Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Jadi Data Analyst
Blog/Karir Data/Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Jadi Data Analyst

Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Jadi Data Analyst

BimaBima
·21 Desember 2026·8 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Jurusan kuliah yang paling cocok buat jadi data analyst adalah statistika, ilmu komputer, matematika, dan sistem informasi karena kurikulumnya dekat dengan data. Tapi jurusan bukan syarat mutlak. Recruiter lebih menilai skill nyata seperti SQL, Excel, dan kemampuan baca data. Banyak data analyst justru datang dari ekonomi, teknik, bahkan psikologi. Skill dan portofolio lebih menentukan daripada nama jurusan di ijazah.

Jurusan yang paling cocok buat jadi data analyst adalah statistika, ilmu komputer, matematika, dan sistem informasi. Tapi jurusan bukan penentu utama.

Kabar baiknya, profesi data analyst termasuk yang paling terbuka buat lintas jurusan. Recruiter lebih peduli kamu bisa apa dibanding kamu lulus dari mana. Aku bakal jabarin 7 jurusan yang jalurnya paling mulus, sekaligus kenapa nama jurusan bukan segalanya.

Jurusan apa yang paling cocok buat data analyst?

Jurusan yang paling cocok buat data analyst adalah statistika, ilmu komputer, matematika, sistem informasi, ekonomi, teknik industri, dan aktuaria. Ketujuhnya ngajarin logika angka, olah data, atau pemrograman yang jadi modal utama kerja analis. Tapi lulusan jurusan lain tetap bisa masuk asal punya skill teknisnya.

Di bawah ini aku urutkan dari yang paling langsung nyambung ke pekerjaan analis data.

1. Statistika

Ini jalur paling mulus. Kamu udah belajar distribusi data, uji hipotesis, sampai regresi sejak semester awal. Yang tinggal ditambah cuma skill teknis kayak SQL dan tool visualisasi. Lulusan statistika sering langsung nyaman baca angka dan ngerti kapan sebuah kesimpulan valid.

2. Ilmu Komputer / Informatika

Kuat di pemrograman dan database. Kamu udah terbiasa nulis kode, ngolah data besar, dan mikir logis. Yang perlu diasah biasanya sisi statistik dan interpretasi bisnis. Buat yang mau lanjut ke data engineer atau data scientist, fondasi coding-nya udah kepasang.

3. Matematika

Fondasi logika dan kalkulasinya kuat. Lulusan matematika biasanya cepat nangkep konsep model dan probabilitas. Kekurangannya sering di sisi praktik, kayak SQL dan tool, yang memang harus dipelajari sendiri di luar kelas.

4. Sistem Informasi

Jurusan ini duduk di tengah antara bisnis dan teknologi. Kamu belajar database, proses bisnis, sekaligus sedikit pemrograman. Cocok banget buat data analyst yang kerjaannya jembatanin tim teknis dan tim bisnis.

5. Ekonomi / Ekonometrika

Ekonomi ngajarin cara mikir soal sebab-akibat dan baca tren angka. Ekonometrika bahkan udah pakai regresi buat analisis nyata. Skill statistik terapannya sering lebih kuat dari yang orang kira.

6. Teknik Industri

Banyak data analyst datang dari sini. Teknik industri ngajarin optimasi, statistik, dan analisis proses. Terbiasa lihat data buat ambil keputusan efisiensi, yang nyambung langsung ke kerja analis.

7. Aktuaria

Jurusan yang paling intens soal probabilitas dan risiko. Lulusan aktuaria jago hitung dan model data. Meski awalnya diarahkan ke asuransi, skill datanya gampang dipindah ke peran analis di industri lain.

Kalau jurusanku nggak ada di daftar, gimana?

Nggak masalah. Jurusan cuma titik awal, bukan penentu akhir. Yang recruiter cek di wawancara adalah kamu bisa nulis query, baca data, dan jelasin temuan, bukan transkrip nilai kuliahmu. Skill teknis bisa dipelajari mandiri lewat kursus dan proyek, tanpa harus balik kuliah.

Banyak analis sukses datang dari psikologi, komunikasi, biologi, sampai sastra. Yang mereka lakukan sama: belajar SQL dan Excel, bikin proyek nyata, lalu pajang di GitHub. Buat referensi jalur belajar terstruktur dari nol, sertifikat kayak Google Data Analytics sering jadi titik mulai yang jelas.

Contoh kasus: latar belakang murid ngulikdata

Dari data 500 murid di platform Ngulik Data, cuma 30% yang berasal dari jurusan statistika, matematika, atau ilmu komputer. Sisanya, 70%, datang dari jurusan lain.

Latar jurusanPorsi murid
Statistika / Matematika / Ilmu Komputer30%
Ekonomi / Manajemen / Akuntansi28%
Teknik (non-informatika)19%
Sosial, humaniora, dan lainnya23%

Insight-nya jelas: mayoritas orang yang belajar jadi analis data bukan dari jurusan angka. Yang bikin mereka bisa switch bukan nama jurusan, tapi kemauan mengasah skill baru. Ini bukti nyata bahwa jurusan bukan penghalang.

Skill yang lebih dinilai daripada jurusan

Sebelum ngejar jurusan tertentu, kenali dulu skill yang bikin recruiter tertarik.

  • SQL: narik dan olah data dari database. Ini skill nomor satu di lowongan analis.
  • Excel atau Google Sheets: olah data cepat tanpa coding.
  • Visualisasi: ubah angka jadi grafik yang gampang dicerna, pakai Power BI, Tableau, atau Looker Studio.
  • Statistik dasar: paham rata-rata, distribusi, dan korelasi biar kesimpulanmu nggak keliru.
  • Komunikasi: jelasin temuan ke orang non-teknis dengan bahasa manusia.

Perhatiin, cuma satu poin di atas yang butuh latar jurusan tertentu. Sisanya bisa dilatih siapa aja. Buat gambaran imbalannya, cek juga gaji data analyst di Jakarta biar tau target yang realistis.

Kesalahan umum saat milih jurusan

Kesalahan pertama: mikir harus kuliah ulang cuma karena jurusan sekarang nggak nyambung. Padahal skill data bisa ditambah tanpa gelar baru. Sayang waktu dan biaya kalau maksa pindah jurusan.

Kesalahan kedua: milih jurusan cuma karena namanya keren tanpa cek kurikulumnya. Ada jurusan bernama data science yang isinya teori doang, minim praktik. Cek silabus, bukan cuma nama.

Kesalahan ketiga: nunggu lulus dulu baru belajar skill teknis. Padahal SQL dan Excel bisa mulai dipelajari dari semester awal, sambil kuliah apa pun jurusannya.

FAQ

Apakah harus kuliah statistika buat jadi data analyst?

Nggak harus. Statistika memang jalur paling mulus, tapi bukan satu-satunya pintu. Recruiter menilai skill nyata seperti SQL dan kemampuan baca data, bukan nama jurusan. Banyak data analyst datang dari ekonomi, teknik, bahkan sosial. Yang penting kamu bisa buktiin skill lewat portofolio dan proyek nyata.

Bisa jadi data analyst tanpa kuliah?

Bisa, walau lebih menantang. Sebagian perusahaan masih pasang syarat minimal S1 di lowongan. Tapi makin banyak yang lebih peduli skill dan portofolio dibanding ijazah. Kalau kamu bisa nunjukin proyek data yang kuat plus lulus tes teknis, gelar jadi kurang menentukan. Bangun bukti skill sebelum melamar.

Jurusan ekonomi cocok nggak buat data analyst?

Cocok. Ekonomi ngajarin cara mikir soal sebab-akibat, tren, dan interpretasi angka, yang semuanya kepakai di analisis data. Ekonometrika bahkan udah pakai regresi. Yang perlu ditambah cuma skill teknis seperti SQL dan tool visualisasi. Banyak analis di bidang keuangan dan bisnis justru berlatar ekonomi.

Lebih baik pilih ilmu komputer atau statistika?

Tergantung arah karirmu. Ilmu komputer lebih kuat di coding dan cocok kalau mau lanjut ke data engineer atau data scientist. Statistika lebih kuat di interpretasi angka dan cocok buat analis murni. Buat data analyst umum, keduanya bagus. Pilih yang kurikulumnya lebih banyak praktik, bukan cuma teori.

Skill apa yang harus disiapin sebelum lulus?

Prioritaskan SQL dan Excel dulu, dua skill yang paling sering diminta lowongan analis. Lanjut ke satu tool visualisasi seperti Looker Studio atau Power BI. Tambah statistik dasar biar kesimpulanmu valid. Terakhir, bikin 2 sampai 3 proyek pakai data nyata dan pajang di GitHub. Ini modal yang bikin CV-mu menonjol saat lulus.

Penutup

Tiga hal yang perlu kamu pegang soal jurusan dan karir data analyst.

  • Statistika, ilmu komputer, dan matematika jalurnya paling mulus, tapi bukan syarat mutlak.
  • 70% murid Ngulik Data datang dari jurusan non-angka dan tetap bisa switch.
  • Skill nyata dan portofolio lebih menentukan daripada nama jurusan di ijazah.

Apa pun jurusanmu, langkah berikutnya sama: mulai bangun skill teknis. Lihat dulu cara pamer portofolio di GitHub biar skill-mu keliatan recruiter. Cek juga gaji data analyst di Jakarta buat gambaran karir yang nunggu.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Cara Mencari Mentor Data Analyst yang Tepat (2026)
Karir Data
30 Desember 2026•8 menit baca

Cara Mencari Mentor Data Analyst yang Tepat (2026)

Mentor bisa mangkas waktu belajarmu berbulan-bulan, tapi salah pilih malah bikin nyasar. Ini cara nyari, ciri mentor yang tepat, dan cara pendekatan tanpa risih.

BimaBima
Cara Membuat CV Data Analyst yang ATS-Friendly
Karir Data
27 Desember 2026•10 menit baca

Cara Membuat CV Data Analyst yang ATS-Friendly

CV data analyst yang bagus tetap ditolak kalau gak lolos ATS. Ini cara bikin CV yang kebaca mesin: format aman, keyword tepat, dan bullet berbasis angka.

BimaBima
Prospek Kerja Lulusan Statistika di Era Data
Karir Data
24 Desember 2026•9 menit baca

Prospek Kerja Lulusan Statistika di Era Data

Lulusan statistika sekarang punya pilihan karir jauh lebih luas dari sekadar jadi dosen. Ini peran, kisaran gaji, dan skill yang bikin kamu laku.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore