TL;DR
SEQUENCE adalah rumus Excel yang bikin deret angka otomatis, dengan sintaks =SEQUENCE(rows, [columns], [start], [step]). Rumus ini paling kepake buat nomor urut yang gak berantakan waktu baris dihapus, bikin deret tanggal satu bulan penuh, dan jadi bahan dasar buat rumus dynamic array lain. Tersedia di Excel 365, Excel 2021 ke atas, dan Google Sheets.
SEQUENCE adalah rumus Excel yang bikin deret angka berurutan otomatis. Sintaksnya =SEQUENCE(rows, [columns], [start], [step]).
Kedengeran sepele. Bikin angka 1 sampai 10 doang. Tapi begitu kamu pakai buat nomor urut yang nyusun ulang sendiri, atau bikin kalender sebulan dari satu sel, kamu bakal jarang balik ke cara lama.
Di bawah ini sintaks lengkapnya, contoh nomor urut anti berantakan, deret tanggal, dan kombinasinya sama rumus dynamic array lain.
SEQUENCE adalah fungsi dynamic array yang ngasilin deret angka dalam bentuk baris, kolom, atau grid. Hasilnya numpah otomatis ke sel di sekitarnya tanpa perlu copy rumus ke bawah.
Ada di Excel 365, Excel 2021 ke atas, dan Google Sheets. Di bawah itu: #NAME?.
=SEQUENCE(rows, [columns], [start], [step])
| Argumen | Wajib? | Fungsinya | Default |
|---|---|---|---|
rows | Ya | Berapa baris | - |
columns | Nggak | Berapa kolom | 1 |
start | Nggak | Angka pertama | 1 |
step | Nggak | Naik berapa tiap langkah | 1 |
Contoh cepat:
=SEQUENCE(5) → 1, 2, 3, 4, 5 (ke bawah)
=SEQUENCE(1,5) → 1, 2, 3, 4, 5 (ke samping)
=SEQUENCE(5,1,10,5) → 10, 15, 20, 25, 30
=SEQUENCE(3,4) → grid 3×4, isinya 1 sampai 12
=SEQUENCE(5,1,100,-10) → 100, 90, 80, 70, 60
Angka negatif di step bikin deretnya turun. Ini kepake buat bikin countdown atau daftar tahun mundur.
Ini kegunaan SEQUENCE yang paling sering aku pakai.
Cara lama: ketik 1, ketik 2, drag ke bawah. Masalahnya begitu kamu hapus baris nomor 47, nomornya jadi ...46, 48, 49. Berantakan.
Cara SEQUENCE: tulis sekali di A2:
=SEQUENCE(COUNTA(B2:B500))
COUNTA ngitung berapa baris yang keisi di kolom B. SEQUENCE bikin nomor sebanyak itu.
Hapus baris di tengah? Nomornya nyusun ulang sendiri. Tambah baris? Nomor baru nongol otomatis.
Satu sel, satu rumus, gak perlu disentuh lagi.
Excel nyimpen tanggal sebagai angka. 1 Januari 1900 itu angka 1, dan tiap hari nambah 1. Jadi SEQUENCE bisa langsung dipakai buat tanggal.
31 hari berturut-turut mulai 1 Maret 2026:
=SEQUENCE(31, 1, DATE(2026,3,1), 1)
Habis itu format selnya jadi Date (Ctrl+1 > Date). Kalau nggak, yang muncul angka 46082 dan seterusnya.
Tapi gak semua bulan 31 hari. Biar jumlah harinya diitung sendiri:
=SEQUENCE(DAY(EOMONTH(DATE(2026,3,1),0)), 1, DATE(2026,3,1), 1)
EOMONTH ngasih tanggal terakhir bulan itu, DAY ngambil angka harinya. Maret dapet 31, Februari dapet 28, dan di tahun kabisat dapet 29.
Mau 12 tanggal awal bulan buat template laporan tahunan?
=EDATE(DATE(2026,1,1), SEQUENCE(12,1,0,1))
SEQUENCE bikin 0 sampai 11, EDATE nambahin sebanyak itu bulan. Hasilnya: 1 Jan, 1 Feb, sampai 1 Des.
Satu hari punya nilai 1, jadi satu jam = 1/24:
=SEQUENCE(24, 1, 0, 1/24)
Format jadi Time, dan kamu dapet 00:00 sampai 23:00.
Dataset ngulikdata toko_berkah punya 4.812 transaksi selama 12 bulan. Pemilik toko mau satu tabel: omzet per bulan, dan tiap bulan harus muncul walau nol transaksi.
Ini yang gak bisa dilakuin Pivot Table dengan gampang. Bulan tanpa transaksi bakal hilang dari tabelnya.
Langkah 1: bikin 12 tanggal awal bulan di H2:
=EDATE(DATE(2025,3,1), SEQUENCE(12,1,0,1))
Langkah 2: nama bulan yang enak dibaca di I2:
=TEXT(H2#, "mmm yyyy")
Langkah 3: omzet per bulan di J2, pakai SUMIFS:
=SUMIFS(Transaksi[Total],
Transaksi[Tanggal], ">=" & H2#,
Transaksi[Tanggal], "<" & EDATE(H2#,1))
Tiga rumus, tiga sel. Hasilnya tabel 12 baris yang lengkap. Bulan yang sepi tetap muncul dengan angka 0, bukan hilang.
Dari dataset ini, temuan yang lumayan mengejutkan: Desember 2025 omzetnya Rp312 juta, sementara Februari 2026 cuma Rp187 juta. Selisihnya 67%. Kalau tabelnya cuma nampilin bulan yang ada transaksinya, pola musiman kayak gini lebih susah kelihatan.
Dan tahun depan tinggal ganti angka tahun di satu sel. Seluruh tabel ikut.
Kalau versi Excel kamu belum punya TAKE:
=INDEX(SORT(A2:C64, 3, -1), SEQUENCE(5), {1,2,3})
SEQUENCE(5) ngasih baris 1 sampai 5, kurung kurawal ngasih kolom 1 sampai 3. Detail argumen SORT-nya ada di panduan SORT dan SORTBY.
=SEQUENCE(10, 1, YEAR(TODAY()), -1)
10 tahun terakhir, dari tahun ini mundur. Update sendiri tiap ganti tahun.
=SEQUENCE(4, 7, 1, 1)
Grid 4×7, bentuk dasar kalender bulanan.
=SEQUENCE(12,3) butuh 36 sel kosong. Satu sel keisi, error langsung.
Pilih area di bawah dan kanan rumus, tekan Delete.
Deret tanggal keluar sebagai angka mentah kayak 46082. Itu bukan bug, kamu cuma belum ganti format selnya jadi Date.
SEQUENCE cuma angka. Mau A, B, C? Bungkus pakai CHAR:
=CHAR(SEQUENCE(26, 1, 65, 1))
65 itu kode karakter huruf A.
=SEQUENCE(100) ngasih 100 nomor, walau data kamu cuma 63 baris. Sisanya nomor kosong yang ngambang.
Pakai COUNTA atau ROWS biar jumlahnya ngikutin data. Kalau datanya perlu disaring dulu, bungkus pakai FILTER.
Kalau kamu butuh deret sekali doang buat dilihat sekarang, ketik angka pertama, drag, selesai. Lebih cepat.
SEQUENCE itu buat sesuatu yang hidup: nomor urut di tabel yang sering berubah, kalender yang tahunnya diganti, template yang dipakai orang lain berkali-kali.
Argumen lengkap dan batasan versinya ada di dokumentasi SEQUENCE Microsoft.
SEQUENCE bikin deret angka berurutan dan numpahin hasilnya ke sel-sel di sekitarnya. Sintaksnya =SEQUENCE(rows, columns, start, step), yang artinya berapa baris, berapa kolom, mulai dari angka berapa, dan naik berapa tiap langkah. Cuma argumen pertama yang wajib. Rumus ini sering dipakai buat nomor urut, deret tanggal, dan jadi bahan dasar rumus dynamic array lain.
Tulis =SEQUENCE(COUNTA(B2:B500)) di kolom nomor urut. COUNTA ngitung berapa baris yang keisi, terus SEQUENCE bikin nomor sebanyak itu. Waktu kamu hapus satu baris di tengah, nomornya nyusun ulang sendiri. Bandingin sama ngetik manual atau drag isian, yang bakal ninggalin lubang tiap kali ada baris dihapus.
Bisa, soalnya Excel nyimpen tanggal sebagai angka. Tulis =SEQUENCE(31,1,DATE(2026,3,1),1) buat dapet 31 tanggal berturut-turut mulai 1 Maret 2026. Habis itu format selnya jadi Date. Kalau mau langsung sebulan penuh tanpa hardcode jumlah hari, ganti angka 31 pakai DAY(EOMONTH(DATE(2026,3,1),0)) yang ngitung sendiri jumlah harinya.
Karena ada sel keisi di jalur tumpahan hasilnya. SEQUENCE(12,3) butuh 12 baris kali 3 kolom sel kosong. Kalau satu aja keisi, error. Hapus isi sel yang ngalangin dan hasilnya langsung muncul. Kadang penyebabnya sel yang keliatan kosong tapi isinya spasi, jadi lebih aman pilih seluruh area lalu tekan Delete.
Gak ada. SEQUENCE cuma jalan di Excel 365, Excel 2021, Excel 2024, dan Google Sheets. Di Excel 2016 dan 2019 hasilnya error #NAME?. Alternatif di versi lama: ketik angka pertama lalu drag pakai fill handle, atau pakai ROW dikurangi offset, misal =ROW()-1. Bedanya, cara lama gak otomatis nyusun ulang waktu baris dihapus.
Tiga hal yang perlu nempel:
=SEQUENCE(COUNTA(range)) = nomor urut yang gak pernah berantakan lagi.Buka file kerjaan kamu, cari kolom nomor urut yang kamu ketik manual. Ganti jadi satu rumus SEQUENCE. Itu satu hal kecil yang berhenti bikin kamu kesel tiap kali hapus baris.
Lanjut: referensi lengkap fungsi SEQUENCE dan apa itu dynamic array di glosarium ngulikdata.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.