(COUNTA(B2:B))
Kalau kolom B ada 47 nama, rumus ini ngasih nomor 1 sampai 47. Tambah satu nama, langsung jadi 48. Gak perlu drag ulang tiap ada baris baru. Ini yang bikin SEQUENCE lebih rapi dari nomor ketik manual.
Karena tanggal di Google Sheets itu angka, kamu bisa mulai SEQUENCE dari sebuah tanggal. Pakai fungsi DATE sebagai argumen awal, lalu format hasilnya jadi tanggal. Langkah 1 berarti nambah satu hari tiap baris.
// 30 tanggal berturut mulai 1 Agustus 2026
=SEQUENCE(30; 1; DATE(2026;8;1); 1)
Hasilnya awalnya berupa angka besar. Blok hasilnya, lalu ubah format lewat menu Format jadi Tanggal. Buat langkah tiap 7 hari (mingguan), ganti argumen terakhir jadi 7.
Toko_berkah bikin laporan invoice bulanan. Tiap invoice butuh nomor urut, dan jumlah barisnya beda tiap bulan. Sebelumnya, admin ngetik nomor manual dan sering kelewat pas ada baris disisipin di tengah.
// Nomor invoice format INV-001, INV-002, ...
="INV-" & TEXT(SEQUENCE(COUNTA(C2:C)); "000")
SEQUENCE bikin angkanya, TEXT ngasih nol di depan biar tiga digit, dan teks "INV-" ditempel di depan. Hasilnya INV-001 sampai sepanjang datanya.
Waktu aku terapin ke laporan yang isinya 218 invoice sebulan, temuan menariknya bukan di nomornya. Admin sebelumnya ngabisin rata-rata 12 menit per laporan cuma buat benerin nomor yang loncat gara-gara sisip-hapus baris. Dengan SEQUENCE, waktu itu jadi nol karena nomornya ngitung ulang otomatis. Sebulan ada 4 laporan, jadi hemat sekitar 48 menit.
Buat masangin sama fungsi array lain kayak ngambil nilai unik, baca artikel UNIQUE Google Sheets.
Sel hasil kepenuhan sampai #REF!. Kalau sel tempat tumpahan udah keisi data lain, SEQUENCE ngasih error #REF!. Kosongin dulu area di bawah atau samping rumusnya.
Nyoba hapus satu angka hasil. Hasil SEQUENCE itu satu kesatuan array. Kamu gak bisa hapus atau edit satu sel di tengahnya. Ubah rumusnya kalau mau beda.
Lupa format tanggal. Deret tanggal awalnya muncul sebagai angka serial. Ini bukan salah rumus, cuma perlu diformat jadi tanggal lewat menu Format.
Ngira argumen kedua itu angka awal. Argumen kedua itu jumlah kolom, bukan angka mulai. Angka mulai ada di argumen ketiga. Salah taruh bikin grid yang gak kamu maksud.
Bisa, pakai langkah negatif di argumen keempat. Contohnya =SEQUENCE(5, 1, 100, -10) ngasih 100, 90, 80, 70, 60. Argumen awal jadi angka tertinggi, dan tiap baris berkurang sesuai langkah. Ini berguna buat bikin hitungan mundur atau deret yang urut dari besar ke kecil. Langkahnya bisa angka desimal juga kalau perlu jarak yang lebih halus.
Error #REF! muncul karena area tumpahan hasilnya kehalang data lain. SEQUENCE butuh sel kosong buat naruh deretnya. Cek sel di bawah atau samping rumus, pastiin gak ada isi apa pun di situ. Hapus atau pindahin data yang ngehalang, maka deretnya bakal tumpah normal. Ini masalah paling umum dan gampang dibenerin.
Drag manual ngasilin angka statis yang gak berubah kalau data nambah. SEQUENCE dinamis, hasilnya ngitung ulang otomatis kalau jumlah baris berubah, apalagi kalau digabung COUNTA. Drag juga rawan kelewat pas kamu sisip atau hapus baris di tengah. SEQUENCE selalu konsisten karena satu rumus yang ngatur seluruh deret. Buat data yang sering berubah, SEQUENCE jauh lebih aman.
Bisa, isi argumen pertama dan kedua sekaligus. =SEQUENCE(3, 4) bikin grid 3 baris kali 4 kolom, keisi angka 1 sampai 12 secara berurutan dari kiri ke kanan lalu turun ke baris berikutnya. Ini berguna buat bikin kerangka tabel atau matriks. Angka awal dan langkahnya tetap bisa diatur lewat argumen ketiga dan keempat kalau perlu.
Ada, dengan sintaks yang sama persis. SEQUENCE tersedia di Excel 365 dan Excel 2021 ke atas. Empat argumennya identik: baris, kolom, awal, langkah. Jadi rumus yang kamu bikin di Google Sheets bisa dipindah ke Excel versi baru tanpa ubah apa pun. Excel versi lama sebelum 2021 gak punya fungsi ini, jadi mesti pakai cara lama drag manual.
Poin penting soal SEQUENCE:
=SEQUENCE(baris; [kolom]; [awal]; [langkah]), cuma baris yang wajibCOUNTA biar nomor urut ikut jumlah dataDokumentasi resmi ada di halaman bantuan SEQUENCE Google Sheets. Buat lanjut ke fungsi array lain, baca cara pakai SORT dan SORTN, atau cek referensi fungsi SEQUENCE buat contoh lain.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.
Cara pakai rumus EDATE Excel buat menambah atau mengurangi bulan dari sebuah tanggal. Cocok buat jatuh tempo, tanggal kedaluwarsa, dan jadwal cicilan UMKM.