Rumus IF Excel: Cara Pakai + 10 Contoh Praktis
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Rumus IF Excel: Cara Pakai + 10 Contoh Praktis

Rumus IF Excel: Cara Pakai + 10 Contoh Praktis

BimaBima
·19 Juli 2026·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Rumus IF Excel dipakai buat nampilin hasil beda tergantung kondisi: kalau syarat kepenuhan munculin satu jawaban, kalau nggak munculin jawaban lain. Bentuk dasarnya =IF(kondisi, nilai_jika_benar, nilai_jika_salah). Buat kondisi lebih dari dua kemungkinan, tumpuk jadi IF bertingkat, atau pindah ke IFS biar rumusnya tetap rapi.

#Excel#Beginner

Rumus IF Excel dipakai buat ngasih hasil beda tergantung kondisi: kalau syaratnya kepenuhan munculin satu jawaban, kalau nggak munculin jawaban lain. Ini salah satu rumus logika yang paling sering kepakai di dunia kerja.

Mau nentuin karyawan mana yang dapat bonus? Mau kasih label "Habis" ke stok yang kosong? IF yang ngerjain.

Sepuluh contoh di bawah urut dari yang paling gampang sampai IF bertingkat plus kombinasi AND dan OR. Semua pakai kasus toko dan kantor Indonesia, jadi langsung bisa kamu tiru.

Apa itu rumus IF di Excel?

Rumus IF di Excel adalah fungsi yang ngecek satu kondisi, terus ngasih hasil "benar" atau hasil "salah". Excel baca logikanya kayak gini: kalau kondisi ini terpenuhi, tampilkan A, kalau nggak, tampilkan B. Hasilnya bisa berupa teks, angka, atau hasil perhitungan yang kamu tentuin sendiri.

Fungsi IF punya tiga bagian. Kamu isi kondisinya, hasil kalau benar, dan hasil kalau salah.

=IF(kondisi, nilai_jika_benar, nilai_jika_salah)

Penjelasan tiap bagian:

  • kondisi - sesuatu yang bisa dijawab benar atau salah, misalnya A2>=75
  • nilai_jika_benar - yang muncul kalau kondisinya kepenuhan
  • nilai_jika_salah - yang muncul kalau kondisinya nggak kepenuhan

Kalau hasilnya teks, teksnya wajib dibungkus tanda kutip dua, kayak "Lulus". Kalau angka atau referensi sel, nggak usah pakai kutip. Detail argumennya bisa kamu cek di halaman fungsi IF atau di dokumentasi resmi Microsoft.

Operator perbandingan yang bisa dipakai di IF

Kondisi di dalam IF hampir selalu pakai operator perbandingan. Operator ini yang nentuin bener atau salahnya sebuah kondisi. Ada enam yang perlu kamu hafal.

OperatorArtiContoh kondisi
=sama denganA2="Lunas"
>lebih besar dariA2>100
<lebih kecil dariA2<50
>=lebih besar atau sama denganA2>=75
<=lebih kecil atau sama denganA2<=10
<>nggak sama denganA2<>"Batal"

Salah pilih operator sering bikin hasil meleset satu baris. Nilai pas 75 bakal beda hasilnya antara >75 dan >=75. Jadi pastiin dulu batasnya termasuk atau nggak.

Gimana cara nulis rumus IF pertama kamu?

Cara paling cepat: klik sel kosong, ketik =IF(, terus isi tiga bagiannya dipisah koma. Isi kondisinya dulu, lalu hasil kalau benar, lalu hasil kalau salah. Habis itu tekan Enter. Excel langsung ngitung dan nampilin hasilnya di sel itu, dan kamu tinggal tarik ke bawah buat baris lain.

Satu hal yang sering bikin orang Indonesia bingung, nih. Kalau Excel kamu pakai pengaturan regional Indonesia, pemisah argumennya bukan koma tapi titik koma.

=IF(A2>=75; "Lulus"; "Gagal")

Jadi kalau rumus koma kamu error, ganti semua koma jadi titik koma. Di artikel ini aku pakai koma biar konsisten. Sesuaikan aja sama Excel kamu ya.

10 contoh rumus IF Excel dari tunggal sampai bertingkat

Sepuluh contoh ini urut dari gampang ke susah. Tiap contoh punya kasus nyata, rumusnya, dan hasil yang bakal muncul. Ikutin dari atas biar logikanya kebangun pelan-pelan.

Biar contohnya nyambung, anggap kamu lagi pegang satu sheet data karyawan dan penjualan Toko Berkah. Kolomnya kira-kira gini. Kolom A nilai ujian, B jumlah stok, C nilai belanja. Terus D realisasi penjualan, E target, F masa kerja dalam bulan. Sisanya G kota, H status member, dan I penanda pakai kupon. Sel yang aku pakai selalu baris ke-2, tinggal kamu tarik ke bawah buat baris lain.

Contoh 1: IF tunggal untuk status Lulus atau Gagal

Toko Berkah lagi ngadain training kasir. Nilai minimal lulus 75. Kolom A isinya nilai peserta.

=IF(A2>=75, "Lulus", "Gagal")

Kalau A2 isinya 90, hasilnya "Lulus". Kalau 74, hasilnya "Gagal". Ini bentuk IF paling dasar: satu kondisi, dua kemungkinan hasil.

Contoh 2: IF untuk status stok barang

Kamu punya kolom jumlah stok. Mau kasih penanda barang mana yang udah kosong.

=IF(B2=0, "Habis", "Ada")

Stok 0 munculin "Habis". Angka lain munculin "Ada". Gampang buat sortir barang yang perlu restok duluan.

Contoh 3: IF buat ngitung diskon otomatis

Hasil IF nggak harus teks. Bisa juga perhitungan. Aturan toko: belanja mulai 100 ribu dapat diskon 10 persen.

=IF(C2>=100000, C2*0.9, C2)

Belanja 150 ribu jadi bayar 135 ribu. Belanja 80 ribu bayar penuh 80 ribu, soalnya belum kena syarat diskon.

Contoh 4: IF yang bandingin dua sel

Kondisi IF bisa ngebandingin dua kolom sekaligus. Misal kolom D realisasi penjualan, kolom E target bulanan.

=IF(D2>=E2, "Tercapai", "Belum Tercapai")

Realisasi 60 juta dengan target 50 juta munculin "Tercapai". Kalau realisasinya di bawah target, munculin "Belum Tercapai". Cara ini enak buat rekap kinerja sales tiap bulan.

Contoh 5: IF yang keluarin angka komisi

Sales yang penjualannya nembus 50 juta dapat komisi 3 persen. Yang belum, komisinya nol.

=IF(D2>=50000000, D2*0.03, 0)

Penjualan 60 juta dapat komisi 1,8 juta. Ini contoh IF yang hasilnya dipakai buat hitung uang beneran, bukan cuma label.

Contoh 6: IF bertingkat untuk grade nilai 3 tingkat

Nah, sekarang masuk IF bertingkat. IF bertingkat adalah IF yang ditaruh di dalam IF lain, buat kondisi yang lebih dari dua kemungkinan. Ini kepakai kalau grade-nya banyak.

Aturan grade: 80 ke atas A, 60 ke atas B, sisanya C.

=IF(A2>=80, "A", IF(A2>=60, "B", "C"))

Excel ngecek dari kiri. Nilai 85 langsung "A". Nilai 70 lewat cek pertama, kena cek kedua, jadi "B". Nilai 50 gagal dua-duanya, jadi "C".

Kunci IF bertingkat ada di IF kedua yang nyempil di bagian "salah". Begitu kondisi pertama nggak kepenuhan, Excel lompat ke IF kedua buat ngecek ulang. Pola ini yang bikin satu rumus bisa punya banyak jawaban.

Contoh 7: IF bertingkat 4 tingkat

Tingkatnya bisa ditambah. Tinggal sisipin IF baru di bagian "salah" yang terakhir.

Aturan: 85 ke atas A, 70 ke atas B, 55 ke atas C, di bawah itu D.

=IF(A2>=85, "A", IF(A2>=70, "B", IF(A2>=55, "C", "D")))

Nilai 90 jadi A, nilai 72 jadi B, nilai 56 jadi C, nilai 40 jadi D. Urutan cek harus dari angka terbesar ke terkecil. Kalau kebalik, semua nilai bakal nyangkut di kondisi pertama yang kelewat longgar.

Contoh 8: IF plus AND untuk bonus karyawan

Kadang bonus butuh dua syarat sekaligus. AND dipakai kalau semua syarat wajib kepenuhan. Syarat bonus di sini: penjualan minimal 50 juta DAN masa kerja minimal 12 bulan.

=IF(AND(D2>=50000000, F2>=12), "Dapat Bonus", "Belum")

Karyawan dengan penjualan 60 juta tapi masa kerja baru 6 bulan tetap "Belum". Dua-duanya harus kepenuhan, baru dapat bonus. Ini beda sama OR di contoh berikutnya, di mana satu syarat aja udah cukup.

Contoh 9: IF plus OR untuk gratis ongkir

OR kebalikan dari AND. Cukup satu syarat kepenuhan, hasilnya udah benar. Toko online kamu kasih gratis ongkir buat pembeli di Jakarta atau Surabaya.

=IF(OR(G2="Jakarta", G2="Surabaya"), "Gratis Ongkir", "Bayar Ongkir")

Pembeli dari Jakarta gratis ongkir. Dari Surabaya juga. Dari Bandung? Bayar ongkir, soalnya kotanya nggak masuk daftar.

Contoh 10: IF gabungan AND dan OR

AND dan OR bisa dipakai barengan buat aturan yang lebih ribet. Misal member premium dapat diskon kalau: statusnya premium DAN (belanja di atas 200 ribu ATAU pakai kupon).

=IF(AND(H2="Premium", OR(C2>200000, I2="Ya")), "Diskon", "Normal")

Member premium yang belanja 250 ribu dapat "Diskon". Member premium yang belanja 100 ribu tapi bawa kupon juga "Diskon". Yang bukan premium? "Normal", walau belanjanya gede.

Ringkasan 10 contohnya

Biar gampang dilihat ulang, ini rekap kesepuluh rumus tadi dalam satu tabel.

NoKasusPola rumus
1Status lulus/gagalIF tunggal
2Status stokIF tunggal (teks)
3Diskon otomatisIF + perhitungan
4Target tercapaiIF bandingin 2 sel
5Komisi salesIF hasil angka
6Grade 3 tingkatIF bertingkat x2
7Grade 4 tingkatIF bertingkat x3
8Bonus karyawanIF + AND
9Gratis ongkirIF + OR
10Diskon memberIF + AND + OR

Kapan harus pindah dari IF ke IFS?

Kalau IF bertingkat kamu udah lebih dari tiga tumpuk, mending pindah ke IFS. IFS ngecek banyak kondisi berturut-turut tanpa harus nyusun IF di dalam IF. Rumusnya jadi lebih pendek, lebih gampang dibaca ulang, dan risiko salah kurung ikut turun. Cocok banget buat grade atau kategori bertingkat.

Bandingin contoh 7 tadi. Versi IF bertingkat:

=IF(A2>=85, "A", IF(A2>=70, "B", IF(A2>=55, "C", "D")))

Versi IFS lebih rapi:

=IFS(A2>=85, "A", A2>=70, "B", A2>=55, "C", TRUE, "D")

Pasangannya kondisi lalu hasil, kondisi lalu hasil. Bagian TRUE di ujung jadi jaring pengaman buat semua sisa nilai. Kalau kamu sering ngurus grade atau kategori bertingkat, IFS bikin rumus lebih enak dirawat. Cek cara pakainya di halaman fungsi IFS, atau baca dokumentasi IFS dari Microsoft.

Selain rumus lebih pendek, IFS juga bikin salah kurung berkurang drastis. Di IF bertingkat kamu gampang lupa nutup kurung, apalagi kalau tingkatnya lima atau enam. IFS nggak ada kurung nyusun, jadi risiko itu ilang.

Satu catatan: IFS baru ada di Excel 2019 ke atas dan Microsoft 365. Kalau Excel kamu versi lama, tetap pakai IF bertingkat ya.

Kesalahan umum waktu pakai rumus IF

Ini beberapa jebakan yang sering bikin rumus IF gagal atau salah hasil.

  • Teks lupa dikutip. Nulis =IF(A2>=75, Lulus, Gagal) bakal error #NAME. Bungkus teksnya jadi "Lulus".
  • Pemisah argumen salah. Excel Indonesia minta titik koma, bukan koma. Kalau error, ganti dulu pemisahnya.
  • Urutan grade kebalik. Di IF bertingkat, cek dari nilai terbesar dulu. Mulai dari terkecil bikin semua nilai nyangkut di kondisi pertama.
  • Kurung nggak seimbang. Tiap IF butuh satu kurung tutup. Tiga IF bertingkat butuh tiga kurung tutup di ujung.
  • Ngira IF peka huruf besar-kecil. Kondisi G2="jakarta" tetap benar walau selnya isinya "Jakarta". IF nggak bedain huruf besar dan kecil, jadi jangan panik kalau kapitalnya beda.

Buat ngitung berapa data yang lolos satu kondisi, kamu nggak perlu IF panjang. Pakai COUNTIF buat hitung jumlah, atau SUMIF buat jumlahin nilainya. Dua fungsi ini lebih pas buat rekap ketimbang IF baris per baris.

FAQ

Apa beda rumus IF dan IFS?

IF ngecek satu kondisi dengan dua hasil: benar dan salah. Buat kondisi lebih dari dua, IF harus ditumpuk jadi IF bertingkat. IFS bisa ngecek banyak kondisi langsung dalam satu rumus tanpa nyusun IF di dalam IF, jadi lebih pendek. IFS cuma ada di Excel 2019 ke atas dan Microsoft 365.

Kenapa rumus IF aku minta titik koma, bukan koma?

Itu gara-gara pengaturan regional Excel kamu di Indonesia. Excel versi Indonesia pakai titik koma sebagai pemisah argumen, sementara versi English pakai koma. Jadi kalau =IF(A2>=75,"Lulus","Gagal") error, ganti komanya jadi titik koma. Hasilnya sama persis.

Berapa banyak IF bisa ditumpuk jadi IF bertingkat?

Excel modern ngizinin sampai 64 IF ditumpuk dalam satu rumus. Tapi lebih dari tiga atau empat tumpuk udah susah dibaca dan gampang salah kurung. Kalau kondisinya banyak, mending pindah ke IFS atau pakai tabel bantu dengan VLOOKUP.

Bisa nggak IF tanpa nilai kalau salah?

Bisa. Kalau bagian ketiga dikosongin, Excel bakal nampilin angka 0 waktu kondisinya salah. Kalau mau munculin sel kosong, isi bagian ketiga dengan dua tanda kutip, kayak =IF(A2>=75, "Lulus", ""). Hasilnya kelihatan kosong walau selnya sebenernya berisi rumus.

Apa itu IF bertingkat?

IF bertingkat adalah IF yang ditaruh di dalam IF lain, dipakai buat kondisi yang punya lebih dari dua kemungkinan hasil. Contoh paling umum grade nilai: A, B, C, D. Tiap IF ngecek satu batas, terus lempar sisanya ke IF berikutnya sampai ketemu hasil yang pas.

Lanjut latihan

Poin inti yang perlu kamu inget: IF tunggal buat dua pilihan, IF bertingkat buat lebih dari dua, dan AND atau OR buat gabungin syarat. Sepuluh contoh di atas nutup hampir semua kasus IF yang bakal kamu temuin di kerjaan.

Begitu kondisimu udah lebih dari tiga tingkat, pindah ke IFS biar rumusmu tetap rapi. Pelajari sintaks lengkapnya di halaman fungsi IFS dan langsung coba di spreadsheet kamu.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Tutorial Excel & Sheets
27 Juli 2026•6 menit baca

Rumus Pengurangan Excel (+Perkalian, Pembagian, Persen)

Excel nggak punya fungsi MINUS. Ini cara ngurangin pakai operator minus, gabung sama SUM buat banyak sel, plus perkalian, pembagian, dan persen dalam satu artikel.

BimaBima
Tutorial Excel & Sheets
26 Juli 2026•7 menit baca

Rumus Pembulatan Excel: ROUND, ROUNDUP, ROUNDDOWN, MROUND

Panduan rumus pembulatan Excel: ROUND, ROUNDUP, ROUNDDOWN, dan MROUND. Lengkap contoh harga jual kelipatan 500, PPN, persentase, plus jebakan format vs nilai.

BimaBima
Tutorial Excel & Sheets
25 Juli 2026•8 menit baca

Rumus Ranking Excel: RANK, RANK.EQ, RANK.AVG (+Contoh)

Cara bikin ranking di Excel pakai RANK, RANK.EQ, dan RANK.AVG. Lengkap sama contoh nilai siswa, sales per wilayah, dan cara nanganin nilai kembar.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore