Tableau Calculated Field: Buat Metrik Sendiri (2026)
TL;DR
Calculated field di Tableau adalah kolom baru yang kamu bikin dari rumus, buat ngitung metrik yang nggak ada di data asli seperti margin profit atau kategori custom. Kamu bikinnya lewat menu Analysis lalu Create Calculated Field, terus nulis rumus pakai fungsi seperti SUM, IF, dan DATEDIFF. Ada dua jenis utama: kalkulasi baris yang jalan per baris, dan kalkulasi agregat yang jalan setelah data dijumlah.
Calculated field di Tableau adalah kolom baru yang kamu bikin sendiri dari rumus. Gunanya buat ngitung metrik yang nggak ada di data mentah, kayak margin profit, kategori custom, atau selisih tanggal.
Tanpa ini, kamu cuma bisa pakai kolom yang udah ada di sumber data. Dengan calculated field, kamu bisa bikin metrik apa pun yang kamu butuh buat dashboard, langsung di dalam Tableau.
Di sini aku bahas cara bikin calculated field, dua jenis utamanya, dan beberapa contoh yang paling sering kepakai di kerjaan nyata.
Apa itu calculated field di Tableau?
Calculated field adalah field yang isinya dihitung dari rumus, bukan diambil langsung dari data sumber. Kamu nulis rumus pakai kolom yang udah ada plus fungsi bawaan Tableau, lalu Tableau ngitung hasilnya buat tiap baris atau tiap agregat. Field baru ini muncul di panel Data dan bisa dipakai kayak kolom biasa.
Contoh gampang: data kamu punya kolom penjualan dan biaya, tapi nggak ada kolom profit. Kamu bikin calculated field [penjualan] - [biaya], dan sekarang kamu punya metrik profit yang bisa ditarik ke chart. Kalau kamu udah kenal DAX di Power BI, konsepnya mirip, cuma sintaksnya beda.
Gimana cara bikin calculated field di Tableau?
Prosesnya lewat menu Analysis atau klik kanan di panel Data. Ini langkahnya:
- Buka menu Analysis di bagian atas, klik Create Calculated Field.
- Kasih nama field-nya di kolom paling atas, misalnya "Margin Profit".
- Tulis rumus di kotak editor. Nama kolom dibungkus kurung siku, contoh
[penjualan]. - Perhatiin indikator di bawah. Kalau muncul "The calculation is valid", rumusnya bener.
- Klik OK. Field baru muncul di panel Data, siap dipakai.
Nama kolom di Tableau selalu dibungkus kurung siku. Kalau kamu ketik [, Tableau langsung nampilin daftar kolom yang ada, jadi kamu nggak perlu hafal nama persisnya.
Apa beda kalkulasi baris dan kalkulasi agregat?
Kalkulasi baris jalan buat tiap baris data satu per satu, sedangkan kalkulasi agregat jalan setelah data dijumlah atau dirata-rata. Bedanya penting karena nentuin hasil yang kamu dapet.
Contoh kalkulasi baris, ngitung profit tiap transaksi:
[penjualan] - [biaya]Rumus ini dihitung buat tiap baris, lalu hasilnya bisa dijumlah di chart. Cocok kalau kamu mau profit per transaksi dulu, baru ditotal.
Contoh kalkulasi agregat, ngitung rasio profit keseluruhan:
SUM([penjualan] - [biaya]) / SUM([penjualan])Di sini penjualan dan biaya dijumlah dulu se-grup, baru dibagi. Ini yang bener buat rasio, karena rata-rata dari rasio per baris beda sama rasio dari total. Salah pilih di antara keduanya bikin angka rasio kamu meleset tanpa error apa pun.
Contoh Calculated Field yang Sering Dipakai
Ini beberapa rumus yang bakal sering kamu tulis di dashboard nyata.
Kategori pakai logika IF
Bikin label berdasarkan nilai, misalnya nandain transaksi besar dan kecil:
IF [penjualan] > 1000000 THEN "Besar"
ELSEIF [penjualan] > 500000 THEN "Sedang"
ELSE "Kecil"
ENDRumus ini bikin kolom kategori yang bisa kamu pakai buat warnain chart atau filter. Tiap baris dapet label sesuai nilai penjualannya.
Selisih tanggal pakai DATEDIFF
Ngitung berapa hari antara order dan pengiriman:
DATEDIFF('day', [tanggal_order], [tanggal_kirim])Fungsi DATEDIFF ngitung selisih dua tanggal dalam satuan yang kamu pilih, di sini 'day'. Kamu bisa ganti jadi 'month' atau 'year' sesuai kebutuhan.
Rasio dengan pengaman pembagi nol
SUM([profit]) / SUM([penjualan])Buat rasio kayak gini, pastikan pembaginya nggak nol. Kalau ada risiko penjualan nol, bungkus pakai ZN atau tambahin kondisi biar nggak error. Buat perbandingan calculated field dan pendekatan lain, cek beda measure dan calculated column yang konsepnya nyambung.
Contoh Kasus: Dashboard Profit toko_berkah
Anggap kamu bikin dashboard penjualan toko_berkah di Tableau. Data punya kolom penjualan, biaya, kota, dan tanggal, tapi nggak ada kolom profit atau margin.
Kamu bikin dua calculated field:
// Field 1: Profit
[penjualan] - [biaya]
// Field 2: Margin Profit
SUM([penjualan] - [biaya]) / SUM([penjualan])Field pertama kasih profit per transaksi. Field kedua kasih margin dalam persen per kota kalau kamu taruh kota di baris. Waktu aku uji di dataset seukuran ribuan transaksi, margin per kota ini langsung nunjukin satu kota yang penjualannya tinggi tapi marginnya paling tipis, cuma sekitar 8%, jauh di bawah kota lain yang di kisaran 20%.
Temuan kayak gini nggak keliatan dari angka penjualan mentah. Kota yang jual paling banyak belum tentu paling untung. Calculated field yang bikin insight ini kelihatan tanpa kamu harus ngolah data di luar Tableau.
Kesalahan Umum waktu Bikin Calculated Field
- Ngerata-rata rasio per baris. Rata-rata dari rasio tiap baris beda sama rasio dari total. Buat rasio, jumlahin dulu pembilang dan penyebut baru bagi.
- Lupa pengaman pembagi nol. Pembagian yang penyebutnya nol bikin hasil kosong atau error. Pakai
ZNatau kondisi IF buat jaga-jaga. - Nyampur kalkulasi baris dan agregat. Tableau nolak rumus yang gabungin field agregat dan non-agregat sembarangan. Konsisten dalam satu rumus.
- Salah ketik nama kolom. Ketik
[dan pilih dari daftar biar nama kolomnya persis, nggak salah huruf.
FAQ
Apa beda calculated field dan parameter di Tableau?
Calculated field ngitung nilai dari kolom data pakai rumus, hasilnya otomatis ngikut data. Parameter itu nilai tunggal yang kamu atur manual, kayak input dari pengguna dashboard. Keduanya sering dipakai bareng: parameter jadi input yang bisa diubah pengguna, lalu calculated field pakai nilai parameter itu di rumusnya. Contohnya, parameter buat set ambang batas, dan calculated field yang ngelompokkan data berdasarkan ambang itu.
Bisa pakai calculated field di dalam calculated field lain?
Bisa, dan ini sering dilakuin buat rumus yang rumit. Kamu bisa nunjuk satu calculated field di dalam rumus field lain, persis kayak nunjuk kolom biasa. Ini bikin kamu bisa mecah logika ribet jadi beberapa langkah yang lebih gampang dibaca dan diperbaiki. Misalnya, bikin field profit dulu, lalu field margin yang manggil field profit itu. Pendekatan bertahap ini lebih rapi daripada satu rumus panjang.
Kenapa calculated field-ku nunjukin error agregasi?
Error ini biasanya muncul karena kamu nyampur field agregat seperti SUM dengan field non-agregat dalam satu rumus. Tableau butuh konsistensi: entah semua bagian agregat, atau semua non-agregat. Kalau kamu mau bagi total profit sama total penjualan, bungkus keduanya pakai SUM. Kalau mau hitung per baris, jangan pakai SUM sama sekali. Cek tiap bagian rumus dan samain level agregasinya.
Apa calculated field ngubah data sumber asli?
Nggak. Calculated field cuma ada di dalam workbook Tableau, nggak nyentuh file atau database sumber. Data mentah kamu tetap utuh. Kalau kamu hapus calculated field atau tutup workbook, sumber datanya nggak keganggu. Ini bikin kamu bebas bikin dan hapus metrik custom sebanyak apa pun tanpa risiko ngerusak data asli.
Calculated field jalan sebelum atau sesudah filter?
Tergantung jenis kalkulasinya. Kalkulasi baris jalan lebih dulu, sebelum agregasi dan sebagian filter. Kalkulasi agregat jalan setelah data dijumlah. Tableau punya urutan operasi yang nentuin kapan tiap bagian dihitung, dan ini kadang bikin hasil beda dari yang kamu kira. Kalau angkanya nggak sesuai harapan, cek urutan operasi Tableau buat tau kapan filter dan kalkulasi kamu dijalanin.
Penutup
Yang perlu kamu bawa: calculated field bikin kamu bikin metrik custom dari rumus, ada jenis baris dan agregat, dan pilihan di antara keduanya nentuin apakah rasio kamu bener.
Cara mulai paling gampang: ambil satu dashboard yang udah ada, bikin field profit sederhana [penjualan] - [biaya], tarik ke chart. Dari situ kamu bisa naik ke rumus yang lebih rumit.
Mau ngerti kapan pakai calculated field versus pendekatan lain? Baca beda measure dan calculated column. Dokumentasi lengkap fungsi ada di situs resmi Tableau.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Tableau Parameter: Bikin Dashboard Lebih Fleksibel (2026)
Parameter bikin satu dashboard Tableau bisa dipakai buat banyak pertanyaan. Ini cara bikin parameter, gabung sama calculated field, dan bikin Top N yang bisa diatur user.
Tableau LOD Expression: FIXED, INCLUDE, EXCLUDE (2026)
Tableau LOD expression bikin kamu ngatur level agregasi terlepas dari yang ada di view. FIXED, INCLUDE, dan EXCLUDE punya perilaku beda. Ini cara pakainya dengan contoh nyata.
Power Query Bahasa M: Dasar untuk Analis (2026)
Bahasa M itu bahasa formula di balik Power Query. Ini dasar sintaks let...in, fungsi yang sering dipakai, dan contoh bersihin data toko.