Query-mu jalan tanpa error, tapi angkanya udah pasti benar? Di kursus penutup roadmap NgulikSQL ini kamu belajar pola yang dipakai analyst senior: urutan eksekusi, jebakan fan-out dan NULL, dedup, CTE berlapis yang rapi, agregasi multi-dimensi, sampai kebiasaan nulis query yang hemat dan gampang di-review.
Ini anjuran, bukan syarat. Kamu tetap bisa mulai kursus ini sekarang kalau mau langsung coba.
Query yang jalan belum tentu benar. Kenalan dulu sama cara main kursus ini dan dataset KopiNusa.
Urutan kamu nulis query beda sama urutan database ngerjainnya. Dari situ lahir aturan WHERE vs HAVING, alias, window function, dan filter di ON vs WHERE.
Lima jebakan yang bikin query jalan mulus tapi angkanya salah: fan-out, NOT IN ketemu NULL, data dobel, periode kosong, dan jebakan angka.
Query yang benar tapi nggak kebaca tetap jadi masalah. Susun query panjang jadi CTE berlapis, dan tau kapan mending pakai CTE, kapan cukup subquery.
Satu query, banyak sudut pandang. FILTER untuk kolom kondisional, GROUPING SETS/ROLLUP/CUBE untuk subtotal, PIVOT dan UNPIVOT untuk membalik bentuk tabel.
Kebiasaan kecil yang bikin query lebih hemat, lebih tahan perubahan, dan lebih gampang di-review. Kolom eksplisit, filter sedini mungkin, pre-aggregation, dan filter yang index-friendly.
Legacy report mingguan dari analyst yang udah resign. Cari silent bug-nya satu per satu, terus refactor jadi query yang benar dan gampang dibaca.
Checklist review query sebelum dikirim ke atasan, dan langkah selanjutnya setelah roadmap NgulikSQL selesai.
Login dulu untuk memulai kursus ini