Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS: dari Input Data sampai Baca Output
Blog/Tips & Trik/Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS: dari Input Data sampai Baca Output

Uji Validitas dan Reliabilitas SPSS: dari Input Data sampai Baca Output

BimaBima
·3 Juli 2025·12 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026

TL;DR

Uji validitas dan reliabilitas di SPSS paling cepat dijalankan lewat Analyze, Scale, Reliability Analysis, lalu centang Scale if item deleted di tombol Statistics. Validitas item dibaca dari kolom Corrected Item-Total Correlation yang dibandingkan dengan r tabel, sedangkan reliabilitas dibaca dari tabel Reliability Statistics berisi Cronbach's Alpha dengan ambang 0,70. Kalau ada item yang korelasinya di bawah r tabel, buang item itu dan jalankan ulang analisisnya.

Di SPSS, uji validitas dan reliabilitas paling cepat dijalankan sekaligus lewat Analyze, Scale, Reliability Analysis.

Satu jalur menu itu ngasih dua hal: kolom Corrected Item-Total Correlation buat menilai validitas tiap item, dan nilai Cronbach's Alpha buat menilai reliabilitas seluruh instrumen.

Di bawah ini urutannya dari nol: cara ngisi Variable View, langkah kliknya, angka mana yang harus kamu lihat di output, plus cara nulis hasilnya di skripsi.

Apa yang sebenarnya dihitung SPSS di dua uji ini?

Untuk validitas, SPSS menghitung korelasi antara skor tiap item dan skor total item lainnya. Untuk reliabilitas, SPSS menghitung Cronbach's Alpha yang membandingkan jumlah varians tiap item dengan varians skor total. Yang pertama menilai item satu per satu, yang kedua menilai instrumen sebagai satu kesatuan.

Rumus dan contoh hitung tangannya ada di panduan uji validitas dan reliabilitas. Artikel ini fokus ke jalur SPSS-nya.

Dataset yang dipakai di sini sama: dataset contoh ngulikdata bernama survei_berkah, berisi 10 responden dan 6 pernyataan skala Likert 1 sampai 5 tentang pengalaman belanja di toko_berkah.

Gimana cara input data kuesioner ke SPSS?

Buka Variable View dulu, bukan Data View. Bikin satu baris variabel untuk tiap item, kasih nama pendek tanpa spasi, lalu atur kolom Measure jadi Scale. Setelah itu baru pindah ke Data View dan ketik jawaban responden, satu baris per responden.

  1. Buka SPSS, klik tab Variable View di kiri bawah.
  2. Di kolom Name, ketik nama item: P1, P2, sampai P6. Hindari spasi dan tanda baca.
  3. Kolom Type biarkan Numeric, Decimals ubah jadi 0 biar tampilannya bersih.
  4. Kolom Label isi bunyi pernyataannya, misalnya "Harga di toko ini masuk akal". Label ini yang muncul di output.
  5. Kolom Values isi keterangan skala: 1 = sangat tidak setuju, sampai 5 = sangat setuju.
  6. Kolom Measure pilih Scale. Kalau kepilih Nominal, beberapa menu analisis nggak mau nerima variabelnya.
  7. Pindah ke Data View, isi jawaban tiap responden per baris.

Kalau datamu udah ada di Excel, kamu bisa langsung impor lewat File, Open, Data, lalu pilih tipe file Excel. Pastikan baris pertama di Excel berisi nama variabel dan centang "Read variable names from the first row of data".

Buat item bernada negatif, balik skornya dulu lewat Transform, Recode into Different Variables. Kalau langkah ini kelewat, itemnya bakal keliatan gugur padahal cuma salah arah.

Gimana langkah uji validitas dan reliabilitas di SPSS?

Jalur yang dipakai adalah Analyze, Scale, Reliability Analysis. Masukkan semua item milik satu variabel, pilih model Alpha, lalu di tombol Statistics centang Scale if item deleted supaya kolom Corrected Item-Total Correlation ikut muncul.

  1. Klik Analyze, lalu Scale, lalu Reliability Analysis.
  2. Pindahkan P1 sampai P6 ke kotak Items.
  3. Pastikan kotak Model terisi Alpha.
  4. Klik tombol Statistics. Di bagian Descriptives for, centang Item, Scale, dan Scale if item deleted.
  5. Klik Continue, lalu OK.

Satu klik OK itu menghasilkan dua tabel yang kamu butuhkan sekaligus.

Ada jalur alternatif buat validitas lewat Analyze, Correlate, Bivariate. Kamu perlu bikin kolom skor total dulu lewat Transform, Compute Variable dengan rumus SUM(P1 TO P6), lalu masukkan semua item plus kolom total itu. Hasilnya adalah korelasi tanpa koreksi, yang angkanya selalu lebih besar dari versi terkoreksi.

Aku sarankan jalur Reliability Analysis. Alasannya di bagian berikutnya.

Gimana cara baca output uji validitas dan reliabilitas SPSS?

Ada dua tabel yang penting. Tabel Reliability Statistics berisi nilai Cronbach's Alpha untuk seluruh item. Tabel Item-Total Statistics berisi kolom Corrected Item-Total Correlation buat menilai validitas tiap item, plus kolom Cronbach's Alpha if Item Deleted buat melihat dampak kalau item itu dibuang.

Tabel 1: Reliability Statistics

Cronbach's AlphaN of Items
0,7186

Alpha 0,718 udah lewat ambang 0,70. Kelihatannya aman, tapi tabel kedua bakal nunjukin ada yang janggal.

Tabel 2: Item-Total Statistics

ItemScale Mean if Item DeletedScale Variance if Item DeletedCorrected Item-Total CorrelationCronbach's Alpha if Item Deleted
P118,708,9000,9250,521
P218,709,7890,7390,587
P318,6011,1560,6520,632
P418,908,9890,8290,547
P518,808,8440,8900,528
P619,3020,011-0,5760,948

Baca kolom keempat dulu. Lima item pertama punya korelasi di atas r tabel untuk n = 10, yaitu 0,632. P6 nilainya negatif, jadi jelas gugur.

Sekarang lihat kolom terakhir. Kalau P6 dibuang, alpha naik dari 0,718 ke 0,948. Lompatan 0,23 poin dari satu item saja, dan angka ini berasal dari dataset contoh ngulikdata.

Aturan bacanya: kalau ada satu item yang nilai Alpha if Item Deleted-nya lebih tinggi dari alpha keseluruhan, item itu lagi nyeret instrumenmu ke bawah.

Isi P6 memang beda sendiri. Lima item lain nanya soal pengalaman di toko, sementara P6 nanya seberapa sering responden belanja online. Itu konsep lain.

Contoh kasus: menjalankan ulang setelah item gugur

Setelah P6 dibuang, ulangi langkahnya: Analyze, Scale, Reliability Analysis, tapi kali ini isi kotak Items cuma dengan P1 sampai P5.

Hasilnya:

TahapJumlah itemCronbach's AlphaItem dengan korelasi terendah
Putaran 160,718P6 dengan -0,576
Putaran 250,948P3 dengan 0,787

Di putaran kedua semua item punya korelasi di atas 0,632, jadi lima item itu dinyatakan valid dan instrumennya reliabel.

Satu catatan: alpha 0,948 tergolong tinggi banget. Untuk instrumen sungguhan, angka setinggi itu perlu dicek lagi apakah ada item yang isinya nyaris kembar. Di dataset contoh ini wajar, karena datanya sengaja disusun rapi buat latihan.

Buat kuesioner asli dengan 30 responden, r tabelnya turun ke 0,361 sehingga item lebih gampang lolos.

Gimana nulis hasilnya di skripsi?

Bagian uji instrumen biasanya masuk Bab 3. Yang dicari penguji ada tiga: jumlah responden uji coba, angka hasilnya, dan keputusan yang kamu ambil.

Contoh kalimatnya:

"Uji coba instrumen dilakukan terhadap 10 responden. Hasil uji validitas menunjukkan lima dari enam item memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation di atas r tabel sebesar 0,632, sedangkan item P6 bernilai -0,576 sehingga dinyatakan gugur dan dikeluarkan dari instrumen. Setelah item tersebut dikeluarkan, nilai Cronbach's Alpha naik dari 0,718 menjadi 0,948 sehingga instrumen dinyatakan reliabel."

Sertakan tabel Item-Total Statistics di lampiran. Penguji sering minta output aslinya, bukan cuma tabel yang kamu ketik ulang.

Nilai signifikansi yang muncul kalau kamu pakai jalur Correlate juga bisa dilaporkan. Arti angka itu dibahas di glossary p-value.

Cara cek ulang hasil SPSS pakai Excel

Berguna kalau kamu curiga ada yang salah input. Susun data di Excel dengan responden per baris, lalu:

' Skor total tiap responden (kolom B..G = P1..P6)
H2  =SUM(B2:G2)

' Korelasi item terhadap total (versi tanpa koreksi)
B13 =CORREL(B2:B11,$H$2:$H$11)

' Versi terkoreksi: total tanpa item yang diuji
I2  =H2-B2
B14 =CORREL(B2:B11,$I$2:$I$11)

' Cronbach's Alpha
B16 =(6/5)*(1-SUM(varians_tiap_item)/VAR.S(H2:H11))

Kolom I itu yang bikin hasilnya sama persis dengan Corrected Item-Total Correlation di SPSS. Fungsi CORREL dan VAR.S yang ngerjain semuanya.

Kalau kamu mau baca soal fitur SPSS lainnya, rujukan resminya ada di dokumentasi IBM SPSS Statistics.

Kesalahan umum saat uji validitas dan reliabilitas di SPSS

1. Memasukkan semua item dari variabel berbeda sekaligus. Kalau kuesionermu punya tiga variabel, jalankan tiga kali analisis terpisah. Alpha gabungan lintas konsep nggak bermakna.

2. Ikut memasukkan kolom skor total ke kotak Items. Ini bikin alpha melonjak ke angka mendekati 1 dan hasilnya salah. Kotak Items cuma diisi item, bukan totalnya.

3. Membaca kolom Cronbach's Alpha if Item Deleted sebagai nilai validitas. Kolom itu buat reliabilitas. Validitas dibaca dari Corrected Item-Total Correlation.

4. Membuang semua item bermasalah sekaligus. Buang satu, jalankan ulang, lihat hasilnya. Sering setelah item terburuk hilang, item lain yang tadinya di batas jadi lolos.

5. Lupa membalik item negatif. Cek dulu bunyi pernyataannya sebelum memutuskan item itu gugur.

6. Salah menetapkan r tabel. r tabel dipilih berdasarkan derajat bebas n dikurangi 2, bukan berdasarkan jumlah item. Buat 30 responden, dfnya 28 dan r tabelnya 0,361.

7. Nilai kosong dibiarkan. SPSS otomatis membuang responden yang punya jawaban kosong dari analisis, jadi jumlah N di output bisa lebih kecil dari yang kamu kira. Cek angka N di tabel Case Processing Summary.

FAQ

Menu mana yang dipakai buat uji validitas di SPSS?

Ada dua jalur. Jalur pertama lewat Analyze, Correlate, Bivariate, dengan memasukkan semua item plus kolom skor total, lalu membaca baris korelasi tiap item terhadap total. Jalur kedua lewat Analyze, Scale, Reliability Analysis, lalu centang Scale if item deleted di tombol Statistics. Jalur kedua lebih disarankan karena angkanya udah dikoreksi, jadi item yang diuji nggak ikut menghitung dirinya sendiri di skor total.

Apa itu Corrected Item-Total Correlation?

Itu korelasi antara skor satu item dan jumlah skor item lainnya, tanpa mengikutsertakan item tersebut ke dalam totalnya. Angka ini lebih jujur dibanding korelasi terhadap skor total penuh, soalnya kalau item ikut menghitung dirinya sendiri, korelasinya otomatis menggelembung. Bandingkan angka ini dengan r tabel pada derajat bebas jumlah responden dikurangi dua.

Cronbach's Alpha muncul di tabel yang mana?

Di tabel Reliability Statistics, yaitu tabel pertama yang keluar setelah kamu menjalankan Reliability Analysis. Isinya nilai Cronbach's Alpha dan N of Items. Kalau kamu mencentang Scale if item deleted, SPSS juga menampilkan tabel Item-Total Statistics dengan kolom Cronbach's Alpha if Item Deleted yang memperlihatkan nilai alpha seandainya item itu dibuang.

Apakah uji validitas dan reliabilitas dijalankan per variabel atau sekaligus?

Per variabel. Kalau kuesionermu mengukur tiga konsep berbeda, jalankan Reliability Analysis tiga kali, masing-masing berisi item milik satu konsep saja. Menggabungkan semua item dari konsep yang berbeda bikin nilai alpha nggak bermakna, karena item yang mengukur hal berbeda memang nggak seharusnya berkorelasi tinggi satu sama lain.

Kenapa ada item dengan korelasi negatif di output SPSS?

Dua penyebab yang paling umum. Pertama, item itu bernada negatif dan skornya belum dibalik, sehingga arah jawabannya berkebalikan dengan item lain. Kedua, item itu memang mengukur konsep yang berbeda dari item lainnya. Cek dulu pernyataannya. Kalau memang bernada negatif, balik skornya lewat Transform, Recode into Different Variables, lalu ulangi analisisnya.

Penutup

Alurnya pendek kalau kamu tau harus ngelirik ke mana. Analyze, Scale, Reliability Analysis, centang Scale if item deleted, lalu baca dua kolom: Corrected Item-Total Correlation buat validitas dan Cronbach's Alpha buat reliabilitas.

Kolom Alpha if Item Deleted itu petunjuk tercepat. Kalau ada angka di kolom itu yang lebih tinggi dari alpha keseluruhan, kamu udah nemu item yang harus dibuang tanpa perlu menebak.

Buka data uji cobamu di SPSS sekarang, jalankan sekali, dan catat item mana yang korelasinya paling rendah. Setelah instrumenmu beres, lanjut ke uji normalitas SPSS sebagai syarat sebelum masuk ke uji hipotesis.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Pandas groupby: Agregasi Data ala Pivot di Python (2026)
Tips & Trik
20 Juli 2026•9 menit baca

Pandas groupby: Agregasi Data ala Pivot di Python (2026)

groupby ngelompokin baris berdasarkan kolom, lalu ngitung ringkasan per grup kayak total atau rata-rata. Ini pivot-nya pandas.

BimaBima
Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)
Tips & Trik
18 Juli 2026•8 menit baca

Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)

to_excel nyimpen DataFrame pandas jadi file Excel .xlsx. Ini cara pakainya, dari satu sheet sampai banyak sheet, plus setelan yang bikin hasilnya rapi.

BimaBima
Pandas read_excel: Baca File Excel di Python
Tips & Trik
16 Juli 2026•8 menit baca

Pandas read_excel: Baca File Excel di Python

pandas read_excel baca file Excel jadi DataFrame, bisa pilih sheet tertentu dan lompatin baris judul yang berantakan. Ini cara pakai plus parameter penting dengan contoh data toko.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore