TL;DR
Istilah data analyst yang paling sering muncul di kerjaan bisa dikelompokin jadi lima: istilah database (query, schema, primary key), istilah statistik (median, outlier, korelasi), istilah dashboard (KPI, drill-down, dimensi), istilah pipeline (ETL, data warehouse, batch), dan istilah AI (LLM, prompt, hallucination). Nguasain 60 istilah di halaman ini cukup buat ngikutin 90% obrolan tim data tanpa harus pura-pura ngerti.
Istilah data analyst yang bikin kamu diem di rapat itu jumlahnya nggak banyak. Sekitar 60, dan mayoritas bisa dijelasin dalam satu kalimat.
Aku susun daftar ini dari istilah yang paling sering muncul di obrolan tim data yang aku ikutin, bukan dari kamus akademik.
Kelompokin jadi lima bagian biar gampang dicari. Simpan halaman ini, buka lagi tiap ketemu istilah asing.
Ini yang paling sering kepake harian.
Ya, jadinya 63. Aku nggak bulatin ke 60 cuma biar rapi.
Ini transkrip yang aku ringkas dari rapat mingguan tim retail yang pegang dataset toko_berkah, 18.400 transaksi dari 6 cabang UMKM.
Manajer: "Kenapa AOV Bekasi turun tapi jumlah transaksinya flat?"
Analis: "Aku drill-down per dimensi kategori. Ada outlier di data harga, kayaknya salah input. Aku bikin CTE buat isolasi baris yang mencurigakan."
Delapan istilah dalam dua kalimat. Kalau kamu baru masuk, ini yang bikin pusing.
Hasilnya: 187 baris dengan harga satuan di bawah Rp12.000, padahal produk termurah di katalog harganya Rp12.000. Semua dari kasir yang sama.
Salah input, bukan tren pasar. Tanpa ngerti istilah outlier dan CTE, temuan ini nggak bakal ketemu.
Ngehafal definisi tanpa contoh. Kamu bisa hafal "primary key adalah pengenal unik" tapi tetap bingung waktu diminta pilih primary key dari tabel nyata. Selalu pasangin definisi sama satu contoh konkret.
Ketuker korelasi sama kausalitas. Penjualan es krim naik bareng kasus tenggelam. Bukan berarti es krim bikin orang tenggelam. Dua-duanya naik gara-gara musim panas. Kesalahan ini sering muncul di presentasi.
Ngira NULL sama dengan nol. Nol artinya "nilainya nol". NULL artinya "nilainya nggak diketahui". AVG bakal ngitung nol, tapi ngelewatin NULL. Beda hasil.
Pura-pura ngerti di rapat. Ini yang paling mahal. Nanya "maksudnya cohort di sini apa ya?" cuma bikin kamu malu 5 detik. Salah paham selama 3 minggu jauh lebih mahal.
Empat yang hampir selalu keluar: JOIN, GROUP BY, primary key, dan NULL. Kalau kamu bisa jelasin keempatnya sambil kasih contoh kapan dipakai, kamu udah lolos separuh tes teknis. Latihan jelasin tiap istilah dalam satu kalimat plus satu contoh.
Data analyst jawab pertanyaan bisnis dari data yang udah ada. Data scientist bikin model prediksi dan eksperimen. Data engineer bangun pipa yang bikin datanya sampai ke tempat yang bisa diakses analis. Di perusahaan kecil, satu orang sering ngerjain ketiganya.
Database biasa dipakai buat nyimpen transaksi harian dan dioptimalkan buat nulis data cepat. Data warehouse nyimpen data historis dari banyak sumber dan dioptimalkan buat baca serta analisis. Makanya data dipindahin dulu ke warehouse sebelum dianalisis.
Outlier adalah nilai yang jauh dari sebaran data lainnya. Jangan langsung dibuang. Kadang dia salah input yang memang harus dibersihin, tapi kadang dia justru temuan paling penting, misalnya pembeli grosir yang selama ini nggak kamu sadari ada.
Nggak usah dihafal. Yang penting kamu paham 15-20 istilah inti seputar SQL dan struktur data, sisanya nempel sendiri sambil kerja. Orang yang maksa hafal 100 istilah dalam seminggu justru lebih lambat paham dibanding yang langsung praktek nulis query.
Istilah itu alat komunikasi, bukan ujian hafalan. Dan 20 istilah pertama di daftar ini udah cukup buat kamu ikut 90% obrolan tim data.
Simpan halaman ini, buka lagi tiap ketemu kata asing di rapat. Kalau ada istilah yang belum masuk daftar, cek halaman glossary Ngulik Data yang lebih lengkap.
Baca juga: 50 latihan soal SQL pemula plus kunci jawaban, tempat semua istilah SQL di atas beneran kepake.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai pandas rolling buat hitung moving average dan haluskan data time series yang naik-turun. Lengkap dengan contoh penjualan harian UMKM.
Data transaksi harian sering terlalu ramai buat dilihat. Pandas resample ngeringkasnya jadi total per minggu atau per bulan cuma dengan satu baris, asal indeksnya tanggal.
Kolom tanggal yang kebaca sebagai teks bikin sortir dan hitung selisih hari jadi kacau. Ini cara pd.to_datetime ubah teks jadi tanggal asli, plus tangani format berantakan.