Personally Identifiable Information
PII adalah data apa pun yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi seseorang secara spesifik, baik langsung maupun kalau digabungkan dengan data lain. Nama, NIK, nomor HP, dan email termasuk kategori ini.
PII atau Personally Identifiable Information adalah informasi apa pun yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi satu orang secara spesifik. Kalau data itu bisa menjawab pertanyaan "ini milik siapa?", kemungkinan besar itu adalah PII.
Banyak yang mengira PII cuma nama dan nomor KTP. Padahal definisinya jauh lebih luas dari itu.
PII dibagi jadi dua kategori besar:
| Jenis | Deskripsi | Contoh |
|---|---|---|
| PII Langsung (Direct) | Bisa identifikasi seseorang tanpa perlu data lain | NIK, nomor paspor, nama lengkap, nomor HP |
| PII Tidak Langsung (Indirect) | Perlu digabungkan dengan data lain baru bisa identifikasi | Tanggal lahir, kota asal, jenis kelamin, kode pos |
Yang sering bikin orang kaget: kombinasi dari data indirect bisa jadi sangat powerful. Misalnya, "perempuan, lahir 1990-03-15, tinggal di Denpasar" mungkin sudah cukup untuk mengidentifikasi satu orang tertentu.
Di dunia data, PII adalah salah satu kategori data yang paling sensitif dan paling diatur secara hukum. Kalau perusahaan kamu menyimpan atau memproses PII pengguna, ada kewajiban hukum dan etis yang harus dipenuhi, mulai dari UU PDP Indonesia sampai regulasi internasional kalau kamu handle data dari luar negeri.
Risiko kebocoran PII bisa berdampak langsung ke individu: identitas bisa dicuri, rekening bisa dibobol, atau seseorang bisa jadi korban fraud.
Sebagai data practitioner, kamu perlu tahu PII ada di mana dalam pipeline-mu. Beberapa pendekatan umum:
Pemahaman tentang PII jadi landasan untuk banyak topik governance lain: Data Classification, Data Privacy, dan kepatuhan regulasi.
Udah paham PII? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!
Latihan interaktif, langsung di browser.