Rumus SEQUENCE Excel: Bikin Deret Angka & Tanggal Otomatis
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Rumus SEQUENCE Excel: Bikin Deret Angka & Tanggal Otomatis

Rumus SEQUENCE Excel: Bikin Deret Angka & Tanggal Otomatis

BimaBima
·17 Maret 2026·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

SEQUENCE adalah rumus Excel yang bikin deret angka otomatis, dengan sintaks =SEQUENCE(rows, [columns], [start], [step]). Rumus ini paling kepake buat nomor urut yang gak berantakan waktu baris dihapus, bikin deret tanggal satu bulan penuh, dan jadi bahan dasar buat rumus dynamic array lain. Tersedia di Excel 365, Excel 2021 ke atas, dan Google Sheets.

SEQUENCE adalah rumus Excel yang bikin deret angka berurutan otomatis. Sintaksnya =SEQUENCE(rows, [columns], [start], [step]).

Kedengeran sepele — bikin angka 1 sampai 10 doang. Tapi begitu kamu pakai buat nomor urut yang nyusun ulang sendiri, atau bikin kalender sebulan dari satu sel, kamu bakal jarang balik ke cara lama.

Di bawah ini sintaks lengkapnya, contoh nomor urut anti berantakan, deret tanggal, dan kombinasinya sama rumus dynamic array lain.

Apa itu rumus SEQUENCE di Excel?

SEQUENCE adalah fungsi dynamic array yang ngasilin deret angka dalam bentuk baris, kolom, atau grid. Hasilnya numpah otomatis ke sel di sekitarnya tanpa perlu copy rumus ke bawah.

Ada di Excel 365, Excel 2021 ke atas, dan Google Sheets. Di bawah itu: #NAME?.

Sintaksnya

=SEQUENCE(rows, [columns], [start], [step])
ArgumenWajib?FungsinyaDefault
rowsYaBerapa baris—
columnsNggakBerapa kolom1
startNggakAngka pertama1
stepNggakNaik berapa tiap langkah1

Contoh cepat:

=SEQUENCE(5)            → 1, 2, 3, 4, 5 (ke bawah)
=SEQUENCE(1,5)          → 1, 2, 3, 4, 5 (ke samping)
=SEQUENCE(5,1,10,5)     → 10, 15, 20, 25, 30
=SEQUENCE(3,4)          → grid 3×4, isinya 1 sampai 12
=SEQUENCE(5,1,100,-10)  → 100, 90, 80, 70, 60

Angka negatif di step bikin deretnya turun. Ini kepake buat bikin countdown atau daftar tahun mundur.

Gimana cara bikin nomor urut yang gak berantakan?

Ini kegunaan SEQUENCE yang paling sering aku pakai.

Cara lama: ketik 1, ketik 2, drag ke bawah. Masalahnya begitu kamu hapus baris nomor 47, nomornya jadi ...46, 48, 49. Berantakan.

Cara SEQUENCE — tulis sekali di A2:

=SEQUENCE(COUNTA(B2:B500))

COUNTA ngitung berapa baris yang keisi di kolom B. SEQUENCE bikin nomor sebanyak itu.

Hapus baris di tengah? Nomornya nyusun ulang sendiri. Tambah baris? Nomor baru nongol otomatis.

Satu sel, satu rumus, gak perlu disentuh lagi.

Gimana cara bikin deret tanggal pakai SEQUENCE?

Excel nyimpen tanggal sebagai angka — 1 Januari 1900 itu angka 1, dan tiap hari nambah 1. Jadi SEQUENCE bisa langsung dipakai buat tanggal.

31 hari berturut-turut mulai 1 Maret 2026:

=SEQUENCE(31, 1, DATE(2026,3,1), 1)

Habis itu format selnya jadi Date (Ctrl+1 > Date). Kalau nggak, yang muncul angka 46082 dan seterusnya.

Tapi gak semua bulan 31 hari. Biar jumlah harinya diitung sendiri:

=SEQUENCE(DAY(EOMONTH(DATE(2026,3,1),0)), 1, DATE(2026,3,1), 1)

EOMONTH ngasih tanggal terakhir bulan itu, DAY ngambil angka harinya. Maret dapet 31, Februari dapet 28, dan di tahun kabisat dapet 29.

Deret bulanan

Mau 12 tanggal awal bulan buat template laporan tahunan?

=EDATE(DATE(2026,1,1), SEQUENCE(12,1,0,1))

SEQUENCE bikin 0 sampai 11, EDATE nambahin sebanyak itu bulan. Hasilnya: 1 Jan, 1 Feb, sampai 1 Des.

Deret jam

Satu hari punya nilai 1, jadi satu jam = 1/24:

=SEQUENCE(24, 1, 0, 1/24)

Format jadi Time, dan kamu dapet 00:00 sampai 23:00.

Contoh kasus: template laporan bulanan toko_berkah

Dataset ngulikdata toko_berkah punya 4.812 transaksi selama 12 bulan. Pemilik toko mau satu tabel: omzet per bulan, dan tiap bulan harus muncul walau nol transaksi.

Ini yang gak bisa dilakuin Pivot Table dengan gampang — bulan tanpa transaksi bakal hilang dari tabelnya.

Langkah 1 — bikin 12 tanggal awal bulan di H2:

=EDATE(DATE(2025,3,1), SEQUENCE(12,1,0,1))

Langkah 2 — nama bulan yang enak dibaca di I2:

=TEXT(H2#, "mmm yyyy")

Langkah 3 — omzet per bulan di J2, pakai SUMIFS:

=SUMIFS(Transaksi[Total],
  Transaksi[Tanggal], ">=" & H2#,
  Transaksi[Tanggal], "<" & EDATE(H2#,1))

Tiga rumus, tiga sel. Hasilnya tabel 12 baris yang lengkap — bulan yang sepi tetap muncul dengan angka 0, bukan hilang.

Dari dataset ini, temuan yang lumayan mengejutkan: Desember 2025 omzetnya Rp312 juta, sementara Februari 2026 cuma Rp187 juta. Selisihnya 67%. Kalau tabelnya cuma nampilin bulan yang ada transaksinya, pola musiman kayak gini lebih susah kelihatan.

Dan tahun depan tinggal ganti angka tahun di satu sel. Seluruh tabel ikut.

Kombinasi SEQUENCE yang sering kepake

Ambil N baris teratas tanpa TAKE

Kalau versi Excel kamu belum punya TAKE:

=INDEX(SORT(A2:C64, 3, -1), SEQUENCE(5), {1,2,3})

SEQUENCE(5) ngasih baris 1 sampai 5, kurung kurawal ngasih kolom 1 sampai 3. Detail argumen SORT-nya ada di panduan SORT dan SORTBY.

Bikin daftar tahun mundur buat dropdown

=SEQUENCE(10, 1, YEAR(TODAY()), -1)

10 tahun terakhir, dari tahun ini mundur. Update sendiri tiap ganti tahun.

Grid nomor buat penjadwalan

=SEQUENCE(4, 7, 1, 1)

Grid 4×7 — bentuk dasar kalender bulanan.

Kesalahan umum waktu pakai SEQUENCE

Error #SPILL! karena ruangnya kekurangan

=SEQUENCE(12,3) butuh 36 sel kosong. Satu sel keisi, error langsung.

Pilih area di bawah dan kanan rumus, tekan Delete.

Lupa format tanggal

Deret tanggal keluar sebagai angka mentah kayak 46082. Itu bukan bug — kamu cuma belum ganti format selnya jadi Date.

Ngira SEQUENCE bisa bikin deret huruf

SEQUENCE cuma angka. Mau A, B, C? Bungkus pakai CHAR:

=CHAR(SEQUENCE(26, 1, 65, 1))

65 itu kode karakter huruf A.

Hardcode jumlah baris

=SEQUENCE(100) ngasih 100 nomor, walau data kamu cuma 63 baris. Sisanya nomor kosong yang ngambang.

Pakai COUNTA atau ROWS biar jumlahnya ngikutin data. Kalau datanya perlu disaring dulu, bungkus pakai FILTER.

Kapan SEQUENCE gak usah dipakai

Kalau kamu butuh deret sekali doang buat dilihat sekarang — ketik angka pertama, drag, selesai. Lebih cepat.

SEQUENCE itu buat sesuatu yang hidup: nomor urut di tabel yang sering berubah, kalender yang tahunnya diganti, template yang dipakai orang lain berkali-kali.

Argumen lengkap dan batasan versinya ada di dokumentasi SEQUENCE Microsoft.

FAQ

Apa fungsi rumus SEQUENCE di Excel?

SEQUENCE bikin deret angka berurutan dan numpahin hasilnya ke sel-sel di sekitarnya. Sintaksnya =SEQUENCE(rows, columns, start, step), yang artinya berapa baris, berapa kolom, mulai dari angka berapa, dan naik berapa tiap langkah. Cuma argumen pertama yang wajib. Rumus ini sering dipakai buat nomor urut, deret tanggal, dan jadi bahan dasar rumus dynamic array lain.

Gimana cara bikin nomor urut yang gak berantakan pakai SEQUENCE?

Tulis =SEQUENCE(COUNTA(B2:B500)) di kolom nomor urut. COUNTA ngitung berapa baris yang keisi, terus SEQUENCE bikin nomor sebanyak itu. Waktu kamu hapus satu baris di tengah, nomornya nyusun ulang sendiri. Bandingin sama ngetik manual atau drag isian, yang bakal ninggalin lubang tiap kali ada baris dihapus.

Bisa gak SEQUENCE bikin deret tanggal?

Bisa, soalnya Excel nyimpen tanggal sebagai angka. Tulis =SEQUENCE(31,1,DATE(2026,3,1),1) buat dapet 31 tanggal berturut-turut mulai 1 Maret 2026. Habis itu format selnya jadi Date. Kalau mau langsung sebulan penuh tanpa hardcode jumlah hari, ganti angka 31 pakai DAY(EOMONTH(DATE(2026,3,1),0)) yang ngitung sendiri jumlah harinya.

Kenapa SEQUENCE kasih error #SPILL!?

Karena ada sel keisi di jalur tumpahan hasilnya. SEQUENCE(12,3) butuh 12 baris kali 3 kolom sel kosong. Kalau satu aja keisi, error. Hapus isi sel yang ngalangin dan hasilnya langsung muncul. Kadang penyebabnya sel yang keliatan kosong tapi isinya spasi, jadi lebih aman pilih seluruh area lalu tekan Delete.

SEQUENCE ada di Excel 2019 gak?

Gak ada. SEQUENCE cuma jalan di Excel 365, Excel 2021, Excel 2024, dan Google Sheets. Di Excel 2016 dan 2019 hasilnya error #NAME?. Alternatif di versi lama: ketik angka pertama lalu drag pakai fill handle, atau pakai ROW dikurangi offset, misal =ROW()-1. Bedanya, cara lama gak otomatis nyusun ulang waktu baris dihapus.

Penutup

Tiga hal yang perlu nempel:

  • =SEQUENCE(COUNTA(range)) = nomor urut yang gak pernah berantakan lagi.
  • Tanggal itu cuma angka, jadi SEQUENCE bisa bikin kalender — asal selnya diformat Date.
  • Jangan hardcode jumlah baris. Pakai COUNTA atau ROWS biar ngikutin data.

Buka file kerjaan kamu, cari kolom nomor urut yang kamu ketik manual. Ganti jadi satu rumus SEQUENCE. Itu satu hal kecil yang berhenti bikin kamu kesel tiap kali hapus baris.

Lanjut: referensi lengkap fungsi SEQUENCE dan apa itu dynamic array di glosarium ngulikdata.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Tutorial Excel & Sheets
11 Juli 2026•10 menit baca

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis

Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.

BimaBima
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Tutorial Excel & Sheets
8 Juli 2026•10 menit baca

Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio

Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.

BimaBima
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Tutorial Excel & Sheets
5 Juli 2026•9 menit baca

Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range

Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore