Kondisi di mana model ML terlalu hafal data training sampai dia gagal bekerja dengan baik di data baru yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Bayangin kamu lagi belajar ujian dengan cara hafalin semua soal latihan beserta jawabannya tanpa benar-benar ngerti konsepnya. Pas ujian beneran datang dengan soal yang sedikit beda, kamu langsung bingung. Model ML yang overfitting persis kayak gitu.
Overfitting terjadi ketika model belajar terlalu detail dari data training, termasuk noise dan kebetulan-kebetulan yang sebenernya nggak bermakna secara statistik. Alhasil, model punya performa bagus banget di data training, tapi jeblok pas diuji dengan data baru.
Ada beberapa kondisi yang sering bikin overfitting muncul:
Cara paling simpel adalah bandingin performa di training data vs validation/test data:
| Kondisi | Training Accuracy | Validation Accuracy | Kesimpulan |
|---|---|---|---|
| Overfitting | Tinggi (95%+) | Rendah (65%) | Model hafal, bukan belajar |
| Underfitting | Rendah (60%) | Rendah (60%) | Model belum cukup belajar |
| Just right | Tinggi (90%) | Mirip (87%) | Model generalisasi dengan baik |
Gap besar antara training accuracy dan validation accuracy adalah tanda overfitting yang paling klasik.
Beberapa teknik yang umum dipakai:
Overfitting bukan berarti model kamu bodoh. Ini cuma sinyal bahwa model butuh lebih banyak data, lebih banyak variasi, atau sedikit "pengekangan" supaya bisa generalisasi dengan baik.
Udah paham Overfitting? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!
Latihan interaktif, langsung di browser.