Data Owner adalah pihak dari sisi bisnis yang punya otoritas dan tanggung jawab penuh atas data di domain tertentu. Mereka yang memutuskan siapa yang bisa akses, data apa yang boleh dikumpulkan, dan untuk apa data itu digunakan.
Data Owner adalah individu atau tim dari sisi bisnis yang bertanggung jawab penuh atas aset data di domain tertentu. Ini bukan peran teknis: Data Owner adalah orang yang paling tahu konteks bisnis dari data tersebut dan punya wewenang untuk membuat keputusan tentangnya.
Satu poin penting: Data Owner bukan berarti "pemilik" dalam arti hukum atau teknis. Ini lebih ke tanggung jawab akuntabilitas: kalau ada masalah dengan data di domainnya, merekalah yang bertanggung jawab.
Data Owner biasanya orang-orang dari level manajerial ke atas di sisi bisnis:
| Domain Data | Siapa Biasanya Jadi Data Owner |
|---|---|
| Data pelanggan | VP Sales, Chief Customer Officer |
| Data keuangan | CFO, Financial Controller |
| Data HR atau karyawan | CHRO, HR Director |
| Data produk dan transaksi | Chief Product Officer, VP Product |
| Data marketing | CMO, VP Marketing |
Pola umumnya: siapa yang paling bergantung pada data itu untuk membuat keputusan bisnis, dialah yang paling tepat jadi Data Owner.
Meski bukan peran teknis, Data Owner punya tanggung jawab yang nyata:
Dua peran ini sering bikin bingung. Ini bedanya:
| Aspek | Data Owner | Data Steward |
|---|---|---|
| Level | Biasanya senior (manajer, VP, C-level) | Bisa operasional (analyst, data engineer) |
| Fokus | Keputusan strategis dan kebijakan | Eksekusi operasional harian |
| Aksi | Approve akses, set kebijakan | Monitor kualitas, proses permintaan |
| Latar belakang | Bisnis atau domain expert | Bisa bisnis atau teknis |
| Frekuensi | Keputusan periodik | Keterlibatan harian |
Singkatnya: Data Owner memutuskan aturan mainnya, Data Steward yang menjalankan aturan tersebut setiap hari.
Tanpa Data Owner yang jelas, yang sering terjadi adalah "tragedy of the commons": semua orang punya akses ke data tapi nggak ada yang merasa bertanggung jawab atas kualitasnya. Atau sebaliknya, nggak ada yang bisa memutuskan siapa yang boleh akses, sehingga semuanya stuck di bottleneck approval tanpa kejelasan.
Dengan Data Owner yang terdefinisi, organisasi punya satu titik keputusan yang jelas untuk setiap domain data.
Udah paham Data Owner? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!
Latihan interaktif, langsung di browser.