Cara Menghitung Diskon di Excel: Rumus + Contoh Toko Retail
Blog/Tutorial Excel & Sheets/Cara Menghitung Diskon di Excel: Rumus + Contoh Toko Retail

Cara Menghitung Diskon di Excel: Rumus + Contoh Toko Retail

BimaBima
·7 Maret 2026·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Rumus diskon Excel paling dasar adalah =B2*(1-C2), di mana B2 harga awal dan C2 persentase diskon dalam format persen. Buat cari nominal potongannya doang, pakai =B2*C2. Kalau diskonnya bertingkat berdasarkan jumlah belanja, gabungin IF bersarang atau IFS biar satu rumus bisa nangani semua tingkat.

Rumus diskon di Excel yang paling sering dipakai cuma satu baris: =B2*(1-C2) — harga awal dikali sisa persentase setelah dipotong diskon.

Masalahnya di toko beneran jarang sesederhana itu. Ada diskon bertingkat, ada diskon ganda, ada yang minta nominal potongannya doang buat laporan.

Aku bahas semuanya di sini, pakai contoh data toko retail beneran.

Apa rumus diskon Excel yang paling dasar?

Ada dua rumus yang perlu kamu hafal, dan keduanya jawab pertanyaan berbeda.

' Harga yang harus dibayar setelah diskon
=B2*(1-C2)

' Nominal potongannya berapa rupiah
=B2*C2

B2 = harga awal. C2 = persentase diskon.

Kuncinya ada di format sel C2. Kalau di situ tertulis 20%, Excel baca sebagai 0,2 dan rumusnya jalan mulus. Kalau di situ tertulis angka 20 polos, kamu harus bagi 100:

=B2*(1-C2/100)

Kesalahan di titik ini yang bikin hasil diskon jadi minus jutaan. Excel nggak salah — dia cuma nurut sama angka yang kamu kasih.

Gimana cara cari persentase diskon dari dua harga?

Kebalikannya. Kamu punya harga sebelum dan sesudah, mau tau potongannya berapa persen.

=(B2-C2)/B2

B2 harga awal, C2 harga setelah diskon. Format selnya jadi persen (Ctrl + Shift + %).

Harga 250.000 turun jadi 200.000 → hasilnya 20%.

Yang sering kebalik: pembaginya harus harga awal, bukan harga akhir. Kalau kamu bagi 200.000, hasilnya 25% — dan itu angka yang beda artinya (itu markup, bukan diskon).

Diskon bertingkat: gimana rumusnya?

Kasus paling umum di retail. Belanja makin banyak, diskon makin gede.

Total belanjaDiskon
< 200.0000%
200.000 – 499.9995%
500.000 – 999.99910%
≥ 1.000.00015%

Cara pertama, pakai IFS — lebih bersih dari IF bersarang:

=IFS(B2>=1000000; 15%;
     B2>=500000;  10%;
     B2>=200000;  5%;
     TRUE;        0%)

Urutannya harus dari besar ke kecil. Excel berhenti di kondisi pertama yang cocok. Kalau kamu mulai dari B2>=200000, semua transaksi 1 juta bakal kena 5% doang.

Cara kedua, dan ini yang aku lebih suka: taruh tingkatannya di tabel bantu, lalu pakai VLOOKUP mode approximate.

' Tabel bantu di F2:G5
' F2=0        G2=0%
' F3=200000   G3=5%
' F4=500000   G4=10%
' F5=1000000  G5=15%

=VLOOKUP(B2; $F$2:$G$5; 2; TRUE)

Argumen terakhir TRUE artinya "cari nilai terdekat yang nggak melebihi". Kolom F harus urut dari kecil ke besar.

Kenapa cara ini lebih enak? Kalau bos ganti aturan diskon minggu depan, kamu tinggal edit tabelnya. Nggak perlu bongkar rumus di 500 baris.

Diskon ganda — 20% lalu 10% lagi

Ini jebakan hitungan yang lumayan mahal kalau kelewat.

Diskon 20% terus diskon 10% lagi bukan 30%. Hasilnya 28%.

=B2*(1-20%)*(1-10%)

Harga 100.000 → potong 20% jadi 80.000 → potong 10% dari 80.000, bukan dari 100.000 → jadi 72.000.

Total potongan 28.000, alias 28%. Kalau kamu ngejumlah dua persennya jadi 30%, harga jualmu bakal kecatat 70.000 — selisih 2.000 per item. Kali 10.000 transaksi, itu 20 juta.

Contoh kasus: promo akhir bulan toko_berkah

Aku pakai toko_berkah — data 500 transaksi UMKM sembako di Yogyakarta, Januari–Maret 2026.

Skenarionya: pemiliknya mau nerapin diskon bertingkat, tapi ragu bakal rugi apa nggak.

Sheet-nya disusun kayak gini:

B (total belanja)C (diskon)D (potongan)E (bayar)
2680.000=VLOOKUP(B2;$G$2:$H$5;2;TRUE) → 10%=B2*C2 → 68.000=B2-D2 → 612.000
3145.0000%0145.000
41.240.00015%186.0001.054.000

Rekapnya pakai satu rumus:

' Total potongan yang harus ditanggung toko
=SUM(D2:D501)               → 8.412.000

' Omzet sebelum diskon
=SUM(B2:B501)               → 142.870.000

' Persentase diskon efektif
=SUM(D2:D501)/SUM(B2:B501)  → 5,9%

Ini angka yang bikin keputusannya jelas: meskipun tingkat diskon tertingginya 15%, diskon efektif di seluruh toko cuma 5,9%. Alasannya, 62% transaksi nilainya di bawah 200 ribu — nggak kena diskon sama sekali.

Kalau margin kotornya 18%, potongan 5,9% masih nyisain 12%. Promonya aman.

Tanpa hitungan ini, pemiliknya kemungkinan besar bakal nolak promo gara-gara kaget lihat angka 15%.

Kesalahan umum waktu ngitung diskon

Tabel diskon nggak dikunci. Rumus =VLOOKUP(B2;F2:G5;2;TRUE) yang ditarik ke bawah bikin range-nya geser jadi F3:G6, lalu F4:G7. Hasilnya ngaco di baris bawah. Kunci pakai dolar: $F$2:$G$5.

Persen ditulis sebagai angka polos. Sel berisi 20 tapi diformat persen → Excel baca 2000%. Cek di formula bar, harusnya tertulis 0,2 atau 20%.

Pembulatan nggak dipasang. Diskon 7,5% dari 145.700 ngasih 10.927,5 rupiah. Nggak ada uang setengah rupiah. Bungkus pakai ROUND:

=ROUND(B2*C2; 0)          ' bulat ke rupiah
=ROUND(B2*C2; -2)         ' bulat ke ratusan terdekat

Diskon dihitung setelah PPN. Urutan yang bener: potong diskon dulu, baru kena PPN. Kalau kebalik, angka pajaknya salah. Detailnya aku bahas di artikel rumus PPN 12% di Excel.

Diskon negatif kelewat. Kalau kolom diskon diisi manual, satu typo bisa bikin diskon 200%. Pasang pengaman: =MAX(0; MIN(B2*C2; B2)) — potongan nggak akan pernah negatif atau melebihi harga.

Kapan pakai IF, kapan pakai VLOOKUP

SituasiPakai
Aturan diskon 2–3 tingkat, jarang berubahIFS
Tingkatannya 4+ atau sering direvisiVLOOKUP + tabel bantu
Diskon per kategori produkVLOOKUP exact match
Diskon flat buat semuaRumus polos =B2*(1-$C$1)

Buat parameter lengkap fungsi VLOOKUP dan mode approximate match-nya, dokumentasi resmi Microsoft ada di halaman fungsi VLOOKUP.

FAQ

Apa rumus diskon di Excel?

Rumus harga setelah diskon adalah =B2*(1-C2), dengan B2 harga awal dan C2 persentase diskon yang diformat persen. Kalau C2 masih ditulis sebagai angka 20 (bukan 20%), rumusnya jadi =B2*(1-C2/100). Buat dapetin nominal potongannya aja, pakai =B2*C2.

Gimana cara hitung persentase diskon dari dua harga?

Pakai =(harga_awal-harga_akhir)/harga_awal, lalu format selnya jadi persen. Harga awal 250.000 dan harga akhir 200.000 ngasih 20%. Jangan kebalik — kalau pembaginya harga akhir, angkanya jadi 25% dan itu markup, bukan diskon.

Gimana cara bikin diskon bertingkat di Excel?

Pakai IFS atau IF bersarang: =IFS(B2>=1000000;15%;B2>=500000;10%;B2>=200000;5%;TRUE;0). Urutannya dari syarat paling besar ke paling kecil, karena Excel berhenti di kondisi pertama yang cocok. Kalau tingkatannya sering berubah, lebih rapi pakai tabel bantu plus VLOOKUP approximate match.

Diskon 20% lalu 10% lagi jadi berapa persen?

Bukan 30%, tapi 28%. Diskon ganda dihitung berurutan: =B2*(1-20%)*(1-10%). Harga 100.000 jadi 80.000 setelah diskon pertama, lalu 72.000 setelah diskon kedua — total potongan 28%.

Kenapa hasil rumus diskon Excel jadi angka aneh?

Paling sering gara-gara sel diskonnya berisi angka 20 tapi diformat persen, jadi Excel baca 2000%. Cek isi selnya di formula bar. Penyebab kedua: referensi tabel diskon nggak dikunci pakai dolar, jadi kegeser waktu rumusnya ditarik ke bawah.

Penutup

Yang perlu kamu bawa:

  • =B2*(1-C2) buat harga bayar, =B2*C2 buat nominal potongan.
  • Diskon bertingkat lebih gampang dirawat pakai tabel bantu + VLOOKUP daripada IF panjang.
  • Diskon ganda dikali berurutan, jangan dijumlah.

Coba hitung diskon efektif di data penjualanmu sendiri — angka itu yang sebenernya nentuin promomu untung atau boncos. Latihan VLOOKUP interaktifnya ada di halaman fungsi VLOOKUP.

Lanjut baca: rumus penjumlahan Excel buat pemula.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Tutorial Excel & Sheets
11 Juli 2026•10 menit baca

Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis

Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.

BimaBima
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Tutorial Excel & Sheets
8 Juli 2026•10 menit baca

Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio

Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.

BimaBima
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Tutorial Excel & Sheets
5 Juli 2026•9 menit baca

Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range

Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore