Cara Menambah Trendline pada Scatter Plot Excel (2026)
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Cara Menambah Trendline pada Scatter Plot Excel (2026)

Cara Menambah Trendline pada Scatter Plot Excel (2026)

BimaBima
·8 Desember 2026·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Buat nambah trendline di scatter plot Excel, klik grafiknya, tekan tombol plus di pojok kanan atas, lalu centang Trendline. Excel bakal narik garis lurus lewat titik-titik datamu. Buat baca kekuatan hubungannya, klik dua kali garis itu dan centang Display R-squared value on chart. Nilai R-squared makin dekat 1 berarti garis makin cocok sama data.

Trendline di scatter plot Excel adalah garis yang nunjukin arah umum data kamu. Cara nambahnya: klik grafiknya, tekan tombol plus di pojok kanan atas, lalu centang Trendline. Selesai dalam tiga klik.

Tapi garis itu baru berguna kalau kamu tau jenis mana yang cocok dan cara baca angkanya.

Di bawah ini aku tunjukin cara pasang trendline yang bener, milih tipe yang pas, nampilin persamaan sama R-squared, plus contoh nyata pakai data penjualan toko.

Apa itu trendline di scatter plot Excel?

Trendline adalah garis yang ditarik lewat titik-titik data di grafik buat nunjukin pola atau arahnya. Di scatter plot, dia bantu kamu lihat apakah dua hal saling berhubungan, misalnya biaya iklan sama jumlah penjualan. Excel ngitung garis ini otomatis pakai metode regresi.

Scatter plot sendiri sebar titik data di dua sumbu. Tanpa garis bantu, mata kamu susah nangkep polanya kalau titiknya banyak dan berserakan.

Trendline yang narik itu jadi rangkuman visual. Naik berarti hubungan positif, turun berarti negatif, datar berarti nggak ada hubungan yang jelas.

Gimana cara nambah trendline di scatter plot Excel?

Blok dua kolom angka, bikin scatter plot lewat Insert, lalu klik tombol plus di pojok grafik dan centang Trendline. Excel langsung narik garis Linear sebagai default. Semua ini kelar dalam waktu kurang dari satu menit.

Langkah lengkapnya gini:

  1. Blok dua kolom data kamu, misalnya kolom biaya iklan dan kolom penjualan.
  2. Buka tab Insert, klik ikon scatter chart (Scatter), pilih yang model titik biasa.
  3. Klik grafik yang muncul, lalu klik tombol plus (+) di pojok kanan atas grafik.
  4. Centang kotak Trendline. Garis lurus bakal muncul lewat titik-titik data.
  5. Mau ganti jenis garis? Klik panah kecil di samping Trendline, pilih More Options.

Kalau kamu pakai Google Sheets, langkahnya beda dikit. Klik dua kali grafik, buka tab Customize, masuk ke Series, lalu centang Trendline. Aku bahas lebih detail soal grafik di panduan bikin scatter plot Excel.

Jenis trendline apa aja yang ada di Excel?

Excel punya enam jenis trendline. Tiap jenis cocok buat pola data yang beda. Pilih yang salah, garisnya bakal nyesatin. Ini rinciannya:

JenisCocok buatContoh kasus
LinearData naik atau turun dengan laju stabilBiaya iklan vs penjualan
ExponentialData naik makin cepat tiap periodePertumbuhan follower akun baru
LogarithmicNaik cepat di awal lalu melandaiPengaruh diskon ke jumlah order
PolynomialData naik-turun bergelombangPenjualan musiman sepanjang tahun
PowerNaik dengan laju yang meningkat konsistenLuas vs harga tanah
Moving AverageMenghaluskan data yang banyak noiseHarga harian yang naik-turun tajam

Buat pemula, mulai dari Linear. Dia paling gampang dibaca dan cocok buat mayoritas data bisnis harian.

Kalau garis Linear kelihatan jauh dari titik-titiknya, baru coba jenis lain. Cek juga arti regresi linear biar paham dasarnya.

Cara nampilin persamaan dan R-squared di grafik

Klik dua kali garis trendline buat buka panel Format Trendline. Di bagian bawah, centang Display Equation on chart dan Display R-squared value on chart. Dua angka ini muncul langsung di grafik dan bikin garismu bisa dipercaya.

Persamaannya bentuknya kayak gini:

y = 2,45x + 1.200.000
R² = 0,87

Baca gini: tiap kamu nambah 1 satuan di sumbu x (misal Rp1.000 biaya iklan), nilai y (penjualan) naik 2,45 satuan. Angka 1.200.000 itu titik potong, nilai y saat x nol.

R-squared 0,87 artinya garisnya nangkep 87 persen variasi data. Sisanya 13 persen dipengaruhi hal lain di luar grafik. Makin dekat ke 1, makin bisa kamu andelin garisnya.

Kalau kamu butuh angka slope-nya buat perhitungan lain, pakai fungsi SLOPE di dalam sel. Buat prediksi angka spesifik, pakai FORECAST.LINEAR.

Contoh kasus: toko_berkah dan biaya iklan

Aku pakai data toko_berkah, warung kelontong yang jual online. Mereka nyatet biaya iklan mingguan dan omzet selama 12 minggu. Pertanyaannya: iklan beneran naikin penjualan atau cuma bakar duit?

MingguBiaya iklan (Rp)Omzet (Rp)
1200.0001.750.000
4500.0002.900.000
8800.0003.600.000
121.200.0004.400.000

Setelah aku bikin scatter plot dan pasang trendline Linear, hasilnya:

y = 2,58x + 1.310.000
R² = 0,94

R-squared 0,94 itu tinggi. Artinya biaya iklan menjelaskan 94 persen naik-turunnya omzet toko_berkah. Slope 2,58 berarti tiap tambah Rp1.000 iklan, omzet naik sekitar Rp2.580.

Angka ini bikin keputusan gampang. Selama tiap rupiah iklan balik jadi Rp2,58 omzet, nambah budget iklan masih masuk akal buat toko_berkah. Ini insight yang nggak keliatan cuma dari lihat angka mentah di tabel.

Kesalahan umum saat pakai trendline

Kesalahan pertama: maksa garis cocok dengan naikin derajat Polynomial sampai R-squared mendekati 1. Garisnya jadi berkelok ngikutin tiap titik, tapi jadi nggak berguna buat prediksi. Ini namanya overfitting.

Kedua, nyimpulin sebab-akibat dari R-squared tinggi. Dua hal bisa gerak barengan tanpa satu nyebabin yang lain. Penjualan es dan kasus tenggelam sama-sama naik pas musim panas, tapi es krim nggak bikin orang tenggelam.

Ketiga, mrediksi terlalu jauh ke depan. Trendline cuma manjangin pola lama. Ramalan 2 minggu ke depan lumayan aman, ramalan 6 bulan gampang meleset.

Keempat, lupa cek jumlah data. Trendline dari 4 titik data gampang bohong. Usahakan minimal 10 sampai 12 titik biar polanya lebih bisa dipercaya.

Penutup

Trendline bikin scatter plot kamu berbicara. Tiga poin yang perlu kamu inget:

  • Pasang lewat tombol plus di pojok grafik, mulai dari jenis Linear.
  • Selalu tampilkan R-squared. Angka di atas 0,9 berarti garisnya bisa diandelin.
  • Jangan pakai buat prediksi jauh dan jangan simpulin sebab-akibat.

Mau lancar bikin grafik dan baca datanya sendiri? Latihan langsung di seri Excel untuk analis data. Buat detail resmi tiap opsi, cek juga dokumentasi trendline Microsoft.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Excel vs Python untuk Analis Data: Kapan Pakai Apa (2026)
Tutorial Excel & Sheets
29 Desember 2026•8 menit baca

Excel vs Python untuk Analis Data: Kapan Pakai Apa (2026)

Nggak perlu milih satu selamanya. Ini kapan Excel lebih cepat, kapan Python menang, dan contoh tugas yang sama dikerjain di dua-duanya biar kamu bisa banding sendiri.

BimaBima
Template Simulasi Cicilan Kredit di Excel
Tutorial Excel & Sheets
26 Desember 2026•9 menit baca

Template Simulasi Cicilan Kredit di Excel

Bikin simulasi cicilan kredit sendiri di Excel pakai fungsi PMT. Hitung angsuran bulanan plus tabel amortisasi lengkap dengan contoh KPR Rp300 juta.

BimaBima
Template Anggaran Bulanan Excel
Tutorial Excel & Sheets
23 Desember 2026•9 menit baca

Template Anggaran Bulanan Excel

Template anggaran Excel yang benar bakal hitung sisa uang dan pengeluaran per kategori otomatis. Ini struktur tabelnya, rumus SUMIF, plus contoh nyata.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore