TL;DR
Pilihan grafik ditentukan tiga pertanyaan berurutan: kamu mau nunjukin apa (perbandingan, komposisi, distribusi, hubungan, atau perubahan waktu), berapa banyak kategori yang dibandingin, dan apakah sumbu waktu terlibat. Perbandingan antar kategori pakai batang horizontal, perubahan sepanjang waktu pakai garis, hubungan dua angka pakai grafik sebar, dan distribusi satu angka pakai histogram. Grafik lingkaran cuma layak dipakai kalau kategorinya dua atau tiga dan angkanya ditulis.
Pilihan grafik yang tepat ditentukan tiga pertanyaan, bukan selera.
Kamu mau nunjukin apa? Berapa banyak kategorinya? Ada sumbu waktu nggak?
Jawab tiga itu berurutan, grafiknya biasanya ketemu dalam 20 detik. Di bawah ini pohon keputusannya, tabel rujukan per jenis grafik, dan daftar kesalahan yang paling sering bikin grafik salah dibaca.
Mulai dari tujuan, bukan dari data. Ada lima tujuan yang mencakup hampir semua grafik yang kamu bikin di kantor: bandingin antar kategori, tunjukin komposisi, lihat distribusi, cari hubungan antar dua angka, dan ikutin perubahan sepanjang waktu. Setiap tujuan punya grafik bawaannya.
Pohon keputusannya begini.
| Tujuan | Grafik utama | Alternatif | Hindari kalau |
|---|---|---|---|
| Bandingin nilai antar kategori | Batang horizontal | Batang vertikal, dot plot | Kategorinya lebih dari 15 tanpa dikelompokin |
| Perubahan sepanjang waktu | Grafik garis | Grafik area, batang vertikal | Titik waktunya cuma 2 atau 3 |
| Komposisi (bagian dari total) | Batang bertumpuk 100% | Treemap, grafik lingkaran | Kategorinya lebih dari 5 |
| Komposisi yang berubah tiap periode | Grafik area bertumpuk | Batang bertumpuk per periode | Kategori tengahnya yang mau dibaca teliti |
| Sebaran satu kolom angka | Histogram | Density plot | Datanya di bawah 30 baris |
| Bandingin sebaran antar kelompok | Box plot | Violin plot, strip plot | Audiensnya belum pernah lihat box plot |
| Hubungan dua kolom angka | Grafik sebar | Grafik sebar plus garis tren | Titiknya numpuk berat, pakai binning dulu |
| Peringkat yang berubah | Bump chart | Slope chart (kalau cuma 2 periode) | Pesertanya lebih dari 10 |
| Satu angka penting | Angka besar plus konteks | Bullet chart | Pakai speedometer, buang-buang ruang |
| Pola per wilayah | Peta choropleth | Batang per wilayah | Yang dibandingin nilai mutlak, bukan rasio |
Aku pernah rapihin satu laporan mingguan jaringan toko sembako yang isinya 11 grafik. Setelah dicek satu per satu, cuma 4 grafik yang jenisnya cocok sama pertanyaan yang mau dijawab.
Yang paling parah: perbandingan omzet 14 cabang digambar pakai grafik lingkaran. Tujuh cabang teratas nilainya di rentang 6% sampai 9% dari total, dan urutannya nggak bisa dibaca sama sekali dari potongan lingkaran.
Setelah diganti jadi batang horizontal yang diurutkan, satu hal langsung kelihatan: cabang peringkat 12 sampai 14 jumlahnya cuma 8,3% dari total omzet, tapi jumlah karyawannya 19% dari total. Rasio itu nggak pernah kebahas selama tujuh bulan laporan itu jalan.
Jumlah grafik akhirnya turun dari 11 jadi 6. Waktu baca laporan turun dari sekitar 12 menit jadi 4 menit menurut hitungan manajer operasionalnya.
Prinsipnya sederhana: grafik yang salah jenis bukan cuma kurang cantik, dia nyembunyiin informasi yang ada di datamu.
Daftar jenis grafik beserta kapan dipakainya juga bisa kamu cek di dokumentasi Looker Studio kalau kamu kerja di tool itu.
| Pertanyaanmu | Pakai ini |
|---|---|
| Mana yang paling besar? | Batang horizontal, urut |
| Naik atau turun? | Grafik garis |
| Porsinya berapa? | Batang bertumpuk 100% |
| Sebarannya gimana? | Histogram |
| Kelompok mana yang lebih beragam? | Box plot |
| Dua angka ini nyambung nggak? | Grafik sebar |
| Pola tiap cabang gimana? | Small multiples |
| Udah sesuai target belum? | Angka besar plus pembanding |
Grafik batang horizontal. Dia jalan buat hampir semua perbandingan antar kategori, label panjang muat tanpa dimiringkan, dan mata manusia jago banget bandingin panjang batang. Kalau kamu punya lima menit sebelum rapat dan nggak yakin mau pakai apa, batang horizontal yang diurutkan dari besar ke kecil jarang bikin salah paham.
Karena mata manusia payah bandingin luas juring. Bedain 22% sama 25% dari potongan lingkaran itu susah, sementara di grafik batang bedanya langsung kelihatan. Grafik lingkaran masih layak dipakai kalau kategorinya cuma dua atau tiga, angkanya ditulis di tiap potongan, dan totalnya beneran seratus persen dari satu hal utuh.
Pakai garis kalau sumbu datarnya waktu dan urutannya bermakna, misalnya penjualan harian selama enam bulan. Garis bikin arah naik turunnya kelihatan. Pakai batang kalau kategorinya nggak punya urutan alami, misalnya penjualan per cabang. Menyambungkan cabang Bekasi ke cabang Depok pakai garis nggak punya arti apa-apa.
Buat grafik batang, sampai 15 kategori masih nyaman kalau batangnya horizontal dan urut. Lebih dari itu, gabungin kategori kecil jadi satu kelompok lainnya, atau tampilkan sepuluh teratas doang. Buat grafik garis, empat sampai lima garis udah maksimal sebelum warnanya saling tumpuk. Kalau lebih, pecah jadi beberapa grafik kecil sejenis.
Buat grafik batang, iya, wajib. Panjang batang itu yang dibaca orang, jadi sumbu yang dipotong bikin selisihnya kelihatan jauh lebih besar dari kenyataan. Buat grafik garis, boleh nggak mulai dari nol asal perubahan kecilnya emang penting, misalnya suhu atau kurs. Kasih tanda jelas kalau sumbunya dipotong.
Tiga hal yang bikin grafikmu lebih kebaca mulai hari ini.
Mulai dari pertanyaan yang mau dijawab, bukan dari data yang kebetulan ada.
Urutin batangmu dan tulis judul yang nyimpulin temuan, bukan judul yang nyebut nama kolom.
Kurangi jumlah grafik. Enam yang tepat kalahin sebelas yang asal.
Mau lanjut ke teknik perbandingan antar kelompok? Baca small multiples. Kalau kolommu kebanyakan dan bingung mau digambar dari mana, ada juga panduan PCA untuk analis.
Simpan tabel ringkas di atas, buka lagi pas bikin laporan minggu depan.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Dashboard penjualan yang rapi bisa kamu bikin cuma pakai Google Sheets, tanpa Looker Studio, tanpa add-on, tanpa bayar apa pun. Ini urutan 6 langkahnya, lengkap dengan rumusnya.
Dashboard buat mantau angka yang berubah tiap hari. Laporan buat jawab satu pertanyaan sekali dan tuntas. Salah pilih, kerjaanmu kebuang.
Delapan KPI keuangan yang beneran dibuka CFO tiap bulan, rumusnya, dan cara nyusunnya jadi satu dashboard yang kebaca dalam 90 detik.