Cara Membuat Pareto Chart di Excel: Panduan Lengkap + Contoh (2026)
TL;DR
Pareto chart adalah grafik gabungan bar berurut dari besar ke kecil plus garis persentase kumulatif, dipakai buat nemu sedikit faktor yang nyumbang sebagian besar masalah. Di Excel 2016 ke atas kamu bisa bikin sekali klik lewat Insert lalu Statistic Chart lalu Pareto. Di versi lama, urutin data dari besar ke kecil, hitung kolom persentase kumulatif, terus gabungin clustered column dengan line di sumbu sekunder.
Pareto chart adalah grafik gabungan yang nampilin bar berurut dari terbesar ke terkecil, plus garis persentase kumulatif di atasnya. Gunanya buat nemu sedikit hal yang bikin sebagian besar masalah.
Buat analis, chart ini salah satu yang paling sering kepakai pas rapat. Waktu bos nanya "masalah apa yang harus dibenerin duluan?", Pareto chart jawab dalam satu gambar.
Di bawah ini cara bikinnya di Excel. Ada dua jalur: versi otomatis buat Excel 2016 ke atas, dan versi manual pakai combo chart buat versi lama atau kalau kamu mau kontrol penuh.
Apa itu Pareto chart?
Pareto chart adalah grafik yang menggabungkan bar chart dan line chart dalam satu tampilan. Bar-nya diurut dari nilai terbesar ke terkecil, dan garisnya nunjukin persentase kumulatif dari kiri ke kanan. Tujuannya nemu kategori mana yang paling dominan biar kamu tau prioritas.
Namanya diambil dari Vilfredo Pareto, ekonom yang nyadar 80% tanah di Italia dimiliki 20% penduduk. Pola ini muncul di banyak tempat lain. Ide dasarnya kepakai lewat prinsip Pareto atau aturan 80/20.
Di dunia kerja, garis kumulatif itu bagian paling berguna. Dia nunjukin titik di mana kamu udah nutup 80% masalah cuma dari beberapa kategori teratas.
Gimana cara bikin Pareto chart otomatis di Excel 2016 ke atas?
Kalau Excel kamu versi 2016, Microsoft 365, atau Excel di web, ada chart bawaan yang ngurus semuanya. Kamu nggak perlu ngitung kumulatif manual. Ikutin langkah ini.
- Susun data dua kolom: kolom kategori dan kolom nilai atau frekuensi. Nggak perlu diurut dulu, Excel yang ngurutin.
- Blok semua data termasuk header.
- Masuk tab Insert di ribbon.
- Di grup Charts, klik ikon Insert Statistic Chart (bentuknya kayak histogram).
- Di bagian Histogram, pilih Pareto.
- Excel langsung ngeluarin bar terurut plus garis kumulatif.
Habis itu tinggal rapiin. Klik judul chart buat ganti teks, klik garis kumulatif kalau mau ganti warna, dan tambahin data label lewat tombol plus di pojok chart.
Kelebihan cara ini: cepat dan garis kumulatifnya auto update kalau data berubah. Kekurangannya: kontrolnya terbatas. Kalau kamu mau atur di angka berapa garis 80% ditandai, atau mau format bar tertentu, versi manual lebih fleksibel.
Gimana cara bikin Pareto chart manual (combo chart)?
Cara manual jalan di semua versi Excel, termasuk 2013 dan 2010. Kamu bikin sendiri kolom kumulatifnya, terus gabungin bar dan line. Ini juga cara yang aku pakai kalau butuh kontrol penuh.
Langkah 1: Urutkan data dari besar ke kecil
Blok tabel, masuk tab Data, klik Sort, urutin kolom nilai dari Largest to Smallest. Pareto chart wajib terurut. Kalau nggak, garis kumulatifnya bakal naik turun nggak karuan.
Langkah 2: Tambah kolom persentase kumulatif
Bikin kolom baru di sebelah kolom nilai. Anggap nilai ada di C2 sampai C7. Di baris pertama kolom kumulatif, tulis rumus ini.
=SUM($C$2:C2)/SUM($C$2:$C$7)
Tarik rumus ke bawah sampai baris terakhir. Kunci nya di $C$2:C2. Ujung awal dikunci pakai dollar, ujung akhir dibiarin geser. Jadi tiap baris ngejumlahin dari atas sampai baris itu, terus dibagi total keseluruhan. Format kolom ini jadi persen.
Kalau bagian referensi absolut ini masih bikin bingung, aku bahas tuntas di absolute reference Excel.
Langkah 3: Buat clustered column chart
Blok kolom kategori, kolom nilai, dan kolom kumulatif sekaligus. Masuk Insert, pilih Clustered Column. Sekarang ada dua set bar yang tingginya beda jauh, karena persen kumulatif nilainya kecil dibanding frekuensi.
Langkah 4: Ubah seri kumulatif jadi line di sumbu sekunder
Klik kanan salah satu bar kumulatif, pilih Change Series Chart Type. Ganti seri kumulatif jadi Line, terus centang Secondary Axis. Sekarang persen kumulatif jadi garis di sumbu kanan, dan barnya balik ke skala frekuensi. Jadilah Pareto chart.
Set sumbu sekunder ke minimum 0 dan maksimum 1 (atau 100%) biar garisnya proporsional. Tambahin data label di garis biar tiap titik persennya kebaca.
Contoh kasus: alasan retur di toko_berkah
Ini data 3 bulan retur barang di toko_berkah, toko kelontong online. Total 420 kasus retur, dikelompokin jadi 6 alasan. Semua angka dari dataset ngulikdata.
| Alasan retur | Jumlah | % kumulatif |
|---|---|---|
| Barang rusak saat kirim | 168 | 40% |
| Salah kirim varian | 131 | 71% |
| Kemasan penyok | 54 | 84% |
| Kadaluarsa dekat | 38 | 93% |
| Beda dari foto | 19 | 98% |
| Lainnya | 10 | 100% |
Garis kumulatif nyentuh 71% cuma di dua kategori teratas. Artinya 2 dari 6 alasan retur nyumbang hampir tiga perempat semua kasus. Barang rusak saat kirim dan salah kirim varian, itu yang harus dibenerin duluan.
Keputusan yang berubah: tim tadinya mau bikin ulang seluruh alur kemasan buat semua produk. Setelah lihat Pareto chart, fokusnya digeser ke dua hal, yaitu bubble wrap tambahan buat barang pecah belah dan double check varian sebelum packing. Dua perbaikan kecil ini nyasar 71% masalah, bukan nyebar tenaga ke enam-enamnya.
Buat ngitung jumlah per kategori kayak tabel di atas, biasanya aku pakai rumus COUNTIF dari data mentah, baru dibikin Pareto chart.
Kesalahan umum waktu bikin Pareto chart
Lupa ngurutin data. Bar harus dari besar ke kecil. Kalau nggak diurut, garis kumulatif naik turun dan chart-nya kehilangan maksud. Ini kesalahan nomor satu di versi manual.
Garis kumulatif dihitung dari data yang belum diurut. Urutin dulu, baru bikin kolom kumulatif. Kalau kebalik, persennya bener secara total tapi salah secara urutan.
Sumbu sekunder nggak di-set 0 sampai 100%. Kalau dibiarin auto, Excel kadang naikin skala jadi 120% dan garisnya keliatan gepeng di bawah. Kunci maksimumnya di 1.
Kebanyakan kategori. Kalau ada 30 kategori, gabungin yang kecil-kecil jadi satu grup Lainnya. Pareto chart yang enak dibaca biasanya 5 sampai 10 kategori plus satu Lainnya.
Maksa 80/20 jadi angka pasti. Kadang polanya 70/30 atau 90/10. Yang penting bukan angka persisnya, tapi kenyataan bahwa sedikit kategori teratas nyumbang mayoritas. Baca garisnya, jangan patok di 80.
FAQ
Apa bedanya Pareto chart sama bar chart biasa?
Bar chart biasa cuma nampilin nilai per kategori tanpa urutan wajib. Pareto chart maksa dua hal: barnya diurut dari terbesar ke terkecil, dan ada garis persentase kumulatif di atasnya. Garis itu yang bikin kamu langsung lihat berapa kategori teratas yang udah nyumbang 80% total. Jadi Pareto chart nunjukin prioritas mana yang harus dibenerin duluan.
Excel versi berapa yang punya Pareto chart bawaan?
Pareto chart bawaan ada mulai Excel 2016 ke atas, termasuk Microsoft 365 dan Excel di web. Kamu tinggal blok data, masuk tab Insert, klik grup Statistic Chart, terus pilih Pareto. Excel otomatis ngurutin bar dan ngitung garis kumulatifnya. Kalau masih pakai Excel 2013 atau 2010, fitur ini nggak ada, jadi harus bikin manual pakai combo chart.
Gimana rumus persentase kumulatif buat Pareto chart?
Pakai running total dibagi grand total. Kalau data ada di C2 sampai C7, rumus di baris pertama =SUM($C$2:C2)/SUM($C$2:$C$7). Kunci nya di referensi campuran $C$2:C2, di mana ujung awal dikunci dan ujung akhir ikut geser waktu rumus ditarik ke bawah. Hasilnya persentase yang nambah terus sampai 100% di baris terakhir.
Kenapa Pareto chart pakai prinsip 80/20?
Prinsip 80/20 atau prinsip Pareto bilang sekitar 80% akibat biasanya datang dari 20% penyebab. Pareto chart bikin pola ini kelihatan lewat garis kumulatif. Titik di mana garis nyentuh 80% nunjukin sedikit kategori teratas yang paling berpengaruh. Fokus benerin kategori itu dulu ngasih hasil paling besar dengan usaha paling sedikit.
Data apa yang cocok dibikin Pareto chart?
Data yang punya banyak kategori dan kamu mau tau mana yang paling dominan. Contohnya jenis keluhan pelanggan, alasan retur barang, penyebab cacat produksi, atau produk penyumbang omzet. Yang penting kategorinya bisa dihitung frekuensi atau nilainya, terus diurut. Kalau datamu cuma dua atau tiga kategori, Pareto chart nggak banyak gunanya karena polanya udah kelihatan tanpa grafik.
Penutup
Ringkasnya soal Pareto chart di Excel:
- Excel 2016 ke atas: blok data, Insert, Statistic Chart, Pareto, selesai
- Versi manual: urutin data, hitung persen kumulatif, gabungin column dengan line di sumbu sekunder
- Baca garis kumulatifnya buat nemu sedikit kategori yang nyumbang mayoritas masalah
Coba ambil satu data yang banyak kategorinya di kerjaan kamu, misalnya keluhan atau retur, terus bikin Pareto chart-nya. Kamu bakal lihat prioritas yang selama ini ketutup daftar panjang. Lanjut latihan visualisasi lain di pivot table Excel, dan pahami konsep kumulatifnya lewat distribusi frekuensi. Panduan resminya ada di dokumentasi Microsoft.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Excel vs Python untuk Analis Data: Kapan Pakai Apa (2026)
Nggak perlu milih satu selamanya. Ini kapan Excel lebih cepat, kapan Python menang, dan contoh tugas yang sama dikerjain di dua-duanya biar kamu bisa banding sendiri.
Template Simulasi Cicilan Kredit di Excel
Bikin simulasi cicilan kredit sendiri di Excel pakai fungsi PMT. Hitung angsuran bulanan plus tabel amortisasi lengkap dengan contoh KPR Rp300 juta.
Template Anggaran Bulanan Excel
Template anggaran Excel yang benar bakal hitung sisa uang dan pengeluaran per kategori otomatis. Ini struktur tabelnya, rumus SUMIF, plus contoh nyata.