Diagnostic Analytics
Diagnostic Analytics adalah tipe analitik yang menjawab pertanyaan 'kenapa ini terjadi?' - menggali lebih dalam ke data buat nemuin root cause di balik suatu pola atau anomali yang kamu temukan.
Apa itu Diagnostic Analytics?
Kalau Descriptive Analytics ngasih tau "apa yang terjadi", Diagnostic Analytics selangkah lebih jauh: "kenapa itu bisa terjadi?"
Bayangin kamu lihat di dashboard bahwa revenue bulan ini turun 20% dibanding bulan lalu. Descriptive Analytics udah ngasih tau fakta itu. Sekarang giliran Diagnostic Analytics buat investigasi: apakah karena volume order yang turun? Conversion rate yang jelek? Atau ada kategori produk tertentu yang anjlok?
Pertanyaan yang dijawab: "Kenapa ini terjadi?"
Posisi Diagnostic dalam 4 Tipe Analitik
| Tipe Analitik | Pertanyaan | Pendekatan Utama |
|---|---|---|
| Descriptive | Apa yang terjadi? | Merangkum data historis |
| Diagnostic | Kenapa terjadi? | Drill-down, correlation, root cause |
| Predictive | Apa yang akan terjadi? | Model statistik dan ML |
| Prescriptive | Apa yang harus dilakukan? | Optimisasi dan rekomendasi |
Teknik dalam Diagnostic Analytics
Drill-Down Analysis
Mulai dari angka agregat, lalu pecah ke level yang lebih granular. Contoh: revenue total → per kategori produk → per brand → per SKU. Terus pecah sampai ketemu di mana anomali bermula.
Correlation Analysis
Cari hubungan antara dua variabel. Misalnya: "apakah hari hujan berkorelasi dengan penurunan order delivery?" atau "apakah waktu loading halaman berkorelasi dengan bounce rate?"
Ingat: korelasi bukan kausalitas. Dua hal yang bergerak bersamaan belum tentu satu menyebabkan yang lain.
Segmentasi dan Perbandingan
Bandingkan performa antar segmen: new users vs returning users, mobile vs desktop, wilayah A vs wilayah B. Cari di segmen mana anomali paling kelihatan.
Root Cause Analysis (RCA)
Teknik terstruktur buat nemuin akar masalah. Metode populer:
- 5 Whys: Tanya "kenapa?" lima kali berturut-turut sampai nemuin akar masalah
- Fishbone diagram: Petakan semua kemungkinan penyebab secara sistematis
Contoh Nyata di Indonesia
Situasi: Conversion rate toko online turun dari 3,2% ke 2,1% bulan ini.
Alur Diagnostic Analytics:
- Pecah per device: mobile turun dari 2,8% ke 1,5%, desktop relatif stabil
- Pecah per step checkout: drop paling besar di step "masukkan alamat pengiriman"
- Cek timeline: penurunan mulai tepat setelah update aplikasi dua minggu lalu
- Root cause: bug di form input alamat pada versi baru aplikasi Android
Tanpa Diagnostic Analytics, tim mungkin buang waktu berhari-hari nebak-nebak penyebabnya.
Skill yang Dibutuhkan
Buat Diagnostic Analytics yang efektif, kamu butuh:
- SQL yang solid buat drill-down queries yang cepat
- Pemahaman statistik dasar: korelasi, distribusi, signifikansi
- Kemampuan storytelling data: bisa jelasin temuan ke stakeholder non-teknis
- Business context: tau mana yang normal dan mana yang anomali di industri yang kamu kerjakan
Udah paham Diagnostic Analytics? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!
Latihan interaktif, langsung di browser.