Cara Membuat Combo Chart Excel: Gabung Bar dan Line
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Cara Membuat Combo Chart Excel: Gabung Bar dan Line

Cara Membuat Combo Chart Excel: Gabung Bar dan Line

BimaBima
·25 April 2026·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Combo chart Excel adalah grafik yang gabungin dua tipe chart berbeda — biasanya bar dan line — dalam satu area, dengan opsi sumbu sekunder buat data yang satuannya beda. Cara bikinnya: blok data, Insert > Charts > Combo, pilih Clustered Column - Line on Secondary Axis. Dipakai kalau kamu mau nampilin dua metrik yang skalanya jauh beda, kayak omzet dalam jutaan rupiah dan margin dalam persen.

Combo chart Excel adalah grafik yang gabungin dua tipe chart — biasanya bar dan line — dalam satu area gambar, dengan opsi sumbu sekunder buat data yang satuannya beda.

Cara bikinnya: blok data, klik Insert > Charts > Combo, pilih Clustered Column - Line on Secondary Axis.

Kenapa perlu? Coba plot omzet Rp 312 juta bareng margin 22% di satu sumbu. Garis margin bakal nempel rata di dasar chart, gak kelihatan sama sekali. Skalanya kejauhan.

Combo chart kasih tiap metrik sumbu sendiri. Bar pakai sumbu kiri, line pakai sumbu kanan. Dua-duanya kebaca.

Kapan Combo Chart Dipakai?

Pakai combo chart kalau kamu mau nunjukin dua metrik yang berhubungan tapi satuannya beda, dan kamu mau orang lihat hubungan itu dalam satu pandangan.

Pasangan metrikBar (sumbu kiri)Line (sumbu kanan)
Omzet vs marginOmzet (Rp juta)Margin (%)
Jumlah order vs rata-rata nilai orderJumlah orderAOV (Rp)
Traffic vs conversion rateSesiConversion (%)
Penjualan vs target pencapaianPenjualan (Rp)Pencapaian (%)
Jumlah tiket vs waktu responsTiket masukRata-rata jam respons

Yang gak perlu combo chart: dua metrik dengan satuan sama. Penjualan tahun ini vs tahun lalu, dua-duanya rupiah? Pakai line chart biasa dengan dua garis. Kasih sumbu sekunder ke data yang satuannya sama itu bikin orang salah baca perbandingannya.

Gimana Cara Membuat Combo Chart Excel Step-by-Step?

Aku pakai data toko_berkah — omzet bulanan dan margin kotor sepanjang semester 1 2026.

1. Susun datanya

A          B                C
Bulan      Omzet            Margin
Jan        248.000.000      18,5%
Feb        267.000.000      19,2%
Mar        428.000.000      15,8%
Apr        312.000.000      22,1%
Mei        295.000.000      23,4%
Jun        341.000.000      21,7%

Kolom Margin harus format Percentage, bukan angka biasa. Kalau kamu ketik 22,1 dan formatnya General, Excel bakal baca itu sebagai 22,1 — bukan 0,221. Sumbu sekunder kamu jadi ngaco.

2. Blok semua data termasuk header

Blok A1:C7.

3. Insert combo chart

Insert > grup Charts > klik ikon Combo (ikonnya bar dengan garis di atas) > pilih Clustered Column - Line on Secondary Axis.

Excel otomatis bikin Omzet jadi bar di sumbu kiri, Margin jadi line di sumbu kanan. Sekali klik, beres.

Kalau Excel nebaknya salah — misalnya Margin jadi bar — lanjut ke langkah 4.

4. Atur manual lewat Change Chart Type

Klik kanan chart > Change Chart Type > tab Combo di kiri bawah.

Sekarang kamu lihat daftar seri dengan dua dropdown per seri:

  • Chart Type — pilih Clustered Column buat Omzet, Line with Markers buat Margin
  • Secondary Axis — centang cuma di baris Margin

Klik OK. Sekarang bar-nya pakai skala rupiah di kiri, garisnya pakai skala persen di kanan.

5. Kasih label ke dua sumbu

Ini yang paling sering dilupain, dan ini yang bikin combo chart jadi teka-teki.

Orang lihat dua sumbu tanpa label dan gak tau mana yang buat apa. Klik chart > ikon + > centang Axis Titles > pilih Primary Vertical dan Secondary Vertical.

Ketik: sumbu kiri "Omzet (Rp juta)", sumbu kanan "Margin (%)".

6. Bedain warnanya dengan tegas

Bar dan line harus beda warna jauh, biar orang gak bingung mana yang nyambung ke sumbu mana.

Aku biasanya pakai bar abu-abu atau biru muda (data konteks), garis oranye tebal (data yang mau disorot). Klik garisnya > Format Data Series > Line > Width 2,5-3 pt.

7. Format angka sumbu kiri

248000000 di sumbu itu bikin chart penuh angka. Klik kanan sumbu kiri > Format Axis > Number > Custom, masukin:

#.##0,, "jt"

Jadi 248 jt. Chart langsung lega.

Contoh Kasus: Omzet Naik Tapi Margin Jeblok

Ini yang bikin combo chart berguna banget di data toko_berkah.

