TL;DR
Rumus INT Excel ngambil bilangan bulat dari sebuah angka dengan cara mbulatin ke bawah, formatnya =INT(angka). Rumus MOD ngambil sisa pembagian, formatnya =MOD(angka; pembagi), jadi =MOD(17;5) hasilnya 2. Dua rumus ini biasanya dipakai berpasangan buat mecah satu angka jadi bagian utuh dan sisanya, misalnya 17 botol jadi 3 dus isi 5 plus sisa 2 botol.
INT ngambil bilangan bulat dari sebuah angka. MOD ngambil sisa pembagiannya. =INT(3,9) hasilnya 3, dan =MOD(17;5) hasilnya 2.
Dua rumus ini biasanya jalan bareng. Kamu punya 17 botol, satu dus isi 5. INT bilang: 3 dus penuh. MOD bilang: sisa 2 botol.
Kelihatan matematis banget. Tapi begitu kamu ngurusin stok, jadwal shift, atau kembalian kasir, dua rumus ini yang paling sering kepake.
INT ngubah angka desimal jadi bilangan bulat dengan cara mbulatin ke bawah. Cuma butuh satu bahan: angkanya. Nggak peduli desimalnya 0,1 atau 0,99, INT selalu turun ke bilangan bulat di bawahnya.
=INT(3,9) → 3
=INT(3,1) → 3
=INT(7) → 7
=INT(-3,1) → -4
Baris terakhir itu yang sering bikin kaget. Angka -3,1 dibulatin ke bawah jadi -4, bukan -3. Ke bawah artinya beneran ke bawah di garis bilangan, makin jauh dari nol.
Kalau kamu maunya -3 (motong desimal tanpa peduli arah), pakai TRUNC atau ROUNDDOWN.
| Rumus | Input 3,9 | Input -3,1 | Cara kerja |
|---|---|---|---|
INT | 3 | -4 | Selalu turun ke bawah |
TRUNC | 3 | -3 | Motong desimal aja |
ROUNDDOWN | 3 | -3 | Mendekati nol |
ROUND | 4 | -3 | Ke angka terdekat |
Buat data yang isinya cuma angka positif (stok, jumlah barang, hari), keempatnya nggak jauh beda. Bedanya baru kerasa pas ada angka minus, misalnya selisih stok atau rugi.
MOD ngasih sisa dari pembagian. Butuh dua bahan: angka yang dibagi, sama pembaginya. Formatnya =MOD(angka; pembagi).
=MOD(17;5) → 2 (17 = 3×5 + 2)
=MOD(20;5) → 0 (habis dibagi)
=MOD(7;2) → 1 (ganjil)
=MOD(8;2) → 0 (genap)
Hasil 0 artinya angkanya habis dibagi. Ini yang bikin MOD jadi alat cek ganjil-genap paling cepat di Excel.
Detail lengkap argumennya ada di dokumentasi resmi Microsoft.
Keripik Juara, UMKM keripik singkong, kirim pesanan dalam dus isi 12 bungkus. Pesanan yang masuk jarang pas kelipatan 12. Yang nggak cukup satu dus dikirim satuan pakai plastik.
Datanya gini:
| Pelanggan | Jumlah pesan (B) | Dus penuh | Sisa satuan |
|---|---|---|---|
| Warung Maju | 17 | 1 | 5 |
| Kios Sejahtera | 48 | 4 | 0 |
| Toko Amanah | 29 | 2 | 5 |
| Warung Bu Ani | 7 | 0 | 7 |
Dua rumus, dua kolom:
Kolom C (dus penuh) : =INT(B2/12)
Kolom D (sisa satuan) : =MOD(B2;12)
Tarik ke bawah, selesai. Warung Maju dapat 1 dus plus 5 bungkus satuan. Kios Sejahtera pas 4 dus tanpa sisa.
Angka ini langsung kepake buat dua hal. Bagian gudang tau berapa dus yang harus disiapin. Bagian ongkir tau berapa bungkus satuan yang perlu plastik tambahan.
Sebelum pakai rumus ini, pemilik Keripik Juara ngitung manual di kertas tiap pagi. 40-an pesanan, kira-kira 20 menit, dan sering salah hitung. Sekarang dua kolom, langsung kelar.
Dus dan satuan tarif ongkirnya beda. Dus Rp 8.000, satuan Rp 1.200 per bungkus. Total ongkirnya:
=INT(B2/12)*8000 + MOD(B2;12)*1200
Warung Maju: 1 dus (Rp 8.000) plus 5 satuan (Rp 6.000) = Rp 14.000.
Menariknya, Warung Maju pesan 17 bungkus dan bayar ongkir Rp 14.000. Kalau dia nambah 7 bungkus jadi 24, ongkirnya cuma Rp 16.000 buat 2 dus penuh. Nambah 7 bungkus cuma nambah Rp 2.000 ongkir.
Angka kayak gini yang bisa kamu pakai buat bikin promo "beli lebih hemat ongkir". Bukan tebakan, tapi hitungan yang keluar dari data sendiri.
Tabel panjang bikin mata capek. Kasih warna selang-seling pakai Conditional Formatting:
=MOD(ROW();2)=0Bedanya sama warna manual: warna ini otomatis nyesuain kalau kamu nambah atau hapus baris. Warna manual bakal berantakan.
Total lembur 197 menit. Berapa jam berapa menit?
Jam : =INT(197/60) → 3
Menit : =MOD(197;60) → 17
3 jam 17 menit. Pola yang sama persis kayak kasus dus tadi, cuma pembaginya ganti jadi 60.
=MOD(1287;10) → 7
Kepake buat validasi kode atau bikin kelompok acak dari nomor urut.
=INT(3,9) hasilnya 3, bukan 4. INT nggak pernah naik, sekalipun desimalnya 0,99.=INT(-3,1) hasilnya -4. Kalau kamu ngitung selisih stok yang bisa minus, ini bisa bikin laporan meleset. Pakai TRUNC kalau kamu cuma mau motong desimal.#DIV/0!. Biasanya karena sel pembaginya kosong. Bungkus pakai IFERROR: =IFERROR(MOD(A2;B2);"-").=MOD(5;17) hasilnya 5, bukan 2. Angka yang dibagi selalu di depan, pembaginya di belakang.INT ngambil bagian bulat dari sebuah angka dengan cara mbulatin ke bawah. Formatnya =INT(angka). =INT(3,9) hasilnya 3, bukan 4. Rumus ini kepake buat ngitung berapa unit utuh yang bisa dibentuk dari sejumlah barang, misalnya berapa dus penuh dari 17 botol yang tiap dusnya isi 5.
MOD ngasih sisa dari pembagian. Formatnya =MOD(angka; pembagi). =MOD(17;5) hasilnya 2, soalnya 17 dibagi 5 sisa 2. MOD sering dipasangin sama INT: INT ngasih jumlah dus penuh, MOD ngasih sisa barang yang nggak cukup satu dus.
Buat angka positif, dua-duanya sama: =INT(3,9) dan =ROUNDDOWN(3,9;0) hasilnya 3. Bedanya di angka negatif. INT mbulatin ke bawah beneran, jadi =INT(-3,1) hasilnya -4. ROUNDDOWN mbulatin mendekati nol, jadi =ROUNDDOWN(-3,1;0) hasilnya -3. Buat data yang bisa minus, pilih sesuai maksud kamu.
Blok datanya, buka Conditional Formatting, pilih New Rule, terus Use a formula. Isi rumusnya =MOD(ROW();2)=0 buat baris genap. Pilih warna isian yang kamu mau, klik OK. Warnanya otomatis nyesuain kalau kamu tambah atau hapus baris, beda sama warna manual yang bakal ngaco.
Soalnya pembaginya nol. Pembagian dengan nol nggak punya hasil, jadi Excel ngasih error. Cek dulu kolom pembagimu, biasanya ada sel kosong yang dianggap nol. Bungkus pakai IFERROR kalau kamu mau nampilin tanda strip: =IFERROR(MOD(A2;B2);"-").
Pola yang perlu kamu inget cuma satu: INT buat bagian utuhnya, MOD buat sisanya. Dus dan satuan, jam dan menit, kelompok dan sisa anggota. Semuanya pakai pola yang sama.
Dan hati-hati sama angka minus di INT. Itu satu-satunya jebakan di rumus ini.
Argumen lengkap dan variasinya ada di halaman fungsi MOD dan halaman fungsi INT. Kalau kamu mau bandingin sama cara pembulatan yang lain, mampir ke rumus pembulatan Excel.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.