Uji Homogenitas SPSS: Levene Test dan Kapan Kamu Membutuhkannya
Blog/Tips & Trik/Uji Homogenitas SPSS: Levene Test dan Kapan Kamu Membutuhkannya

Uji Homogenitas SPSS: Levene Test dan Kapan Kamu Membutuhkannya

BimaBima
·8 Juli 2025·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Uji homogenitas ngecek apakah varians antar kelompok yang mau kamu bandingin nilainya mirip. Di SPSS caranya lewat Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA, lalu centang Homogeneity of variance test di kotak Options. Kalau nilai Sig. Levene test lebih besar dari 0,05, varians dinyatakan homogen dan hasil ANOVA boleh dipakai. Kalau di bawah 0,05, ganti ke Welch ANOVA dengan uji lanjut Games-Howell.

Uji homogenitas ngecek satu hal: apakah kelompok-kelompok yang mau kamu bandingin punya sebaran yang mirip.

Ini syarat dari ANOVA dan independent samples t-test. Dua uji itu ngebandingin rata-rata, dan cara mereka ngitung nganggep tiap kelompok punya lebar sebaran yang sebanding.

Kalau satu kelompok datanya rapat dan kelompok lain berhamburan, hasil perbandingan rata-ratanya jadi nggak adil.

Di bawah ini aku jalanin Levene test di SPSS lewat dua jalur menu, jelasin baris output mana yang dibaca, dan tunjukin jalan keluarnya kalau gagal.

Apa itu uji homogenitas varians?

Uji homogenitas adalah pemeriksaan buat mastiin varians (ukuran sebaran data di sekitar rata-rata) antar kelompok nilainya sebanding. Uji yang paling umum dipakai namanya Levene test. Hipotesis nolnya bilang semua kelompok punya varians sama, jadi nilai Sig. di atas 0,05 justru hasil yang kamu harapkan.

Ini kebalikan dari kebiasaan baca uji lain, dan itu yang sering bikin bingung.

Di uji hipotesis biasa, Sig. kecil artinya temuan menarik. Di uji asumsi, Sig. kecil artinya masalah.

Contoh gampangnya di data toko. Tiga cabang punya rata-rata omzet harian yang mirip, sekitar 4 juta. Tapi cabang di stasiun omzetnya lompat-lompat dari 1,5 juta sampai 8 juta, sementara cabang perumahan stabil di 3,8 sampai 4,3 juta.

Rata-ratanya sama, sebarannya jauh beda. Itu varians yang nggak homogen.

Kapan uji homogenitas perlu dilakukan?

Uji ini kepakai setiap kali kamu ngebandingin rata-rata antar kelompok yang anggotanya orang berbeda. Dua analisis yang paling sering butuh: independent samples t-test buat dua kelompok, dan One-Way ANOVA buat tiga kelompok atau lebih.

AnalisisButuh uji homogenitas?Catatan
Independent samples t-testYaSPSS nampilin Levene otomatis di outputnya
One-Way ANOVAYaCentang manual di kotak Options
Paired sample t-testNggakYang dibandingin dua pengukuran pada orang sama
Regresi linearNggakYang dicek heteroskedastisitas, bukan homogenitas
Uji korelasiNggakNggak ada kelompok yang dibandingin

Baris terakhir sering bikin salah paham. Homogenitas dan heteroskedastisitas dua-duanya soal varians, tapi dipakai di analisis yang beda.

Gimana cara uji homogenitas di SPSS?

Ada dua jalur menu, dan hasilnya sama. Jalur pertama lewat One-Way ANOVA, paling praktis kalau kamu memang mau lanjut ke ANOVA. Jalur kedua lewat Explore, kepakai kalau kamu cuma mau ngecek asumsinya dulu tanpa jalanin analisis utama.

Jalur 1: lewat One-Way ANOVA

  1. Buka Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA.
  2. Masukin variabel yang mau dibandingin ke kotak Dependent List, dan variabel pengelompoknya ke kotak Factor.
  3. Klik tombol Options.
  4. Centang Homogeneity of variance test. Sekalian centang Descriptive biar kamu lihat rata-rata tiap kelompok.
  5. Klik Continue, lalu OK.

Output yang kamu cari namanya Test of Homogeneity of Variances, muncul di atas tabel ANOVA.

Jalur 2: lewat Explore

  1. Buka Analyze > Descriptive Statistics > Explore.
  2. Masukin variabel numerikmu ke Dependent List, dan variabel pengelompok ke Factor List.
  3. Klik tombol Plots.
  4. Di bagian Spread vs Level with Levene Test, pilih Untransformed.
  5. Klik Continue, lalu OK.

Buat independent samples t-test, kamu nggak perlu ngapa-ngapain. SPSS selalu nampilin Levene's Test for Equality of Variances di kolom paling kiri outputnya.

Detail tiap pilihan di kotak Options bisa kamu cek di dokumentasi resmi IBM SPSS Statistics.

Baris mana yang dibaca di output Levene test?

Versi SPSS yang baru ngeluarin empat baris sekaligus. Baris standar yang dipakai kebanyakan penelitian adalah Based on Mean. Baris lain kepakai kalau datamu punya nilai ekstrem atau sebarannya jauh dari normal.

BarisKapan dipakai
Based on MeanPilihan standar, pakai ini kalau nggak ada alasan khusus
Based on MedianLebih tahan terhadap nilai ekstrem dan sebaran yang menceng
Based on Median and with adjusted dfVersi median dengan koreksi derajat bebas
Based on trimmed meanRata-rata setelah 5 persen data terekstrem dipotong

Cara nyimpulinnya sama buat semua baris. Sig. di atas 0,05 berarti varians homogen.

Contoh kalimat buat skripsi: "Hasil uji Levene menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,182 (based on mean) yang lebih besar dari 0,05, sehingga varians antar kelompok dinyatakan homogen."

Kalau kamu milih baris median, sebutin di bab metode, jangan diam-diam. Penguji bakal nanya kenapa angkanya beda sama yang dia lihat di baris pertama.

Contoh kasus: omzet 3 cabang di dataset toko_berkah

Aku pakai data 30 hari omzet harian dari tiga cabang toko_berkah di Bekasi. Pertanyaannya sederhana: apakah rata-rata omzet harian ketiganya beda?

CabangRata-rata omzet harianStandar deviasin
PerumahanRp 3.940.000Rp 312.00030
PasarRp 4.180.000Rp 487.00030
Dekat stasiunRp 4.020.000Rp 1.146.00030

Rata-ratanya mirip semua, selisihnya di bawah 6 persen. Tapi lihat kolom standar deviasi.

Cabang dekat stasiun sebarannya 3,7 kali lebih lebar dari cabang perumahan. Wajar, karena omzetnya ikut jadwal kereta dan cuaca, sementara cabang perumahan pembelinya orang yang sama tiap hari.

Hasil Levene test: Sig. 0,041 based on mean. Di bawah 0,05, jadi varians nggak homogen.

Aku jalanin dua versi ANOVA buat bandingin.

UjiSig.Kesimpulan
ANOVA biasa0,432Nggak ada beda rata-rata
Welch0,388Nggak ada beda rata-rata

Dua-duanya nyimpulin hal yang sama, dan itu sering kejadian pas selisih rata-ratanya memang kecil. Yang beda cuma angka Sig.-nya sedikit.

Temuan yang lebih berguna justru bukan dari uji rata-rata. Dari 90 hari data gabungan itu, cabang dekat stasiun punya 7 hari dengan omzet di bawah 2 juta, sementara dua cabang lain nol hari di bawah 3 juta.

Jadi pertanyaan yang tepat buat data ini bukan "cabang mana yang rata-rata omzetnya paling tinggi", tapi "cabang mana yang paling nggak bisa ditebak". Angka original dari dataset ngulikdata.

Sebelum masuk SPSS, kamu bisa ngintip sebaran tiap kelompok di Excel pakai STDEV bareng AVERAGE. Rasio standar deviasi terbesar dibagi terkecil di atas 2 itu tanda awal variansmu bakal bermasalah.

Kalau varians nggak homogen, harus gimana?

ANOVA-mu nggak batal, cuma ganti versi. Tiga langkah ini yang lazim dipakai.

  1. Pakai Welch dan Brown-Forsythe. Buka One-Way ANOVA > Options, centang dua-duanya. Uji ini ngebandingin rata-rata tanpa nganggep variansnya sama.
  2. Ganti uji lanjutnya ke Games-Howell. Di kotak Post Hoc, pilihan ini ada di grup Equal Variances Not Assumed. Jangan pakai Tukey, karena Tukey nganggep varians sama.
  3. Pertimbangkan Kruskal-Wallis. Ini uji non-parametrik yang ngebandingin peringkat, bukan rata-rata. Kepakai kalau selain varians beda, sebaran datamu juga jauh dari normal.

Buat independent samples t-test, jalan keluarnya lebih pendek. Kalau Sig. Levene di bawah 0,05, baca baris Equal variances not assumed di output yang sama. SPSS udah nyiapin baris itu buat kamu.

Transformasi data pakai log juga bisa dicoba, terutama buat data rupiah. Tapi hati-hati, karena setelah ditransformasi kamu ngebandingin rata-rata dari angka yang udah berubah bentuk, dan itu harus dijelasin waktu nulis kesimpulan.