Kalau kamu cuma lihat bar omzet: Maret adalah bulan terbaik. Rp 428 juta, tertinggi sepanjang semester. Semua orang senang.

Tapi garis margin di Maret justru terendah: 15,8%. Turun dari 19,2% di Februari.

Artinya toko jual banyak, tapi untungnya tipis. Kenapa? Maret itu Ramadan — toko kasih diskon besar-besaran buat ngejar volume. Omzet meledak, margin remuk.

Hitung untung kotornya: Maret = Rp 428 juta × 15,8% = Rp 67,6 juta. April = Rp 312 juta × 22,1% = Rp 69 juta.

April untungnya lebih besar dari Maret, padahal omzetnya 27% lebih kecil.

Itu insight yang gak bakal muncul kalau kamu bikin dua chart terpisah. Orang bakal lihat chart omzet, bilang "Maret jempolan", terus pindah slide. Combo chart maksa dua angka itu ketemu di mata yang sama.

Kesalahan Umum di Combo Chart

1. Sumbu sekunder buat data yang satuannya sama

Penjualan Produk A (Rp 50 juta) dan Produk B (Rp 900 juta) sama-sama rupiah. Kalau kamu kasih B sumbu sekunder biar "muat", chart kamu bohong — dua bar kelihatan sama tinggi padahal selisihnya 18x.

Satuan sama = satu sumbu. Titik. Kalau skalanya terlalu jauh, pakai chart terpisah atau skala log.

2. Gak ada label sumbu

Dua sumbu tanpa label = orang harus nebak. Dan mereka bakal nebak salah.

3. Terlalu banyak seri

Tiga seri di dua sumbu udah batas. Empat ke atas, orang gak bisa lacak lagi. Aku pernah lihat combo chart 5 seri di rapat — gak ada satupun yang bisa jelasin isinya dalam 30 detik.

4. Sumbu sekunder gak mulai dari nol tanpa alasan

Excel suka set minimum sumbu sekunder di angka aneh, misalnya 14%. Efeknya: turun margin 3 poin kelihatan kayak jatuh bebas.

Buat margin dan persentase, set minimum 0 kalau nilainya wajar. Klik kanan sumbu kanan > Format Axis > Minimum = 0.

5. Nyampur bar dan area chart

Combo Excel emang ngizinin bar plus area. Tapi area chart di atas bar bikin dua-duanya saling nutupin. Bar plus line yang paling kebaca. Sisanya cuma nambah bingung.

Combo Chart di Google Sheets

Blok data > Insert > Chart > di panel Chart editor, pilih Chart type Combo chart.

Set sumbu sekunder: tab Customize > Series > pilih seri Margin dari dropdown > bagian Axis > pilih Right axis.

Sheets biasanya udah nebak bener seri mana yang jadi line. Kalau salah, di panel Series yang sama ada dropdown Type buat ganti antara Column dan Line.

Detail opsi chart Excel bisa kamu cek di dokumentasi tipe chart Microsoft.

FAQ

Kapan harus pakai sumbu sekunder?

Kalau dua metrik satuannya beda atau skalanya terpaut jauh — omzet Rp 300 juta dan margin 22%, misalnya. Kalau satuannya sama, jangan pakai sumbu sekunder. Itu bikin orang salah baca perbandingan.

Kenapa garis line di combo chart aku nempel di bawah?

Seri itu masih pakai sumbu utama yang skalanya jutaan. Klik kanan garisnya > Format Data Series > centang Secondary Axis.

Berapa maksimal seri data di satu combo chart?

Dua sampai tiga. Lewat dari itu orang gak bisa lacak lagi mana yang pakai sumbu kiri dan mana yang kanan.

Combo chart bisa gabungin bar sama area chart?

Bisa, tiap seri punya dropdown chart type sendiri. Tapi area di atas bar bikin dua-duanya saling nutupin. Bar plus line yang paling kebaca.

Gimana bikin combo chart di Google Sheets?

Insert > Chart > Chart type Combo chart. Sumbu sekunder di Customize > Series > Axis > Right axis.

Penutup

Yang perlu dibawa pulang:

  • Combo chart buat dua metrik yang satuannya beda. Satuan sama = satu sumbu.
  • Label kedua sumbu. Tanpa itu, chart kamu jadi teka-teki.
  • Maksimal 3 seri. Lebih dari itu, pecah jadi beberapa chart.

Sebelum bikin chart, kolom margin-nya harus ada dulu. Buat ngitung margin dari omzet dan modal, kombinasi SUMIFS dan pembagian sederhana udah cukup — tinggal pastiin kamu handle kasus pembagi nol pakai IFERROR.

Belum yakin bedanya metrik dan dimensi waktu nyusun chart? Baca dulu definisi metric.

Buka laporan bulanan kamu, cari dua angka yang selama ini kamu taruh di chart terpisah — omzet dan margin, atau traffic dan conversion. Gabungin jadi satu combo chart. Kemungkinan besar kamu bakal nemu cerita yang selama ini kelewat.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Tutorial Excel & Sheets
11 Juli 2026•10 menit baca

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis

Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.

BimaBima
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Tutorial Excel & Sheets
8 Juli 2026•10 menit baca

Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio

Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.

BimaBima
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Tutorial Excel & Sheets
5 Juli 2026•9 menit baca

Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range

Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore