Diagram Sankey: Kapan dan Cara Membuatnya
TL;DR
Diagram Sankey adalah grafik yang nunjukin aliran data dari satu titik ke titik lain, di mana lebar tiap pita sebanding dengan besar nilainya. Cocok buat nampilin alur seperti sumber traffic ke konversi, aliran anggaran, atau perpindahan pelanggan antar kategori. Kamu bisa bikinnya tanpa coding pakai Flourish, atau lewat Power BI dan Python buat kontrol lebih.
Diagram Sankey adalah grafik yang nunjukin aliran data dari satu titik ke titik lain, di mana lebar tiap pita ngikutin besar nilainya.
Makin lebar pitanya, makin besar nilai yang ngalir. Grafik ini kepakai buat nampilin alur, misalnya dari mana traffic web datang dan berakhir di mana. Aku bakal jelasin kapan Sankey cocok dipakai, cara bacanya, dan tool paling gampang buat bikin.
Apa itu diagram Sankey?
Diagram Sankey adalah visualisasi yang nampilin aliran nilai antar tahap atau kategori lewat pita penghubung. Lebar tiap pita sebanding dengan besar nilai yang mengalir, jadi kamu bisa lihat proporsi hanya dari tebal tipisnya. Grafik ini pertama dipakai buat gambarin aliran energi, tapi sekarang umum di analisis bisnis.
Tiap sisi punya simpul (node) yang mewakili kategori, dan pita yang ngubungin simpul kiri ke kanan. Aliran selalu punya arah, dari sumber ke tujuan. Ini yang bikin Sankey beda dari grafik batang biasa.
Kapan sebaiknya pakai diagram Sankey?
Pakai diagram Sankey saat kamu mau nunjukin aliran atau perpindahan nilai antar kategori, bukan cuma perbandingan angka. Cocok buat kasus seperti sumber traffic yang mengalir ke jenis konversi, alur anggaran dari pemasukan ke pos pengeluaran, atau perpindahan pelanggan antar segmen. Intinya, ada perjalanan nilai dari titik A ke titik B.
Kalau kamu cuma mau banding besar angka antar kategori, grafik batang lebih jelas dan lebih gampang dibaca. Sankey baru unggul saat aliran dan proporsinya yang jadi cerita utama. Salah pilih bikin pembaca bingung.
Gimana cara baca diagram Sankey?
Baca Sankey dari kiri ke kanan, ngikutin arah aliran. Simpul di kiri adalah sumber, simpul di kanan tujuan, dan pita di tengah nunjukin berapa banyak yang pindah dari satu ke lainnya. Perhatiin lebar pita: yang tebal berarti nilai besar, yang tipis berarti kecil.
Satu simpul bisa mecah jadi beberapa pita ke tujuan berbeda. Total lebar pita yang keluar dari sebuah simpul sama dengan nilai simpul itu. Ini yang bikin kamu bisa lihat, misalnya, dari 100 pengunjung berapa yang beli dan berapa yang pergi.
Tool apa buat bikin diagram Sankey?
Ada beberapa pilihan sesuai kebutuhan dan skill kamu.
| Tool | Butuh coding? | Cocok buat |
|---|---|---|
| Flourish | Nggak | Cepat, tanpa kode, hasil rapi |
| Power BI | Nggak (pakai visual custom) | Dashboard bisnis |
| Python (Plotly) | Ya | Kontrol penuh, otomatisasi |
| Google Sheets | Sedikit | Data kecil, cepat |
Buat pemula yang nggak mau ribet, Flourish jalur tercepat. Tinggal tempel data dan pilih template Sankey. Buat yang udah nyaman kode, Plotly di Python kasih kontrol paling detail. Kalau kamu kerja di ekosistem Microsoft, cari visual Sankey di Power BI marketplace.
Contoh kasus: alur traffic toko_berkah
Aku pakai data 30 hari traffic toko online toko_berkah. Aku petakan alur dari sumber kunjungan ke hasil akhir: beli, lihat-lihat, atau langsung pergi.
| Sumber | Beli | Lihat-lihat | Pergi |
|---|---|---|---|
| 320 | 1.100 | 2.580 | |
| 210 | 640 | 1.150 | |
| Langsung | 95 | 180 | 225 |
Di diagram Sankey, pita paling tebal jelas kelihatan dari Instagram ke Pergi. Insight-nya: Instagram narik traffic paling banyak, tapi tingkat belinya cuma 8%. Sementara pengunjung Langsung, walau sedikit, punya tingkat beli 19%, lebih dari dua kali lipat.
Angka ini susah kelihatan kalau cuma tabel. Di Sankey, ketebalan pita bikin pola konversi lemah dari Instagram langsung ketahuan dalam sekali pandang. Buat pemilik toko, ini sinyal buat perbaiki kualitas traffic dari media sosial.
Kesalahan umum
Kesalahan pertama: pakai Sankey buat data yang nggak punya alur. Kalau datamu cuma perbandingan kategori tanpa perpindahan, grafik batang lebih tepat. Sankey yang dipaksakan malah bikin bingung.
Kesalahan kedua: kebanyakan simpul dan pita dalam satu diagram. Kalau ada 20 kategori dengan ratusan pita, gambarnya jadi kusut dan nggak terbaca. Batasi jumlah kategori, atau gabungin yang kecil jadi kelompok Lainnya.
Kesalahan ketiga: lupa kasih label nilai di pita utama. Lebar pita nunjukin proporsi, tapi angka pasti tetap perlu buat pembaca yang mau detail. Kombinasi keduanya bikin diagram informatif.
FAQ
Apa bedanya diagram Sankey dan funnel chart?
Funnel chart nunjukin penyusutan jumlah di tiap tahap secara berurutan, misalnya dari kunjungan sampai pembelian. Diagram Sankey lebih fleksibel, dia bisa nunjukin aliran bercabang ke banyak tujuan sekaligus, bukan cuma satu jalur menurun. Pakai funnel buat tahap linear, Sankey buat aliran yang mecah dan gabung.
Bisa bikin diagram Sankey di Excel?
Excel nggak punya tipe grafik Sankey bawaan. Kamu bisa akalin pakai add-in pihak ketiga atau bikin manual yang ribet. Buat hasil rapi tanpa repot, lebih baik pakai Flourish yang gratis buat pemakaian dasar, atau Power BI kalau butuh masuk ke dashboard. Excel bukan tool terbaik buat kasus ini.
Berapa banyak kategori ideal di Sankey?
Usahakan di bawah 10 simpul per sisi biar diagram tetap terbaca. Lebih dari itu, pita jadi numpuk dan susah diikuti mata. Kalau datamu punya banyak kategori kecil, gabungin yang di bawah ambang tertentu jadi satu kelompok Lainnya. Kesederhanaan bikin Sankey efektif.
Apakah diagram Sankey cocok buat presentasi ke atasan?
Cocok, asal alurnya sederhana dan diberi label jelas. Sankey bagus buat nunjukin cerita perpindahan, misalnya dari mana budget habis atau ke mana pelanggan pergi. Tapi kalau audiens belum familiar, kasih satu kalimat penjelasan cara bacanya. Diagram yang butuh manual bacaan panjang justru gagal di ruang rapat.
Data seperti apa yang dibutuhkan buat Sankey?
Kamu butuh data dalam format tiga kolom: sumber, tujuan, dan nilai. Tiap baris mewakili satu aliran, misalnya Instagram ke Beli sebanyak 320. Format ini yang dibaca hampir semua tool Sankey. Kalau datamu masih dalam bentuk tabel silang, ubah dulu ke format panjang ini sebelum bikin diagram.
Penutup
Tiga hal yang perlu kamu inget soal diagram Sankey.
- Dia nunjukin aliran nilai antar kategori, dengan lebar pita sebanding besar nilai.
- Pakai saat ada perpindahan atau alur, bukan sekadar perbandingan angka.
- Flourish paling cepat buat pemula, Plotly buat yang mau kontrol penuh.
Mau lanjut ke visualisasi lain buat dashboard? Pelajari cara bikin grafik cepat dari DataFrame pakai pandas. Buat yang kerja di Power BI, kuatin juga dasar perhitungannya lewat DAX CALCULATE.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Bubble Chart: Kapan Dipakai dan Cara Membacanya (2026)
Bubble chart bisa nunjukin tiga angka sekaligus, tapi gampang bikin salah baca. Ini kapan dia beneran kepake, cara bacanya, plus contoh dari 5 cabang toko.
Treemap: Visualisasi Data Hierarki
Treemap ngerangkum data hierarki jadi kotak bertingkat yang ukurannya mewakili nilai. Ini cara baca dan bikinnya, plus kapan sebaiknya dipakai.
Membuat Dashboard Real-Time: Konsep dan Tools (2026)
Dashboard real-time update sendiri tiap ada data baru. Ini konsep push vs polling, tools yang cocok buat UMKM, dan kapan kamu beneran butuh yang real-time.