Treemap: Visualisasi Data Hierarki
TL;DR
Treemap adalah grafik yang nampilin data hierarki lewat kotak bertingkat, di mana ukuran tiap kotak mewakili besar nilainya. Grafik ini pas buat nunjukin komposisi dari banyak kategori dan subkategori dalam satu layar, misalnya kontribusi tiap produk ke total omzet. Kamu bisa bikinnya di Excel, Looker Studio, atau Power BI tanpa koding.
Treemap adalah grafik yang nampilin data hierarki lewat kotak bertingkat, di mana ukuran tiap kotak mewakili besar nilainya.
Kalau kamu pernah lihat satu gambar penuh kotak warna-warni yang nunjukin komposisi pasar saham atau kategori produk, itu treemap. Satu layar bisa ngerangkum puluhan kategori sekaligus.
Di artikel ini kamu bakal tau cara baca treemap, cara bikinnya di Excel dan Looker Studio, dan kapan grafik ini layak dipakai dibanding pie chart atau bar chart.
Apa itu treemap?
Treemap adalah cara nampilin data hierarki dengan kotak bersarang. Tiap kotak mewakili satu kategori, dan luas kotak sebanding dengan nilainya. Makin besar nilainya, makin besar kotaknya. Kategori induk jadi blok besar, subkategori jadi kotak kecil di dalamnya.
Dua hal yang diwakili treemap: ukuran buat nilai, dan warna buat kategori atau nilai kedua. Kombinasi ini bikin treemap bisa nunjukin banyak informasi dalam ruang yang sempit.
Buat konteks lebih luas soal jenis grafik, cek glosarium visualisasi data.
Kapan sebaiknya pakai treemap?
Pakai treemap waktu kamu mau nunjukin komposisi dari banyak kategori, apalagi kalau ada tingkatannya. Treemap unggul saat pie chart udah kepenuhan dan bar chart butuh scroll panjang. Satu treemap muat puluhan item dalam satu layar tanpa kehilangan struktur.
Skenario yang pas buat treemap:
- Kontribusi tiap produk atau kategori ke total penjualan.
- Alokasi anggaran per departemen dan sub-departemen.
- Komposisi portofolio investasi.
- Ukuran file atau folder di dalam sistem penyimpanan.
Kalau datamu cuma 3 sampai 4 kategori sederhana, treemap malah berlebihan. Pie chart atau bar chart lebih gampang dibaca.
Gimana cara baca treemap?
Baca treemap lewat tiga hal: ukuran kotak, posisi, dan warna. Kotak paling besar adalah kontributor terbesar, dan biasanya ditaruh di pojok kiri atas. Kotak makin ke kanan bawah makin kecil nilainya. Warna ngelompokin kotak yang satu kategori induk.
Mata manusia payah ngukur luas secara presisi. Jadi treemap bagus buat nangkap gambaran besar, siapa yang dominan dan siapa yang kecil, tapi jelek buat baca selisih angka yang tipis. Solusinya selalu kasih label angka di tiap kotak.
Gimana cara bikin treemap?
Cara paling cepat bikin treemap ada di Excel, tanpa koding. Susun data dua kolom (kategori induk, subkategori) plus satu kolom nilai, blok semuanya, lalu masuk menu Insert.
- Susun data: kolom kategori, subkategori, dan nilai.
- Blok seluruh data termasuk header.
- Klik Insert, lalu grup Insert Hierarchy Chart, pilih Treemap.
- Klik kanan grafik, pilih Format Data Labels, aktifkan Value biar angkanya muncul.
Di Looker Studio, tambahin chart, pilih tipe Treemap, taruh dimensi di bagian Dimension dan angka di bagian Metric. Buat dashboard yang lebih lengkap, baca panduan Looker Studio untuk pemula.
Contoh kasus: kategori produk mega_retail
Ambil dataset mega_retail, sebuah retail multi-kategori. Aku bikin treemap dari omzet tahunan per kategori produk. Hasilnya langsung kelihatan: kategori Elektronik nyumbang 42% dari total omzet, jadi satu blok besar yang mendominasi setengah layar.
| Kategori | Omzet (Rp miliar) | Porsi |
|---|---|---|
| Elektronik | 4,2 | 42% |
| Fashion | 2,5 | 25% |
| Rumah Tangga | 1,8 | 18% |
| Makanan | 1,0 | 10% |
| Lainnya | 0,5 | 5% |
Yang menarik, di dalam blok Elektronik, subkategori HP sendirian ngambil lebih dari setengahnya. Insight kayak gini susah kelihatan di tabel biasa, tapi langsung nyodok mata di treemap.
Kesalahan umum pakai treemap
Treemap gampang disalahpakai. Ini jebakan yang paling sering.
- Pakai buat perbandingan presisi. Mata gak bisa ngukur luas dengan akurat. Buat bandingin angka pasti, pakai bar chart.
- Kategori kebanyakan tanpa label. Kotak kecil tanpa angka jadi teka-teki. Kasih label atau gabung item kecil jadi 'Lainnya'.
- Pakai buat data tren waktu. Treemap gak bisa nunjukin perubahan lewat waktu. Buat itu pakai line chart.
- Warna asal. Warna harusnya punya arti, misalnya bedain kategori induk. Jangan cuma buat cantik-cantik.
FAQ
Pertanyaan yang sering muncul soal treemap.
Penutup
Treemap alat yang kuat buat nunjukin komposisi banyak kategori dalam satu layar, apalagi kalau datanya bertingkat. Ingat aturannya: ukuran kotak buat nilai, warna buat kategori, dan selalu kasih label angka.
Tapi treemap bukan alat buat perbandingan presisi atau tren waktu. Buat itu, bar chart dan line chart lebih tepat.
Mau latihan bikin visualisasi dari data nyata? Cek template dashboard di NgulikData dan lanjut baca panduan Looker Studio. Buat referensi resmi tipe grafik, dokumentasi treemap di Excel ngejelasin langkahnya detail.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Bubble Chart: Kapan Dipakai dan Cara Membacanya (2026)
Bubble chart bisa nunjukin tiga angka sekaligus, tapi gampang bikin salah baca. Ini kapan dia beneran kepake, cara bacanya, plus contoh dari 5 cabang toko.
Diagram Sankey: Kapan dan Cara Membuatnya
Diagram Sankey nunjukin aliran data lewat pita yang lebarnya ngikutin nilai. Ini kapan cocok dipakai, cara bacanya, dan tool paling gampang buat bikin.
Cara Membuat Dashboard untuk Eksekutif (2026)
Dashboard eksekutif yang bagus cukup satu layar dan lima angka. Ini cara milih metrik, nyusun layout, dan bikin owner ambil keputusan cepat.