TL;DR
Rumus SUMPRODUCT Excel ngaliin nilai dari dua array atau lebih baris per baris, terus jumlahin semua hasil kalinya jadi satu angka. Sintaksnya =SUMPRODUCT(array1; [array2]; ...) dan semua array wajib punya jumlah baris yang sama, kalau beda hasilnya #VALUE!. Karena kondisi logika di dalam SUMPRODUCT otomatis berubah jadi 1 (benar) dan 0 (salah), rumus ini bisa dipakai buat hitung total dengan banyak kriteria sekaligus tanpa perlu kolom bantu.
SUMPRODUCT ngaliin dua kolom atau lebih baris per baris, terus semua hasil perkaliannya dijumlahin jadi satu angka. Satu rumus, tanpa kolom bantu.
Kedengeran sepele. Tapi begitu kamu tau kalau kondisi logika di dalam SUMPRODUCT otomatis berubah jadi angka 1 dan 0, fungsi ini berubah jadi alat hitung multi kriteria yang jauh lebih bebas dari SUMIFS.
Di bawah ini cara kerjanya, contoh nyata pakai data penjualan toko, dan jebakan yang bikin hasilnya salah tanpa kamu sadar.
SUMPRODUCT itu fungsi Excel yang ngaliin nilai dari beberapa array di posisi baris yang sama, terus jumlahin semua hasil kalinya jadi satu angka. Nama fungsinya literal: SUM (jumlah) dari PRODUCT (perkalian).
Sintaksnya:
=SUMPRODUCT(array1; [array2]; [array3]; ...)
Cuma array1 yang wajib. Sisanya opsional, tapi kamu boleh kasih sampai 255 array.
Satu aturan yang gak bisa ditawar: semua array harus punya jumlah baris dan kolom yang sama. Kalau beda, Excel langsung balas #VALUE!.
Anggap kamu punya data pesanan kayak gini:
| Baris | Produk (A) | Qty (B) | Harga Satuan (C) |
|---|---|---|---|
| 2 | Kopi Gayo 250g | 12 | 65.000 |
| 3 | Kopi Toraja 250g | 8 | 72.000 |
| 4 | Gula Aren 500g | 20 | 28.000 |
Mau tau total omzet? Cara lama: bikin kolom D isinya =B2*C2, tarik ke bawah, terus SUM kolom D.
Cara SUMPRODUCT:
=SUMPRODUCT(B2:B4; C2:C4)
Excel ngerjain ini di belakang layar:
(12 x 65.000) + (8 x 72.000) + (20 x 28.000)
= 780.000 + 576.000 + 560.000
= 1.916.000
Hasilnya 1.916.000. Kolom bantu gak pernah dibikin. Kalau kamu mau baca spesifikasi resminya, ada di dokumentasi SUMPRODUCT di Microsoft Support.
Kolom bantu itu utang teknis. Sekali ada yang sort data tanpa milih semua kolom, hubungan antar barisnya rusak dan angkanya ngaco diam-diam. SUMPRODUCT gak nyimpen apa-apa di sheet, jadi gak ada yang bisa rusak.
Ini bagian yang bikin SUMPRODUCT beda dari fungsi lain.
Di Excel, hasil perbandingan itu TRUE atau FALSE. Waktu TRUE dan FALSE masuk operasi matematika, mereka berubah jadi angka: TRUE = 1, FALSE = 0.
Jadi kalau kamu tulis (A2:A100="Bandung"), yang dilihat Excel adalah deretan 1 dan 0.
Kalikan deretan itu sama kolom omzet, dan baris yang bukan Bandung otomatis jadi nol. Kena kali nol, hilang.
Polanya:
=SUMPRODUCT((kondisi1) * (kondisi2) * (kolom_yang_dijumlah))
Contoh: total omzet produk kategori Kopi yang dijual di cabang Bandung.
=SUMPRODUCT((A2:A500="Kopi") * (B2:B500="Bandung") * (C2:C500))
Baris yang lolos dua kondisi itu nilainya 1 * 1 = 1, jadi omzetnya ikut dihitung penuh. Baris yang gagal salah satu kondisi jadi 1 * 0 = 0, omzetnya dianggap nol.
Tanda bintang di antara kondisi itu artinya AND. Semua kondisi harus kepenuhan. Mau OR? Ganti bintangnya jadi tanda plus.
=SUMPRODUCT(((A2:A500="Kopi") + (A2:A500="Teh")) * (C2:C500))
Buang kolom angkanya, sisakan kondisinya doang:
=SUMPRODUCT((A2:A500="Kopi") * (B2:B500="Bandung"))
Hasilnya jumlah transaksi yang cocok. Fungsinya mirip COUNTIFS, tapi kamu bebas naruh rumus apa pun di dalam kondisinya.
Ini kasus klasik yang gak bisa diselesaikan AVERAGE biasa.
Kamu jual kopi dengan harga beda-beda per channel. Rata-rata harga jual bukan cuma dijumlah lalu dibagi, karena volume tiap channel beda jauh.
| Channel | Qty terjual | Harga jual |
|---|---|---|
| Offline toko | 400 | 65.000 |
| Marketplace | 1.200 | 58.000 |
| Reseller | 2.400 | 48.000 |
AVERAGE polos bakal bilang rata-ratanya 57.000. Angka itu bohong, soalnya reseller yang harganya paling murah justru nyumbang volume terbesar.
Rumus yang bener:
=SUMPRODUCT(B2:B4; C2:C4) / SUM(B2:B4)
Hasilnya 52.400, selisih 4.600 per unit dari angka AVERAGE tadi. Di volume 4.000 unit, salah paham ini nilainya 18,4 juta rupiah. Cukup buat bikin proyeksi margin kamu meleset satu kuartal penuh.
Aku pakai dataset toko_berkah, data penjualan UMKM sembako dengan 3 cabang dan 1.842 baris transaksi selama 2025.
Kolomnya: A tanggal, B cabang, C kategori, D qty, E harga_jual, F harga_modal.
Pertanyaan 1: berapa total profit cabang Cimahi di kategori Sembako?
=SUMPRODUCT(
(B2:B1843="Cimahi") *
(C2:C1843="Sembako") *
(D2:D1843) *
(E2:E1843 - F2:F1843)
)
Perhatiin bagian (E - F). Itu margin per unit, dihitung di dalam rumus. Kamu gak perlu bikin kolom margin di sheet.
Hasilnya: Rp 14.238.500.
Pertanyaan 2: berapa transaksi yang justru rugi (harga jual di bawah modal)?
=SUMPRODUCT((E2:E1843 < F2:F1843) * 1)
Jawabannya 27 transaksi. Semuanya kejadian di bulan Desember, waktu ada promo cuci gudang yang diskonnya kelewat dalam.
Ini angka yang gak bakal ketauan dari pivot table biasa, soalnya pivot cuma nunjukin total, bukan perbandingan antar kolom di level baris.
| Situasi | Pakai | Kenapa |
|---|---|---|
| Total 1 kolom, kriteria sederhana | SUMIFS | Lebih cepat, lebih gampang dibaca orang lain |
| Perlu kaliin 2 kolom dulu (qty x harga) | SUMPRODUCT | SUMIFS gak bisa ngaliin kolom |
| Kondisi butuh rumus lain di dalamnya | SUMPRODUCT | Kriteria SUMIFS cuma nerima teks perbandingan |
| Rata-rata tertimbang | SUMPRODUCT | Gak ada fungsi bawaan buat ini |
| Excel versi lama, butuh array tanpa CSE | SUMPRODUCT | Gak perlu Ctrl+Shift+Enter |
Kalau kamu belum kenal SUMIFS, baca dulu panduan rumus SUMIFS. Dua fungsi ini saling nutupin kelemahan masing-masing.
=SUMPRODUCT(B2:B100; C2:C50) langsung error #VALUE!. Pastiin baris awal dan baris akhirnya persis sama di semua array.
=SUMPRODUCT(B:B; C:C) maksa Excel ngitung lebih dari sejuta baris tiap kali sheet dihitung ulang. File bakal berat. Batasi range-nya, atau ubah data jadi Excel Table biar range-nya nyusut sendiri.
Sel yang isinya "-" atau "n/a" bakal bikin perkalian gagal. Bersihin dulu, atau bungkus pakai --(...) buat maksa jadi angka.
Bintang * = AND (semua harus benar). Plus + = OR (salah satu cukup). Kebalik dikit, hasilnya beda jauh dan gak keliatan salah.
(A2:A100="bandung") juga bakal nangkep "BANDUNG" dan "Bandung". Bagus buat data berantakan, bahaya kalau kamu emang butuh bedain. Kalau perlu presisi, pakai EXACT() di dalam kondisinya.
SUMIFS cuma bisa jumlahin satu kolom berdasarkan kriteria, dan kriterianya harus perbandingan sederhana. SUMPRODUCT bisa ngaliin beberapa kolom dulu baru dijumlah, jadi cocok buat hitung omzet dari kolom qty dan harga tanpa kolom bantu. Kalau kamu cuma butuh total satu kolom dengan filter biasa, SUMIFS lebih cepat dan lebih gampang dibaca.
Penyebab paling sering: ukuran array-nya beda. B2:B100 sama C2:C50 gak bisa dipasangin karena jumlah barisnya gak sama. Penyebab kedua: ada sel yang isinya teks atau error di dalam range perkalian. Cek dulu range-nya pakai Ctrl+Shift+Panah bawah, terus bungkus kolom yang berisiko error pakai IFERROR sebelum masuk ke SUMPRODUCT.
Gak. SUMPRODUCT udah ngerti array secara bawaan, jadi kamu cukup tekan Enter biasa. Ini yang bikin dia populer di era sebelum dynamic array: dia bisa ngerjain kerjaan array formula tanpa ritual Ctrl+Shift+Enter yang gampang lupa. Di Excel 365 dan Excel 2021 semua rumus udah otomatis spill, tapi SUMPRODUCT tetap jalan sama persis.
Bisa. Kalau kamu cuma kasih kondisi tanpa kolom angka, hasilnya adalah jumlah baris yang memenuhi kondisi itu. Setiap baris yang cocok bernilai 1, yang gak cocok 0, jadi totalnya sama dengan hitungan baris. Fungsinya mirip COUNTIFS tapi lebih bebas nerima kondisi rumit.
Kalau kamu tulis range penuh sekolom kayak A:A, iya, bakal lambat karena Excel ngitung sejuta baris. Batasi range sesuai data, misalnya A2:A5000. Di data 50 ribu baris dengan range yang dibatasi, SUMPRODUCT masih kerasa instan di laptop biasa.
Tiga hal yang perlu nempel di kepala:
Cara paling cepat nempelin ini bukan dibaca, tapi diketik. Buka sheet penjualan kamu, coba hitung omzet satu kategori di satu cabang pakai satu rumus SUMPRODUCT. Lima menit doang.
Mau latihan yang udah ada datanya? Latihan interaktifnya ada di halaman fungsi SUMPRODUCT. Tinggal ketik rumus, langsung ketauan bener atau salah.
Lanjut baca: Rumus COUNTIFS Excel buat kasus hitung multi kriteria yang lebih sederhana.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.