Tableau Dual Axis: Gabung Dua Metrik dalam Satu Grafik (2026)
Blog/Dashboard & Visualisasi/Tableau Dual Axis: Gabung Dua Metrik dalam Satu Grafik (2026)

Tableau Dual Axis: Gabung Dua Metrik dalam Satu Grafik (2026)

BimaBima
·1 Desember 2026·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Dual axis di Tableau adalah cara nampilin dua measure dengan skala berbeda dalam satu grafik pakai dua sumbu vertikal. Kamu bikin dengan nyeret measure kedua ke sisi kanan area grafik sampai muncul garis putus-putus, lalu klik kanan sumbunya dan pilih Dual Axis. Cocok buat bandingin dua angka yang berhubungan tapi beda satuan, kayak penjualan dan jumlah transaksi.

Dual axis di Tableau adalah cara nampilin dua measure dengan skala beda dalam satu grafik pakai dua sumbu vertikal.

Ini kepakai pas kamu mau bandingin dua angka yang berhubungan tapi satuannya beda jauh. Penjualan dalam jutaan dan jumlah transaksi dalam puluhan, misalnya. Ditumpuk di satu sumbu, salah satunya bakal keliatan datar.

Aku bahas cara bikinnya langkah demi langkah, cara sinkronin sumbu, kapan sebaiknya dipakai, plus contoh pakai data penjualan toko.

Apa itu dual axis di Tableau?

Dual axis adalah fitur buat naruh dua measure di satu grafik dengan dua sumbu vertikal, satu di kiri dan satu di kanan. Tiap measure baca skalanya sendiri, jadi dua tren bisa keliatan jelas walaupun angkanya beda jauh.

Tanpa dual axis, dua measure dengan skala timpang bikin salah satu grafik gepeng nempel di dasar. Buat paham dasar bikin metrik sendiri, cek Tableau calculated field. Konsep dashboard-nya ada di glossary Dashboard.

Gimana cara bikin dual axis di Tableau?

Prosesnya cuma beberapa langkah. Aku pakai contoh data penjualan dengan dua measure, total penjualan dan jumlah transaksi.

  1. Seret Order Date ke Columns, atur ke level Month biar jadi sumbu waktu.
  2. Seret Penjualan ke Rows. Muncul grafik pertama.
  3. Seret Jumlah Transaksi ke sisi kanan area grafik. Tunggu sampai muncul garis putus-putus vertikal, lalu lepas. Ini bikin sumbu kedua di kanan.
  4. Klik kanan di sumbu kanan, pilih Dual Axis. Dua grafik sekarang numpuk jadi satu.

Setelah numpuk, kamu bisa atur tampilan tiap measure. Di kartu Marks bakal ada dua bagian, satu per measure. Pilih salah satu, ganti tipenya jadi Bar, dan biarin yang lain jadi Line. Hasilnya grafik gabungan bar dan garis.

Kalau garis putus-putus nggak muncul pas nyeret, arahin kursor persis ke tepi kanan area grafik. Zona lepasnya sempit, jadi pelan-pelan aja.

Gimana cara sinkronkan sumbu dual axis?

Klik kanan sumbu sebelah kanan, lalu pilih Synchronize Axis. Dua sumbu langsung pakai skala sama, jadi tinggi kedua measure bisa dibandingin adil. Opsi ini cuma nyala kalau kedua measure tipe angkanya cocok.

Tapi hati-hati. Sinkronin sumbu cuma masuk akal kalau kedua measure pakai satuan sama. Dua-duanya rupiah, misalnya penjualan tahun ini dan tahun lalu.

Kalau satuannya beda, kayak rupiah lawan jumlah transaksi, jangan disinkronin. Skala keduanya emang harus beda, dan itu justru gunanya dual axis. Maksa sinkron malah bikin salah satu measure nempel di dasar lagi.

Satu hal lagi. Setelah sinkron, cek apakah dua sumbu mulai dari nol yang sama. Klik kanan sumbu, buka Edit Axis, dan samain range-nya kalau perlu biar nggak nyesatin pembaca.

Kapan pakai dual axis, kapan nggak?

SituasiPakai dual axis?
Dua metrik beda satuan, berhubungan (penjualan vs transaksi)Ya, tanpa sinkron sumbu
Metrik sama satuan, beda periode (2025 vs 2026)Ya, dengan sinkron sumbu
Metrik aktual vs targetYa, sinkron sumbu
Lebih dari dua metrik skala bedaNggak, pakai grafik terpisah
Dua metrik skala miripNggak perlu, cukup satu sumbu

Aturan simpelnya, dual axis buat dua metrik. Lebih dari itu, grafiknya jadi ramai dan susah dibaca. Kalau butuh banyak metrik, susun beberapa grafik dalam satu dashboard. Filter interaktifnya bisa kamu atur kayak di Tableau parameter.

Contoh kasus: penjualan vs transaksi toko_berkah

Toko_berkah mau lihat hubungan antara total penjualan dan jumlah transaksi per bulan. Penjualan dalam jutaan, transaksi dalam ratusan. Skalanya beda jauh, pas banget buat dual axis.

Setelah bikin dual axis dengan penjualan jadi bar dan transaksi jadi garis, polanya langsung kelihatan. Bulan Juni, penjualan naik 40% dari Mei, tapi jumlah transaksi cuma naik 12%.

Angka ini nunjukin sesuatu yang penting. Kenaikan penjualan Juni bukan dari lebih banyak pembeli, tapi dari nilai belanja per transaksi yang lebih gede. Rata-rata belanja naik dari 85 ribu jadi 106 ribu per transaksi.

Insight kayak gini susah kelihatan kalau dua measure dipisah di grafik berbeda. Ditumpuk dengan dual axis, jarak antara batang penjualan dan garis transaksi langsung cerita: pembeli lebih sedikit, tapi belanja lebih banyak. Tim bisa fokus jaga nilai belanja tinggi ini, bukan sekadar ngejar jumlah pengunjung.

Kesalahan umum pakai dual axis

  • Sinkronin sumbu padahal satuannya beda. Rupiah dan jumlah nggak boleh disamain skalanya. Sinkron cuma buat satuan sama.
  • Lupa sinkron padahal satuannya sama. Dua measure rupiah tanpa sinkron bikin perbandingan tingginya bohong.
  • Numpuk lebih dari dua measure. Grafiknya jadi ramai. Batasin dua, sisanya taruh di grafik lain.
  • Warna dua measure mirip. Kasih warna kontras biar pembaca gampang bedain mana bar mana garis.
  • Sumbu mulai dari angka beda. Setelah sinkron, cek range dua sumbu biar sama-sama mulai dari nol kalau relevan.

FAQ

Apa itu dual axis di Tableau?

Dual axis adalah fitur Tableau buat nampilin dua measure dalam satu grafik dengan dua sumbu vertikal terpisah, satu di kiri satu di kanan. Ini berguna waktu dua metrik punya skala beda jauh, misalnya penjualan dalam jutaan dan jumlah transaksi dalam puluhan. Tanpa dual axis, salah satu grafik bakal kelihatan datar. Dengan dua sumbu, kedua tren keliatan jelas berdampingan.

Gimana cara bikin dual axis di Tableau?

Taruh measure pertama di Rows, lalu seret measure kedua ke sisi kanan area grafik sampai muncul garis putus-putus dua sumbu. Setelah dua sumbu muncul, klik kanan di sumbu sebelah kanan dan pilih Dual Axis. Kedua measure sekarang numpuk di satu grafik. Kamu bisa atur tipe mark tiap measure lewat kartu Marks, misalnya satu jadi bar dan satu jadi garis.

Kenapa sumbu dual axis di Tableau perlu disinkronkan?

Karena secara default kedua sumbu punya skala sendiri-sendiri, jadi perbandingan visualnya bisa nyesatin. Kalau kedua measure pakai satuan sama, misalnya dua-duanya rupiah, sinkronin sumbunya biar tingginya bisa dibandingin adil. Caranya klik kanan sumbu kanan lalu pilih Synchronize Axis. Tapi kalau satuannya beda, kayak rupiah dan jumlah, jangan disinkronin karena skalanya emang harus beda.

Apa bedanya dual axis sama combo chart di Tableau?

Dual axis itu teknik yang bikin dua sumbu vertikal dalam satu grafik. Combo chart itu hasil visualnya, grafik yang gabungin dua tipe mark berbeda kayak bar dan garis. Di Tableau, kamu bikin combo chart justru pakai dual axis, lalu ganti tipe mark tiap measure. Jadi dual axis adalah caranya, combo chart salah satu hasil yang bisa kamu buat darinya.

Apakah dual axis bisa dipakai buat lebih dari dua measure?

Tableau cuma ngasih dua sumbu vertikal, jadi dual axis maksimal buat dua measure yang punya sumbu terpisah. Tapi kamu bisa numpuk beberapa measure di satu sumbu lewat Measure Values kalau skalanya mirip. Kalau butuh banyak metrik dengan skala beda-beda, mendingan pakai beberapa grafik terpisah dalam satu dashboard. Maksain terlalu banyak garis di satu grafik malah bikin susah dibaca.

Lanjut praktek

Tiga hal yang perlu nempel. Seret measure kedua ke tepi kanan buat bikin sumbu, klik kanan lalu Dual Axis buat numpuk, dan sinkronin sumbu cuma kalau satuannya sama.

Habis nyaman sama dual axis, lanjut bikin metrik custom di Tableau LOD expression biar grafiknya makin tajam. Detail resminya ada di dokumentasi Tableau. Mau latihan visualisasi dari nol? Cek materi di Ngulik Data dan mulai ngulik dashboard pertamamu.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Small Multiples: Teknik Visualisasi Perbandingan (2026)
Dashboard & Visualisasi
31 Desember 2026•7 menit baca

Small Multiples: Teknik Visualisasi Perbandingan (2026)

Satu grafik penuh garis warna-warni bikin mata mumet. Small multiples mecahnya jadi grafik kecil sejenis biar perbandingan antar grup langsung kelihatan. Ini caranya.

BimaBima
Bubble Chart: Kapan Dipakai dan Cara Membacanya (2026)
Dashboard & Visualisasi
28 Desember 2026•7 menit baca

Bubble Chart: Kapan Dipakai dan Cara Membacanya (2026)

Bubble chart bisa nunjukin tiga angka sekaligus, tapi gampang bikin salah baca. Ini kapan dia beneran kepake, cara bacanya, plus contoh dari 5 cabang toko.

BimaBima
Treemap: Visualisasi Data Hierarki
Dashboard & Visualisasi
25 Desember 2026•8 menit baca

Treemap: Visualisasi Data Hierarki

Treemap ngerangkum data hierarki jadi kotak bertingkat yang ukurannya mewakili nilai. Ini cara baca dan bikinnya, plus kapan sebaiknya dipakai.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore