Data SLA

Menengah

Kesepakatan formal tentang standar layanan data: kapan data harus tersedia, seberapa akurat, dan seberapa up-to-date, supaya semua pihak punya ekspektasi yang sama dan terukur.

Apa itu Data SLA?

Di dunia IT, SLA (Service Level Agreement) adalah kontrak antara penyedia layanan dan penggunanya. 'Server kami dijamin uptime 99.9%', misalnya. Data SLA adalah konsep yang sama tapi untuk data: kesepakatan tentang apa yang bisa konsumen data harapkan dari tim data.

Tanpa Data SLA, yang terjadi adalah tim finance komplain 'kenapa data sales kemarin belum ada jam 8 pagi?', sementara tim data nggak pernah tau itu adalah ekspektasi yang harus dipenuhi. Atau stakeholder kecewa karena laporan mereka punya gap data, padahal itu di luar kontrol yang pernah disepakati. Data SLA bikin ekspektasi jadi eksplisit dan terukur.

Dimensi-dimensi Data SLA

DimensiApa yang DiukurContoh Target
AvailabilityKapan data tersediaLaporan harian siap jam 07.00 WIB
FreshnessSeberapa up-to-date dataData lag maksimal 4 jam dari kejadian
CompletenessBerapa persen data lengkapMinimal 99% baris tanpa null di kolom kritis
AccuracySeberapa akurat vs sumber asliDeviasi revenue maksimal 0.1% dari sistem transaksi
LatencySeberapa cepat query berjalanDashboard load kurang dari 5 detik
UptimeSeberapa sering sistem data aktifPipeline uptime 99.5% per bulan

Data SLA vs Data Contract

Kedua istilah ini sering dipakai bergantian, tapi ada nuansanya:

  • Data SLA: berorientasi ke konsumen data (stakeholder, business user). 'Apa yang kalian bisa harapkan dari kami?'
  • Data Contract: lebih ke level teknis antara producer dan consumer sistem atau pipeline. 'Ini schema, format, dan frekuensi update yang dijamin.'

Data SLA bisa dibilang 'versi bisnis' dari data contract, bahasa yang lebih mudah dipahami oleh pihak non-teknis.

Kenapa Ini Makin Relevan Sekarang?

Seiring data stack makin kompleks, makin banyak pihak yang bergantung pada data. Finance butuh data revenue yang akurat sebelum close-of-day. Ops butuh data real-time untuk monitoring. Marketing butuh segmentasi yang fresh sebelum campaign launch.

Tanpa SLA yang jelas, tim data bakal terus-menerus dikejar orang karena harapan yang nggak pernah dikomunikasikan secara eksplisit. Sebaliknya, dengan Data SLA, tim data punya dasar untuk prioritisasi dan capacity planning.

Apa yang Harus Ada dalam Data SLA?

Dokumen Data SLA yang baik biasanya mencakup:

  1. Scope: dataset atau pipeline mana yang di-cover.
  2. Target per dimensi: freshness, completeness, accuracy, dan seterusnya dengan angka yang konkret.
  3. Cara pengukuran dan monitoring: bagaimana SLA dipantau secara otomatis.
  4. Eskalasi: siapa yang dihubungi kalau SLA breach terjadi.
  5. Review cadence: kapan SLA dievaluasi ulang karena kebutuhan bisnis berubah.
Lanjut Latihan

Udah paham Data SLA? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!

Latihan interaktif, langsung di browser.

Mulai Latihan →