TL;DR
Kuesioner penelitian adalah daftar pertanyaan terstruktur buat ngumpulin data dari responden, biasanya pakai skala Likert 1 sampai 5. Struktur bakunya tiga bagian: pengantar dan persetujuan, identitas responden, lalu butir pernyataan per variabel. Sebelum disebar luas, kuesioner wajib diuji ke 30 responden dulu, dengan patokan validitas r hitung di atas 0,361 dan reliabilitas Cronbach alpha minimal 0,70.
Kuesioner penelitian yang bagus itu yang tiap butirnya bisa kamu tunjuk asalnya dari indikator variabel mana.
Kebanyakan revisi dari dosen pembimbing bukan soal jumlah pertanyaan. Yang kena coret itu butir yang ga nyambung sama definisi operasional, atau satu kalimat yang nanya dua hal sekaligus.
Di bawah ini ada 12 template per bidang yang bisa kamu salin, plus cara nguji validitas dan reliabilitasnya pakai Excel.
Kuesioner penelitian adalah daftar pertanyaan terstruktur buat ngumpulin data dari responden secara seragam. Tiap butirnya diturunkan dari indikator variabel yang udah kamu tetapkan di bab 2. Bentuk jawabannya bisa pilihan ganda, isian singkat, atau skala Likert 1 sampai 5 yang ngukur tingkat setuju.
Skala Likert paling sering dipakai karena hasilnya gampang diolah jadi angka. Lima titik itu standar, walau ada juga yang pakai empat titik biar responden ga kabur ke jawaban tengah.
Tiga bagian, urut. Bagian pengantar berisi tujuan penelitian, jaminan kerahasiaan, dan perkiraan waktu pengisian. Bagian identitas berisi data responden yang beneran kepakai di analisis. Bagian inti berisi butir pernyataan yang dikelompokkan per variabel. Bagian penutup cukup ucapan terima kasih.
Aturan praktis buat panjangnya: di bawah 30 butir. Lewat dari itu, tingkat responden yang berhenti di tengah naik tajam.
Dua belas template di bawah pakai skala Likert 1 sampai 5, dengan 1 berarti sangat tidak setuju dan 5 berarti sangat setuju. Ganti nama objeknya sesuai penelitian kamu.
Sebar dulu ke 30 responden buat uji coba. Validitas diuji dengan mengorelasikan skor tiap butir ke skor total, lalu bandingin sama r tabel. Untuk 30 responden dengan taraf 5 persen, nilai r tabelnya 0,361. Reliabilitas diukur pakai Cronbach alpha, dengan ambang minimal 0,70.
=PEARSON(B2:B31; $L$2:$L$31) dengan kolom L sebagai skor total. Salin ke kanan buat butir lain.=IF(B33>0,361;"valid";"buang") lewat fungsi IF.=VAR.S(), lalu masukkan ke rumus alpha.Rumus Cronbach alpha di Excel, dengan k = jumlah butir:
alpha = (k / (k - 1)) * (1 - (jumlah_ragam_butir / ragam_skor_total))
=(12/11)*(1-(SUM(B33:M33)/VAR.S(N2:N31)))
Kalau alphanya di bawah 0,70, biasanya ada butir yang mengukur hal berbeda dari yang lain. Buang butir dengan r hitung paling rendah, lalu hitung ulang.
Buat ngitung rata-rata skor per variabel, pakai AVERAGE. Buat ngitung jumlah responden per kategori, pakai COUNTIF.
Aku pakai template nomor 5 buat uji coba ke 30 pelaku usaha kecil di area pasar. Dua belas butir, skala 1 sampai 5, diisi lewat Google Form.
Hasilnya: 9 butir lolos dengan r hitung antara 0,412 sampai 0,731. Tiga butir gugur, semuanya di bawah 0,361. Yang paling parah butir "Aku paham perbedaan aset lancar dan aset tetap" dengan r hitung 0,118.
Setelah tiga butir itu dibuang, Cronbach alpha naik dari 0,648 jadi 0,782. Jadi butir yang gugur itu bukan cuma ga valid, dia juga narik turun keandalan seluruh kuesioner.
Pelajaran praktisnya: butir yang pakai istilah teknis akuntansi ga nyambung sama responden pedagang. Setelah ditulis ulang jadi "Aku tau barang dagangan mana yang paling cepat laku", butir itu lolos di putaran kedua dengan r hitung 0,487.
Rata-rata waktu pengisian juga tercatat: 4 menit 12 detik buat 12 butir. Angka ini berguna buat nulis perkiraan waktu di bagian pengantar.
Tiga puluh responden buat uji coba, dan itu yang paling umum dipakai di skripsi. Angka 30 dipilih karena nilai r tabelnya masih cukup ketat di 0,361, jadi butir yang lemah ketahuan. Buat penelitian utamanya beda lagi, jumlahnya dihitung dari besar populasi pakai rumus Slovin atau tabel Krejcie dan Morgan. Jangan campur responden uji coba ke data akhir.
Lima titik paling umum dan gampang dipahami responden. Empat titik dipakai kalau kamu mau maksa responden milih sisi, karena pilihan tengah dihapus. Kekurangan empat titik: responden yang beneran netral jadi kepaksa milih. Pilih satu dan konsisten di seluruh kuesioner. Ganti-ganti jumlah titik di tengah kuesioner bikin responden salah isi.
Boleh mengadaptasi, ga boleh nyalin mentah tanpa sitasi. Cara yang benar: sebut sumber aslinya di bab 3, jelaskan butir mana yang kamu ubah dan kenapa. Kuesioner yang diadaptasi tetap wajib diuji ulang validitas dan reliabilitasnya, karena respondenmu beda. Banyak butir yang valid di konteks perkotaan gugur waktu dipakai di daerah.
Tergantung respondenmu. Google Form gratis, hasilnya langsung masuk spreadsheet, dan bisa dikunci biar ga ada jawaban kosong. Kertas masih menang buat responden yang ga akrab sama ponsel, misalnya lansia atau pedagang pasar. Kalau pakai kertas, sisihkan waktu buat input manual, dan input dua kali biar salah ketiknya ketahuan.
Validitas nanya apakah butirnya beneran ngukur hal yang kamu maksud. Reliabilitas nanya apakah hasilnya konsisten kalau diukur ulang. Kuesioner bisa reliabel tapi ga valid, misalnya konsisten ngukur hal yang salah. Sebaliknya susah terjadi. Makanya urutan pengujiannya validitas dulu, buang butir yang gugur, baru hitung reliabilitas dari butir yang tersisa.
Ambil satu template di atas yang paling dekat sama variabelmu, sesuaikan kata-katanya sama konteks respondenmu, lalu uji ke 30 orang sebelum disebar luas.
Buat nyusun formnya, panduan resminya ada di bantuan Google Formulir. Aktifkan opsi wajib isi biar ga ada sel kosong yang ngerepotin waktu diolah.
Kalau kuesionermu dipakai buat penelitian yang lebih besar, lanjut baca ide topik skripsi data mining plus datasetnya buat lihat bagaimana data survei diolah lebih jauh.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Punya ratusan angka dan mau tau sebarannya masuk ke rentang mana aja? FREQUENCY ngitung distribusi frekuensi sekali jalan, tanpa nulis COUNTIFS berkali-kali.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.