Bab 4 Skripsi: Menulis Hasil dan Pembahasan dari Output SPSS
TL;DR
Bab 4 skripsi berisi gambaran responden, hasil uji instrumen, hasil uji asumsi, hasil uji hipotesis, lalu pembahasan. Bagian hasil cuma melaporkan angka dari output SPSS apa adanya, sedangkan pembahasan menjelaskan kenapa angka itu keluar dan nyambungin ke teori serta penelitian terdahulu. Urutan penulisannya ngikutin urutan pengujian, bukan urutan output yang kebuka di layar.
Bab 4 itu bagian yang paling sering bikin macet, padahal datanya udah kelar diolah. Masalahnya bukan angkanya, tapi urutan nulisnya.
Output SPSS keluar dalam belasan tabel sekaligus. Kalau kamu nulis ngikutin urutan tabel yang kebuka di layar, alurnya bakal loncat-loncat dan penguji susah ngikutin.
Aturan dasarnya satu: bab 4 ditulis ngikutin urutan pengujian, dari yang paling dasar ke yang paling menjawab hipotesis.
Di bawah ini ada urutan lengkapnya, contoh kalimat buat tiap uji, dan cara misahin bagian hasil dari bagian pembahasan biar nggak numpuk jadi satu.
Apa isi bab 4 skripsi kuantitatif?
Bab 4 berisi lima blok berurutan: gambaran objek dan responden penelitian, hasil uji instrumen, hasil uji asumsi, hasil uji hipotesis, lalu pembahasan. Empat blok pertama isinya laporan angka apa adanya, blok terakhir isinya penjelasan kenapa angka itu keluar. Judul babnya biasanya "Hasil Penelitian dan Pembahasan".
Beberapa kampus minta gambaran umum objek penelitian ditaruh di bab 4, beberapa lagi minta di bab 3. Cek panduan kampusmu dulu sebelum nyusun.
| Blok | Isinya | Output SPSS yang dipakai |
|---|---|---|
| 1. Gambaran responden | Jumlah, jenis kelamin, usia, lama jadi pelanggan | Frequencies |
| 2. Uji instrumen | Validitas dan reliabilitas tiap butir kuesioner | Correlate Bivariate, Reliability Analysis |
| 3. Uji asumsi | Normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas | Regression plus uji tambahan |
| 4. Uji hipotesis | Uji t, uji F, koefisien determinasi | Coefficients, ANOVA, Model Summary |
| 5. Pembahasan | Arti angka, kaitan dengan teori dan penelitian terdahulu | Nggak ada output baru |
Kalau penelitianmu deskriptif tanpa hipotesis, blok tiga dan empat diganti analisis statistik deskriptif per variabel.
Gimana urutan menulis bab 4 dari output SPSS?
Kerjain per blok, dan jangan pindah blok sebelum blok sebelumnya selesai. Tiap blok ditulis dengan pola yang sama: kalimat pengantar, tabel hasil yang udah ditulis ulang rapi, lalu satu paragraf pembacaan angkanya. Sembilan langkah ini bisa kamu ikutin urut.
- Rapikan output dulu. Jangan tempel screenshot SPSS. Ketik ulang jadi tabel Word dengan format sesuai panduan kampus.
- Tulis gambaran responden. Sebut jumlah kuesioner disebar, yang balik, dan yang layak diolah. Angkanya harus konsisten sampai akhir bab.
- Laporkan uji validitas. Bandingin r hitung tiap butir dengan r tabel. Butir yang gugur disebut, jangan disembunyiin.
- Laporkan uji reliabilitas. Sebut nilai Cronbach's Alpha per variabel dan batas yang kamu pakai.
- Laporkan analisis deskriptif. Rata-rata jawaban per variabel plus kategorinya, misalnya tinggi atau sedang.
- Laporkan uji asumsi klasik. Normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas. Kalau ada yang gagal, tulis apa yang kamu lakukan.
- Laporkan hasil regresi. Tulis persamaan regresinya, lalu uji t per hipotesis, lalu uji F, lalu koefisien determinasi.
- Tulis kesimpulan tiap hipotesis. Satu kalimat tegas per hipotesis: didukung atau nggak didukung data.
- Baru tulis pembahasan. Satu sub bab per hipotesis, urutannya sama persis dengan urutan hipotesis di bab 2.
Langkah pertama yang paling sering dilewat dan paling sering kena revisi. Screenshot SPSS hampir selalu diminta diketik ulang.
Gimana nulis hasil uji validitas dan reliabilitas?
Uji validitas dilaporkan per butir pertanyaan dengan membandingkan nilai r hitung terhadap r tabel pada taraf signifikansi yang kamu pilih. Uji reliabilitas dilaporkan per variabel dengan nilai Cronbach's Alpha. Dua-duanya cukup satu tabel plus satu paragraf pembacaan.
Contoh kalimat buat validitas:
Hasil uji validitas terhadap 96 responden menunjukkan seluruh butir pada variabel Biaya Promosi memiliki nilai r hitung di atas r tabel sebesar 0,201 pada taraf signifikansi 5 persen. Dengan begitu, seluruh butir dinyatakan valid dan dipakai pada analisis berikutnya.
Nilai r tabel diambil dari tabel r product moment dengan derajat bebas jumlah responden dikurangi dua. Tulis angkanya di catatan tabel biar penguji nggak nanya asalnya dari mana.
Contoh kalimat buat reliabilitas:
Nilai Cronbach's Alpha untuk variabel Biaya Promosi sebesar 0,812 dan variabel Omzet sebesar 0,774. Kedua nilai berada di atas batas 0,70 yang dipakai pada penelitian ini, sehingga instrumen dinyatakan reliabel.
Batas 0,60 dan 0,70 sama-sama umum dipakai di buku metodologi. Pilih satu, sebut sumbernya, lalu konsisten sampai akhir. Langkah pengerjaannya di software udah aku bahas terpisah di panduan uji validitas dan reliabilitas SPSS.
Gimana nulis hasil uji asumsi klasik?
Tiap uji asumsi dilaporkan dengan tiga unsur: nama uji, nilai yang keluar, dan kesimpulan lolos atau nggak. Jangan cuma nempel tabel tanpa kalimat, dan jangan nulis kesimpulan tanpa angka. Buat regresi berganda, tiga uji yang hampir selalu diminta adalah normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas.
| Uji | Angka yang dibaca | Kesimpulan lolos kalau |
|---|---|---|
| Normalitas residual | Sig. Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk | Sig. lebih besar dari 0,05 |
| Multikolinearitas | VIF dan Tolerance di tabel Coefficients | VIF di bawah 10 dan Tolerance di atas 0,10 |
| Heteroskedastisitas | Sig. uji Glejser, atau pola scatterplot | Sig. lebih besar dari 0,05, titik menyebar acak |
| Autokorelasi (data runtut waktu) | Durbin-Watson di Model Summary | Nilai berada di antara batas dU dan 4 dikurangi dU |
Yang diuji normalitasnya itu nilai residual, bukan data mentah tiap variabel. Ini kekeliruan yang sering kejadian, dan penjelasan lengkapnya ada di panduan uji normalitas SPSS.
Kalau salah satu asumsi gagal, jangan dihapus dari naskah. Tulis apa adanya, lalu sebut tindakan yang kamu ambil, misalnya transformasi data, buang outlier dengan alasan jelas, atau ganti ke uji yang nggak butuh asumsi itu.
Buat VIF yang kelewat tinggi, opsi paling umum adalah ngeluarin salah satu variabel bebas yang saling tumpang tindih. Cara bacanya ada di panduan uji multikolinearitas SPSS.
Gimana nulis hasil uji hipotesis?
Mulai dari persamaan regresi, lanjut uji t per variabel, lalu uji F, lalu koefisien determinasi. Uji t jawab hipotesis parsial, uji F jawab hipotesis simultan, dan koefisien determinasi jawab seberapa besar variabel bebasmu menjelaskan variabel terikat.
Angka yang kamu ambil dari output regresi ada di tiga tabel:
- Coefficients: nilai B tiap variabel, t hitung, dan Sig. buat uji t.
- ANOVA: F hitung dan Sig. buat uji simultan.
- Model Summary: R Square dan Adjusted R Square.
Contoh penulisan persamaan:
Y = 4,215 + 0,382 X1 + 0,271 X2
Lanjut ke pembacaan uji t:
Variabel Biaya Promosi (X1) memperoleh nilai t hitung 4,318 dengan signifikansi 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, sehingga H1 didukung oleh data. Artinya biaya promosi berpengaruh positif terhadap omzet.
Buat koefisien determinasi, pakai Adjusted R Square kalau variabel bebasmu lebih dari satu. Angka ini udah disesuaikan dengan jumlah variabel, jadi lebih jujur.
Contoh dari data toko_berkah, dataset latihan ngulikdata berisi catatan harian warung sembako di Semarang: R Square 0,61 dan Adjusted R Square 0,58. Artinya sekitar 58 persen naik turunnya omzet harian bisa dijelaskan model, sisanya faktor di luar penelitian.
Detail tiap tabel output dan urutan bacanya ada di panduan membaca output SPSS untuk skripsi. Definisi resmi tiap statistik yang muncul di tabel bisa kamu cek di dokumentasi IBM SPSS Statistics.
Apa bedanya bagian hasil dan bagian pembahasan?
Bagian hasil cuma melaporkan angka tanpa penilaian. Bagian pembahasan menjelaskan kenapa angka itu keluar, membandingkan dengan penelitian terdahulu, dan menarik implikasinya buat objek penelitianmu. Kalau di bagian hasil kamu udah nulis kata "hal ini disebabkan", kamu udah masuk pembahasan kecepetan.
| Aspek | Hasil | Pembahasan |
|---|---|---|
| Isi | Angka dan status hipotesis | Alasan, perbandingan, implikasi |
| Sitasi | Nggak perlu | Wajib, minimal 2 rujukan per hipotesis |
| Kata kunci | diperoleh, menunjukkan, sebesar | sejalan dengan, berbeda dengan, hal ini dapat terjadi karena |
| Panjang | Pendek, ditemani tabel | Dua sampai empat paragraf per hipotesis |
Struktur paragraf pembahasan yang paling aman ada empat lapis: ulang temuannya satu kalimat, jelaskan alasan logisnya, bandingkan dengan penelitian terdahulu, lalu tarik implikasi praktisnya.
Biaya promosi terbukti berpengaruh positif terhadap omzet dengan koefisien 0,382. Promosi memperluas jangkauan informasi tentang warung sehingga peluang transaksi meningkat. Temuan ini sejalan dengan penelitian [Nama, tahun] yang menemukan pengaruh serupa pada UMKM ritel di Jawa Tengah. Bagi pemilik warung, hasil ini berarti anggaran promosi digital layak dipertahankan, terutama di luar periode hari besar yang lonjakannya sudah terjadi dengan sendirinya.
Kalau hipotesismu nggak didukung data, pembahasannya justru bisa lebih menarik. Jelaskan kemungkinan penyebabnya secara jujur, misalnya rentang variasi data yang sempit atau responden yang kurang beragam.
Kesalahan umum di bab 4
- Nempel screenshot output SPSS mentah. Hampir semua panduan minta tabel diketik ulang dengan format kampus.
- Nyampur hasil dan pembahasan. Angka dan alasan dicampur dalam satu paragraf, jadi penguji susah misahin mana temuan mana tafsiran.
- Jumlah hipotesis nggak sama dengan bab 2. Ada empat panah di kerangka berpikir, tapi bab 4 cuma bahas tiga.
- Nulis "hipotesis diterima" tanpa angka. Selalu sertakan nilai t atau F beserta signifikansinya.
- Ngeklaim sebab akibat dari data kuesioner sekali waktu. Pakai kata "berpengaruh" sesuai istilah uji, tapi hati-hati di kesimpulan praktis.
- Ngumpetin uji asumsi yang gagal. Penguji hampir selalu nanya, dan jawaban jujur lebih aman dari tabel yang hilang.
- Angka responden berubah di tengah bab. Awal bab nulis 96, tabel uji t nulis 94. Cek konsistensinya sebelum kirim.
Kesalahan terakhir gampang dicegah. Sebelum kirim draft, tekan Ctrl+F, cari angka jumlah responden, dan pastikan semuanya sama.
FAQ
Berapa halaman bab 4 skripsi yang wajar?
Biasanya 20 sampai 35 halaman buat penelitian kuantitatif dengan dua atau tiga variabel bebas, termasuk tabel. Tapi jumlah halaman bukan patokan. Yang dinilai penguji itu kelengkapan uji dan kejelasan pembacaan angkanya. Bab 4 yang 20 halaman dengan pembahasan tajam lebih aman dari 40 halaman yang isinya screenshot.
Apa boleh nulis pembahasan sebelum semua uji selesai?
Sebaiknya jangan. Pembahasan yang ditulis duluan cenderung ngarahin kamu buat nyari angka yang cocok sama cerita yang udah kamu bayangin. Selesaikan semua uji dulu, tulis kesimpulan tiap hipotesis dengan jujur, baru susun pembahasannya. Urutan ini juga bikin kamu lebih siap pas ditanya penguji.
Gimana kalau hipotesisku ditolak semua?
Nggak masalah, dan itu bukan tanda penelitianmu gagal. Skripsi dinilai dari kebenaran prosesnya, bukan dari hipotesis yang terbukti. Tulis hasilnya apa adanya, lalu di pembahasan jelaskan kemungkinan penyebabnya, misalnya jumlah sampel, karakteristik responden, atau variasi data yang terlalu sempit. Tambahin saran buat penelitian berikutnya.
Perlu nulis semua tabel output SPSS di bab 4?
Nggak. Yang masuk badan bab cuma tabel yang kamu bahas, misalnya ringkasan validitas, reliabilitas, asumsi, dan tiga tabel regresi. Output panjang seperti daftar korelasi tiap butir lebih pas ditaruh di lampiran. Rujuk lampirannya di badan teks supaya penguji tetap bisa ngecek.
Sitasi di pembahasan minimal berapa?
Nggak ada aturan universal, tapi kebiasaan yang aman adalah dua sampai tiga rujukan per hipotesis, dan usahakan minimal satu yang temuannya berbeda dari punyamu. Perbandingan dengan hasil yang berbeda bikin pembahasanmu keliatan berimbang, dan biasanya jadi bahan pertanyaan yang bisa kamu jawab dengan percaya diri.
Ringkasan dan langkah berikutnya
Tiga hal yang perlu kamu bawa ke draft:
- Tulis bab 4 ngikutin urutan pengujian, bukan urutan tabel yang kebuka di layar.
- Bagian hasil cuma angka, bagian pembahasan baru alasan dan perbandingan.
- Jumlah hipotesis di bab 4 harus sama persis dengan jumlah panah di kerangka berpikir bab 2.
Kalau kamu masih bingung tabel mana yang dibaca duluan, mulai dari panduan membaca output SPSS sebelum nulis satu paragraf pun.
Mau latihan ngolah data dan baca hasilnya tanpa nunggu data skripsimu kelar? Coba dataset latihannya di NgulikSheet, gratis.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Pandas groupby: Agregasi Data ala Pivot di Python (2026)
groupby ngelompokin baris berdasarkan kolom, lalu ngitung ringkasan per grup kayak total atau rata-rata. Ini pivot-nya pandas.
Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)
to_excel nyimpen DataFrame pandas jadi file Excel .xlsx. Ini cara pakainya, dari satu sheet sampai banyak sheet, plus setelan yang bikin hasilnya rapi.
Pandas read_excel: Baca File Excel di Python
pandas read_excel baca file Excel jadi DataFrame, bisa pilih sheet tertentu dan lompatin baris judul yang berantakan. Ini cara pakai plus parameter penting dengan contoh data toko.