Kesalahan umum waktu uji homogenitas di SPSS

  • Kebalik baca arah Sig. Di uji asumsi, Sig. besar itu kabar baik. Ini kebalikan dari uji hipotesis biasa.
  • Pakai Levene buat regresi. Di regresi yang dipakai uji heteroskedastisitas, bukan homogenitas.
  • Jumlah anggota kelompok timpang jauh. Kelompok dengan 8 orang dan 92 orang bikin ANOVA jadi rapuh pas varians beda. Usahain jumlahnya nggak terpaut lebih dari dua kali lipat.
  • Panik di sampel besar. Levene gampang signifikan di sampel gede walau selisih variansnya sepele. Cek rasio varians terbesar dibagi terkecil sebagai pembanding.
  • Pakai Tukey padahal varians beda. Uji lanjut yang salah bikin kesimpulan pasangan kelompok mana yang beda jadi meleset.

Uji ini biasanya dijalanin setelah uji normalitas. Kalau data kamu ternyata gagal di dua-duanya, uji non-parametrik jadi jalan yang lebih jujur.

FAQ

Kapan uji homogenitas perlu dilakukan?

Setiap kali kamu bandingin rata-rata antar dua kelompok atau lebih, yaitu di independent samples t-test dan ANOVA. Nggak kepakai di paired sample t-test, karena di situ yang dibandingin dua pengukuran pada orang sama. Nggak kepakai juga di regresi, karena di sana yang dicek heteroskedastisitas.

Baris mana yang dibaca di output Levene test SPSS?

Versi SPSS baru ngeluarin empat baris. Baris standar yang dipakai kebanyakan penelitian adalah Based on Mean. Kalau datamu punya nilai ekstrem atau sebarannya jauh dari normal, baris Based on Median lebih tahan banting dan boleh kamu pakai asal disebutin di bab metode.

Kalau varians nggak homogen, ANOVA-nya batal?

Nggak batal, cuma ganti versi. Di Options One-Way ANOVA, centang Welch dan Brown-Forsythe. Dua uji itu ngebandingin rata-rata tanpa nganggep variansnya sama. Buat uji lanjut, pilih Games-Howell di kotak Post Hoc, bukan Tukey. Hasil Welch tetap bisa ditulis di skripsi asal alasannya kamu jelasin.

Apa bedanya uji homogenitas dan uji heteroskedastisitas?

Dua-duanya soal varians, tapi beda tempat pakai. Uji homogenitas ngebandingin varians antar kelompok, misalnya omzet cabang A, B, dan C. Uji heteroskedastisitas ngecek varians residual di sepanjang garis regresi. ANOVA dan t-test pakai Levene, regresi pakai Glejser atau scatterplot residual.

Levene test signifikan padahal sampelnya besar, wajar nggak?

Wajar dan sering kejadian. Uji apa pun gampang signifikan pas sampel gede, karena selisih varians kecil pun kebaca nyata. Cek juga rasio varians terbesar dibagi terkecil. Kalau masih di bawah 3 dan jumlah anggota kelompok mirip, ANOVA biasa umumnya masih tahan.

Lanjut ke mana habis ini?

Yang perlu kamu pegang cuma tiga: Levene dipakai buat t-test dan ANOVA, Sig. di atas 0,05 itu hasil yang diharapkan, dan Welch plus Games-Howell jadi jalan keluar kalau gagal.

Gagal uji homogenitas bukan akhir penelitianmu. Itu cuma tanda kamu harus pindah ke versi uji yang lebih tahan sama sebaran yang timpang.

Habis ini lanjut ke uji multikolinearitas SPSS kalau analisismu regresi, atau mampir ke panduan visualisasi data buat nampilin perbandingan antar kelompok di bab 4.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)
Tips & Trik
18 Juli 2026•8 menit baca

Pandas to_excel: Ekspor DataFrame ke Excel (2026)

to_excel nyimpen DataFrame pandas jadi file Excel .xlsx. Ini cara pakainya, dari satu sheet sampai banyak sheet, plus setelan yang bikin hasilnya rapi.

BimaBima
Pandas read_excel: Baca File Excel di Python
Tips & Trik
16 Juli 2026•8 menit baca

Pandas read_excel: Baca File Excel di Python

pandas read_excel baca file Excel jadi DataFrame, bisa pilih sheet tertentu dan lompatin baris judul yang berantakan. Ini cara pakai plus parameter penting dengan contoh data toko.

BimaBima
Pandas read_csv: Baca File CSV di Python untuk Analis
Tips & Trik
14 Juli 2026•8 menit baca

Pandas read_csv: Baca File CSV di Python untuk Analis

pandas read_csv baca file CSV jadi DataFrame siap olah cuma satu baris kode. Ini cara pakai plus parameter penting kayak sep, encoding, dan usecols dengan contoh data toko.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore