Classification adalah teknik machine learning untuk memprediksi kategori atau kelas dari suatu data - misalnya spam atau bukan spam, churn atau tidak, kategori produk apa. Outputnya adalah label, bukan angka.
Classification adalah teknik machine learning di mana model belajar dari data berlabel untuk kemudian memprediksi kategori data baru. Beda dari regression yang memprediksi angka, classification memprediksi "mana dari beberapa pilihan ini yang paling cocok?"
Contoh paling klasik: email spam detection. Model melihat ribuan email yang sudah di-label "spam" atau "bukan spam", belajar pola apa yang membedakannya, lalu terapkan ke email baru.
Ada dua tipe besar:
Binary Classification: cuma ada 2 kelas
Multi-class Classification: lebih dari 2 kelas
| Algoritma | Kapan Cocok | Kelebihan |
|---|---|---|
| Logistic Regression | Binary, data linier, butuh interpretasi | Cepat, interpretable |
| Decision Tree | Perlu penjelasan ke stakeholder | Mudah divisualisasikan |
| Random Forest | Data tabular, performa baik | Robust, nggak gampang overfitting |
| XGBoost | Kompetisi, performa maksimal | State-of-the-art untuk tabular data |
| SVM | Data dimensi tinggi | Bagus untuk teks |
| Neural Network | Data kompleks, gambar, teks | Sangat fleksibel |
Ini penting banget karena accuracy doang sering menyesatkan:
Ini masalah umum di dunia nyata. Bayangkan deteksi fraud di bank: dari 10.000 transaksi, mungkin cuma 50 yang fraud (0.5%). Model yang selalu prediksi "bukan fraud" akan punya accuracy 99.5% tapi sama sekali nggak berguna.
Solusinya: pakai teknik seperti oversampling (SMOTE), undersampling, atau timbang ulang class weight di modelnya.
Udah paham Classification? Lanjut latihan SQL dan Excel yuk!
Latihan interaktif, langsung di browser.