Fungsi QUERY Google Sheets: SQL di Dalam Spreadsheet
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Fungsi QUERY Google Sheets: SQL di Dalam Spreadsheet

Fungsi QUERY Google Sheets: SQL di Dalam Spreadsheet

BimaBima
·27 Mei 2026·11 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Fungsi QUERY Google Sheets adalah rumus yang bikin kamu bisa nyaring, ngurutin, dan ngelompokkan data pakai sintaks mirip SQL, langsung di dalam spreadsheet. Bentuk dasarnya =QUERY(range; "select ... where ... group by ..."; header). Bedanya sama SQL beneran: kolom dipanggil pakai huruf kolom seperti Col1 atau A, bukan nama header.

Fungsi QUERY Google Sheets bikin kamu bisa nyaring, ngurutin, dan ngelompokkan data pakai sintaks mirip SQL — langsung di dalam sel spreadsheet.

Satu rumus QUERY bisa gantiin FILTER + SORT + SUMIFS sekaligus. Dan hasilnya update otomatis begitu data sumbernya berubah.

Yang bikin orang mundur biasanya cuma satu: kolomnya dipanggil pakai huruf, bukan nama header. Setelah lewat itu, sisanya gampang.

Apa itu fungsi QUERY dan gimana bentuknya?

QUERY adalah rumus yang ngejalanin bahasa kueri Google Visualization di atas range spreadsheet. Bentuk dasarnya tiga bagian:

=QUERY(range; "kueri"; header)
  • range — area data kamu, misal A1:E500.
  • kueri — perintahnya, ditulis di dalam kutip dua.
  • header — jumlah baris header. Isi 1 kalau baris pertama nama kolom.

Contoh paling sederhana — ambil semua kolom dari data yang omzetnya di atas 500 ribu:

=QUERY(A1:E500; "select * where D > 500000"; 1)

Catatan pemisah argumen: kalau format spreadsheet kamu Indonesia, pakai titik koma. Kalau format Amerika, pakai koma.

Klausa apa aja yang bisa dipakai?

Urutannya nggak bisa diacak. Harus persis kayak gini:

KlausaFungsinyaContoh
selectPilih kolomselect A, C, D
whereSaring bariswhere B = 'Depok'
group byKelompokkangroup by B
order byUrutkanorder by D desc
limitBatasi jumlah barislimit 10
labelGanti nama header hasillabel sum(D) 'Omzet'

Fungsi agregasi yang tersedia: sum(), count(), avg(), max(), min().

Konsepnya sama persis dengan GROUP BY di SQL. Kalau kamu udah paham satu, yang lain otomatis kebaca.

Gimana cara bikin ringkasan pakai group by?

Ini yang paling sering dipakai — pivot table dalam satu baris rumus.

=QUERY(A1:E500;
  "select B, sum(D)
   where D > 0
   group by B
   order by sum(D) desc
   label sum(D) 'Total Omzet'"; 1)

Hasilnya: satu baris per cabang, dengan total omzetnya, urut dari yang paling besar.

Aturan yang sering bikin error: semua kolom di select yang bukan agregasi wajib muncul di group by. Kalau kamu nulis select B, C, sum(D) group by B, QUERY bakal protes karena kolom C nggak jelas mau diapain.

Gimana pakai referensi sel biar filternya interaktif?

Ini yang bikin QUERY jauh lebih berguna dari pivot table.

Sambung string pakai tanda &:

=QUERY(A1:E500;
  "select A, B, D
   where B = '"&G1&"'
   order by D desc"; 1)

Sekarang sel G1 jadi filter. Taruh dropdown di sana, dan laporanmu jadi interaktif tanpa script apa pun.

Perhatiin kutipnya: nilai teks dibungkus kutip satu, dan seluruh kueri dibungkus kutip dua. Kalau nilainya angka, kutip satunya nggak perlu:

=QUERY(A1:E500; "select A, B, D where D > "&G2; 1)

Contoh kasus: rekap penjualan toko_berkah

Data toko_berkah di Google Sheets, 3.842 baris transaksi April 2026. Kolomnya:

A: tanggal    B: cabang    C: kategori
D: total      E: metode_bayar

Pemilik toko minta satu hal: "cabang mana yang jual kategori apa paling banyak, dan berapa duitnya".

Satu rumus:

=QUERY(A1:E3843;
  "select B, C, count(A), sum(D)
   where D > 0
   group by B, C
   order by sum(D) desc
   limit 10
   label count(A) 'Transaksi', sum(D) 'Omzet'"; 1)

Lima baris teratas hasilnya:

CabangKategoriTransaksiOmzet
DepokSembako412Rp 38.400.000
BekasiSembako389Rp 35.100.000
DepokMinuman508Rp 21.700.000
BogorSembako341Rp 31.200.000
CibuburRokok187Rp 19.800.000

Yang menarik: Minuman punya 508 transaksi tapi omzetnya cuma separuh Sembako yang cuma 412 transaksi. Rata-rata belanja minuman Rp 42.700, sembako Rp 93.200.

Artinya: minuman narik orang masuk toko, sembako yang bawa duit. Kalau mau naikin omzet, jangan diskon minuman — taruh sembako deket kasir.

Insight itu ketemu dalam 2 menit, dari satu rumus.

Kesalahan umum pakai QUERY

  1. Kolom campur tipe data. Kalau kolom total isinya angka tapi ada satu sel berisi teks "tidak ada", QUERY bakal buang tipe minoritas dan hasilnya jadi kosong. Ini penyebab error #VALUE! nomor satu.
  2. Pakai nama header di kueri. Tulis where D > 100, bukan where total > 100. Kecuali datanya dari IMPORTRANGE, di situ kamu pakai Col4.
  3. Kutip bentrok. Kutip dua bungkus kueri, kutip satu buat nilai teks di dalam where.
  4. Urutan klausa keacak. select → where → group by → order by → limit. Nggak bisa dibalik.
  5. Range yang kepanjangan. A:E tanpa batas bakal ngitung ribuan baris kosong. Kalau lemot, kasih batas jelas.

Daftar lengkap sintaks dan fungsinya ada di dokumentasi resmi Google Query Language.

QUERY bisa JOIN nggak?

Nggak. QUERY cuma jalan di satu range.

Kalau butuh gabungin dua tabel, ada dua jalan: gabungin dulu rangenya pakai kurung kurawal {A1:D100; F1:I80}, atau tarik kolom yang kamu butuh pakai VLOOKUP dulu, baru di-QUERY.

Kalau kebutuhan JOIN-nya udah rumit — tiga tabel, kondisi bertingkat — itu sinyal buat pindah ke SQL beneran. Cek definisi JOIN di glossary buat tau kapan batasnya kelewat.

FAQ

Apa itu fungsi QUERY di Google Sheets?

QUERY adalah rumus Google Sheets yang bikin kamu bisa nyaring, ngurutin, dan ngelompokkan data pakai bahasa mirip SQL. Bentuknya =QUERY(range; kueri; header). Satu rumus QUERY bisa gantiin kombinasi FILTER, SORT, dan SUMIFS sekaligus. Rumus ini eksklusif Google Sheets dan nggak ada di Microsoft Excel.

Kenapa QUERY error #VALUE terus?

Penyebab paling sering: kolom kamu campur tipe data. Kalau kolom harga isinya angka tapi ada satu sel berisi teks, QUERY bakal buang tipe minoritasnya dan hasilnya jadi kosong atau error. Penyebab kedua: tanda kutip yang bentrok. Pakai kutip satu untuk nilai di dalam where, kutip dua untuk bungkus kueri.

Gimana cara pakai referensi sel di dalam QUERY?

Sambung string pakai tanda ampersand. Misalnya where B = '"&E1&"' bakal ambil nilai filter dari sel E1. Kalau nilainya teks, tambahin kutip satu di kiri dan kanan hasil sambungan. Cara ini yang bikin QUERY jadi laporan interaktif dengan dropdown filter tanpa perlu script.

Apa bedanya QUERY sama pivot table?

Hasilnya mirip, tapi QUERY hidup di dalam sel dan otomatis update begitu data sumbernya berubah. Pivot table perlu refresh manual dan hasilnya nggak bisa dipakai sebagai input rumus lain. QUERY juga lebih gampang di-audit karena logikanya kelihatan sebagai teks.

QUERY bisa gabungin dua tabel kayak JOIN?

Nggak bisa langsung. QUERY cuma jalan di satu range. Kalau butuh gabungin data dari dua tabel, gabungin dulu rangenya pakai kurung kurawal, atau tarik kolom yang kamu butuh pakai VLOOKUP sebelum di-QUERY.

Penutup

Yang perlu dibawa pulang:

  • Urutan klausa: select → where → group by → order by → limit. Nggak bisa dibalik.
  • Kolom pakai huruf (D), bukan nama header.
  • Kolom campur tipe data = penyebab error nomor satu. Bersihin dulu.

Kalau kamu udah nyaman sama QUERY, langkah berikutnya natural banget: pindah ke SQL. Sintaksnya 80 persen sama. Mulai dari fungsi SELECT.

Lagi mikirin urutan belajar setelah ini? Cek roadmap data scientist 2026.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Tutorial Excel & Sheets
11 Juli 2026•10 menit baca

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis

Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.

BimaBima
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Tutorial Excel & Sheets
8 Juli 2026•10 menit baca

Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio

Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.

BimaBima
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Tutorial Excel & Sheets
5 Juli 2026•9 menit baca

Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range

Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore