Cara Membuat Waterfall Chart di Excel: Panduan Lengkap + Contoh (2026)
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Cara Membuat Waterfall Chart di Excel: Panduan Lengkap + Contoh (2026)

Cara Membuat Waterfall Chart di Excel: Panduan Lengkap + Contoh (2026)

BimaBima
·29 November 2026·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Waterfall chart adalah grafik yang nunjukin gimana satu nilai awal berubah jadi nilai akhir lewat serangkaian kenaikan dan penurunan, dengan bar yang keliatan melayang. Cocok buat ngelacak laba dari omzet ke bersih atau perubahan stok. Di Excel 2016 ke atas, bikinnya sekali klik lewat Insert lalu Waterfall, terus tandai kolom total pakai Set as Total. Di versi lama, kamu bikin manual pakai stacked column dengan satu seri dasar yang disembunyiin.

Waterfall chart adalah grafik yang nunjukin gimana satu angka awal berubah jadi angka akhir lewat naik turun di tengah. Bar-nya keliatan melayang, bukan mulai dari nol.

Buat analis keuangan dan operasional, chart ini enak banget buat cerita. Dari omzet, dikurangi HPP, gaji, sewa, sampai ketemu laba bersih, semua kelihatan di satu gambar.

Di bawah ini cara bikinnya di Excel. Ada versi otomatis buat Excel 2016 ke atas, dan versi manual pakai stacked column buat versi lama.

Apa itu waterfall chart?

Waterfall chart adalah grafik batang yang nunjukin perubahan berurutan dari nilai awal ke nilai akhir. Tiap bar melayang di titik akumulasi sebelumnya, jadi kelihatan naik turunnya, dan warna beda biasanya dipakai buat bedain kenaikan dan penurunan.

Dipakai waktu kamu mau nunjukin kontribusi tiap komponen ke perubahan total. Contoh klasiknya laba, di mana kamu mulai dari omzet terus dikurangi biaya satu-satu sampai ketemu laba bersih. Definisi ringkasnya ada di glossary waterfall chart.

Selain laba, waterfall cocok buat arus kas, perubahan stok, dan selisih anggaran dari satu periode ke periode berikutnya.

Gimana cara bikin waterfall chart otomatis di Excel 2016 ke atas?

Excel 2016, Microsoft 365, dan Excel di web punya waterfall chart bawaan. Kamu nggak perlu ngitung dasar melayangnya manual. Ikutin langkah ini.

  1. Susun data dua kolom: kolom label, misalnya Omzet, HPP, Gaji, dan kolom nilai. Isi biaya sebagai angka negatif biar barnya turun.
  2. Blok semua data termasuk header.
  3. Masuk tab Insert.
  4. Di grup Charts, klik ikon Waterfall (biasanya di grup Insert Waterfall, Funnel, Stock).
  5. Pilih Waterfall. Grafiknya langsung jadi dengan bar melayang.

Langkah penting berikutnya: tandai kolom total. Klik bar awal (Omzet) dua kali biar cuma dia yang kepilih, klik kanan, pilih Set as Total. Ulangi buat bar laba bersih di akhir. Dua bar itu bakal mulai dari nol, karena mereka nilai akumulasi, bukan perubahan.

Gimana cara bikin waterfall chart manual (stacked column)?

Di Excel 2013 dan 2010, waterfall bawaan nggak ada. Triknya bikin stacked column dengan satu seri dasar yang disembunyiin, biar bar perubahan keliatan melayang.

Langkah 1: Bikin kolom bantu

Selain kolom label dan nilai, tambah tiga kolom bantu: Dasar (base tak terlihat), Naik, dan Turun. Kolom dasar yang ngatur di ketinggian berapa tiap bar mulai.

Kolom Dasar dihitung dari akumulasi nilai sebelumnya. Buat baris pertama biasanya 0. Buat baris berikutnya, pakai running total dari nilai di atasnya, mirip logika kumulatif. Kalau logika penjumlahan bertingkat ini masih baru, cek dulu rumus SUM Excel.

Langkah 2: Buat stacked column

Blok kolom label, Dasar, Naik, dan Turun. Masuk Insert, pilih Stacked Column. Sekarang ada tumpukan tiga warna di tiap batang.

Langkah 3: Sembunyikan seri dasar

Klik seri Dasar di chart, klik kanan, Format Data Series, terus set Fill jadi No Fill. Seri dasar jadi transparan, dan bar Naik serta Turun keliatan melayang di atasnya. Beri warna beda buat Naik dan Turun biar gampang dibaca.

Contoh kasus: laba bulanan toko_berkah

Ini rincian laba satu bulan toko_berkah, dari omzet sampai laba bersih. Semua angka dari dataset ngulikdata.

KomponenNilai (Rp juta)Jenis
Omzet120Total awal
HPP-78Turun
Gaji-15Turun
Sewa-8Turun
Operasional-6Turun
Laba bersih13Total akhir

Waktu aku bikin waterfall-nya, satu hal langsung nonjol: HPP makan 65% dari omzet. Bar HPP jauh lebih panjang dari biaya lain, dan itu kelihatan seketika. Dari omzet Rp 120 juta, yang jadi laba bersih cuma Rp 13 juta, sekitar 11%.

Keputusan yang berubah: owner tadinya fokus mikirin biaya sewa dan gaji yang kerasa berat tiap bulan. Setelah lihat waterfall, jelas biaya barang yang paling gede pengaruhnya. Nego harga ke supplier turunin HPP 3% doang udah nambah laba lebih besar dari mangkas gaji, dan tanpa nyakitin tim.

Ini kekuatan waterfall: dia nunjukin komponen mana yang paling berpengaruh ke angka akhir. Buat nemu komponen dominan di data lain, waterfall enak dipasangin sama Pareto chart.

Kesalahan umum waktu bikin waterfall chart

Lupa nandai kolom total. Kalau bar awal dan akhir nggak diset as total, mereka ikut melayang dan angkanya jadi salah baca. Tandai omzet dan laba bersih sebagai total.

Isi biaya sebagai angka positif. Biar bar-nya turun, biaya harus negatif. Kalau positif, semua bar naik dan ceritanya kebalik.

Seri dasar nggak transparan (versi manual). Kalau seri dasar masih keliatan, bar-nya nggak melayang. Set fill-nya No Fill.

Kebanyakan komponen. Waterfall dengan 15 langkah bikin pusing. Gabungin biaya kecil jadi satu kategori Lainnya, sisain 5 sampai 8 langkah utama.

Pakai waterfall buat data yang bukan perubahan berurutan. Kalau datamu cuma banding kategori tanpa alur, bar chart biasa lebih jelas. Waterfall buat cerita naik turun dari awal ke akhir.

FAQ

Apa itu waterfall chart dan kapan dipakai?

Waterfall chart adalah grafik yang nunjukin gimana satu nilai awal berubah jadi nilai akhir lewat serangkaian kenaikan dan penurunan. Bar-nya keliatan melayang, bukan mulai dari nol. Dipakai waktu kamu mau nunjukin kontribusi tiap komponen ke perubahan total, misalnya laba dari omzet dikurangi HPP, gaji, dan sewa. Cocok juga buat perubahan stok, arus kas, atau selisih anggaran dari periode ke periode.

Excel versi berapa yang punya waterfall chart bawaan?

Waterfall chart bawaan ada mulai Excel 2016 ke atas, termasuk Microsoft 365 dan Excel di web. Kamu tinggal blok data dua kolom, masuk Insert, klik ikon Waterfall, dan grafiknya langsung jadi. Kalau kamu masih pakai Excel 2013 atau 2010, fitur ini nggak ada. Solusinya bikin manual pakai stacked column dengan satu seri dasar yang disembunyiin biar bar-nya keliatan melayang.

Gimana cara menandai kolom total di waterfall chart?

Setelah waterfall chart jadi, klik satu kali di bar yang mau kamu jadiin total, terus klik lagi biar cuma bar itu yang kepilih. Klik kanan, pilih Set as Total. Bar itu bakal mulai dari nol, bukan melayang, karena dia nunjukin nilai akumulasi bukan perubahan. Biasanya kamu tandai bar awal dan bar akhir sebagai total, misalnya omzet di awal dan laba bersih di akhir.

Kenapa waterfall chart saya nggak keliatan melayang?

Kalau semua bar mulai dari nol, kemungkinan kamu belum nandai kolom total atau malah nandai semua bar sebagai total. Cek lagi, cuma bar awal dan akhir yang harusnya jadi total. Kalau kamu bikin manual pakai stacked column, penyebabnya biasanya seri dasar belum dibikin transparan. Pastiin fill seri dasar di-set No Fill biar bar perubahan keliatan melayang di atasnya.

Bedanya waterfall chart sama stacked column apa?

Stacked column numpuk beberapa nilai jadi satu batang buat nunjukin komposisi di satu titik. Waterfall chart nunjukin perubahan berurutan dari nilai awal ke akhir, dengan tiap bar melayang di titik akumulasi sebelumnya. Waterfall lebih pas kalau ceritanya soal alur naik turun, misalnya dari omzet ke laba bersih. Stacked column lebih pas kalau kamu mau banding komposisi antar beberapa kategori.

Penutup

Ringkasnya soal waterfall chart di Excel:

  • Excel 2016 ke atas: blok data, Insert, Waterfall, terus Set as Total buat bar awal dan akhir
  • Versi manual: stacked column dengan seri dasar yang di-set No Fill
  • Isi biaya sebagai angka negatif biar bar-nya turun

Coba ambil rincian laba atau arus kas kamu, susun dari awal ke akhir, terus bikin waterfall-nya. Komponen yang paling berpengaruh ke angka akhir bakal langsung kelihatan. Lanjut latihan chart lain di pivot table Excel, dan pahami komponen laba lewat margin laba. Panduan resminya ada di dokumentasi Microsoft.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Excel vs Python untuk Analis Data: Kapan Pakai Apa (2026)
Tutorial Excel & Sheets
29 Desember 2026•8 menit baca

Excel vs Python untuk Analis Data: Kapan Pakai Apa (2026)

Nggak perlu milih satu selamanya. Ini kapan Excel lebih cepat, kapan Python menang, dan contoh tugas yang sama dikerjain di dua-duanya biar kamu bisa banding sendiri.

BimaBima
Template Simulasi Cicilan Kredit di Excel
Tutorial Excel & Sheets
26 Desember 2026•9 menit baca

Template Simulasi Cicilan Kredit di Excel

Bikin simulasi cicilan kredit sendiri di Excel pakai fungsi PMT. Hitung angsuran bulanan plus tabel amortisasi lengkap dengan contoh KPR Rp300 juta.

BimaBima
Template Anggaran Bulanan Excel
Tutorial Excel & Sheets
23 Desember 2026•9 menit baca

Template Anggaran Bulanan Excel

Template anggaran Excel yang benar bakal hitung sisa uang dan pengeluaran per kategori otomatis. Ini struktur tabelnya, rumus SUMIF, plus contoh nyata.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore