10 Ide Project Data Analyst Bertema Marketing
Blog/Karir Data/10 Ide Project Data Analyst Bertema Marketing

10 Ide Project Data Analyst Bertema Marketing

BimaBima
·6 Oktober 2026·9 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

Project marketing yang bagus buat portfolio data analyst antara lain analisis funnel konversi, segmentasi RFM, cohort retention, analisis ROAS per channel, dan churn prediction. Pilih satu yang punya pertanyaan bisnis jelas, pakai dataset marketing publik, lalu tutup dengan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti.

Project data analyst bertema marketing itu pilihan aman buat portfolio. Konteksnya gampang dipahami siapa aja, datanya banyak yang publik, dan pertanyaan bisnisnya jelas.

Rekruter juga ngerti marketing tanpa perlu latar teknis. Jadi analisis kamu langsung kena.

Ini 10 ide yang udah aku urutkan dari yang paling ramah pemula sampai yang butuh sedikit modeling. Tiap ide ada pertanyaan bisnisnya, skill yang dipakai, dan output yang bisa kamu pajang.

Kenapa project marketing bagus buat portfolio?

Karena tiap analisis marketing punya pertanyaan bisnis yang konkret dan angka yang bisa ditindaklanjuti. Rekruter nggak perlu jadi ahli buat ngerti kenapa toko mau tau channel iklan mana yang paling untung. Ini bikin insight kamu langsung kelihatan nilainya.

Kunci portfolio yang kuat itu bukan grafik cantik, tapi rekomendasi yang jelas di akhir. Tiap ide di bawah aku tutup dengan output yang harusnya kamu hasilkan.

10 ide project marketing buat data analyst

1. Analisis funnel konversi e-commerce

Lacak berapa banyak user yang lewat tiap tahap, dari lihat produk, masuk keranjang, sampai bayar. Cari tahap mana yang paling banyak bikin orang kabur. Skill: SQL agregasi, hitung conversion rate antar tahap. Output: grafik funnel plus satu tahap yang paling bocor. Konsepnya dibahas di glossary funnel.

2. Segmentasi pelanggan RFM

Kelompokkan pelanggan berdasarkan Recency, Frequency, dan Monetary. Kapan terakhir belanja, seberapa sering, dan berapa totalnya. Skill: SQL window function, NTILE buat bikin skor. Output: tabel segmen kayak "pelanggan setia" dan "hampir hilang" dengan jumlah tiap grup.

3. Analisis performa kampanye email

Bandingin open rate, click rate, dan konversi antar kampanye. Cari subjek atau waktu kirim yang paling nendang. Skill: agregasi, hitung CTR. Output: tabel ranking kampanye plus rekomendasi jam kirim. Definisi CTR ada di glossary CTR.

4. Analisis ROAS iklan per channel

Hitung Return on Ad Spend tiap channel, misalnya Instagram versus Google versus TikTok. Cari mana yang balik modal paling gede per rupiah iklan. Skill: JOIN data biaya dan pendapatan, hitung rasio. Output: tabel ROAS per channel dan saran realokasi budget.

5. Cohort retention pelanggan

Kelompokkan pelanggan berdasarkan bulan pertama belanja, lalu lacak berapa yang balik tiap bulan berikutnya. Skill: SQL date function, pivot. Output: tabel cohort segitiga yang nunjukin kapan pelanggan mulai kabur. Ada tutorialnya di cohort retention di SQL.

6. Market basket analysis

Cari produk yang sering dibeli bareng, misalnya kopi sama gula. Berguna buat bundling dan rekomendasi. Skill: self-join, hitung frekuensi pasangan produk. Output: daftar pasangan produk teratas plus ide bundle.

7. Analisis sentimen review produk

Olah teks review jadi skor positif dan negatif, lalu cari produk atau tema yang paling banyak dikeluhin. Skill: Python, text processing dasar. Output: ringkasan sentimen per produk dan keluhan yang paling sering muncul.

8. Churn prediction pelanggan langganan

Prediksi pelanggan mana yang bakal berhenti langganan bulan depan. Skill: Python, model klasifikasi sederhana kayak logistic regression. Output: daftar pelanggan berisiko tinggi plus faktor pendorongnya. Definisi churn ada di glossary churn.

9. Attribution multi-channel

Tentukan channel mana yang paling berjasa dalam satu konversi kalau pelanggan lewat banyak titik sentuh. Skill: SQL sequence analysis, model atribusi sederhana. Output: perbandingan first-touch versus last-touch dan implikasinya ke budget.

10. Dashboard performa konten media sosial

Gabung metrik reach, engagement, dan follower growth jadi satu dashboard yang gampang dibaca. Skill: tool visualisasi kayak Looker Studio, agregasi harian. Output: dashboard interaktif plus insight konten mana yang paling perform.

Cara milih project yang tepat

Jangan ambil sepuluh sekaligus. Pilih satu yang pertanyaan bisnisnya paling kamu ngerti, kerjain sampai tuntas, baru lanjut yang lain.

LevelIde cocokTool utama
PemulaFunnel, email, dashboard sosialSQL, Looker Studio
MenengahRFM, cohort, ROAS, market basketSQL window function
LanjutanChurn, sentimen, attributionPython, modeling

Satu angka yang bikin project kamu beda

Dari yang aku lihat di banyak portfolio pemula, sekitar 8 dari 10 berhenti di grafik tanpa satupun rekomendasi. Padahal bagian rekomendasi itu yang dibaca rekruter paling lama.

Contoh nyata: analisis funnel bilang "70% user kabur di tahap checkout". Itu bukan insight, itu angka. Insight-nya: "70% kabur di checkout, dan 60% dari mereka pakai HP. Halaman bayar kemungkinan nggak ramah mobile." Angka yang sama, tapi yang kedua ngasih arah.

Kesalahan umum saat bikin project marketing

  • Berhenti di grafik. Tanpa rekomendasi, project kamu cuma latihan teknis. Selalu tutup dengan "jadi sebaiknya ngapain".
  • Dataset kegedean. Data 10 juta baris malah bikin macet. Mulai dari yang cukup buat jawab pertanyaan.
  • Nggak jelasin konteks. Rekruter nggak tau datasetmu. Tulis satu paragraf soal data dan pertanyaannya di awal.
  • Metrik asal. Pastikan kamu paham beda CTR, konversi, dan ROAS sebelum masukin ke analisis.

FAQ

Butuh berapa project di portfolio?

Dua sampai tiga yang tuntas lebih kuat dari sepuluh yang setengah jadi.

Dari mana dapat datanya?

Kaggle, sample dataset Google Analytics di BigQuery, atau data toko sekitar dengan izin pemiliknya.

Cocok buat yang belum kerja?

Cocok. Konteks marketing gampang dipahami, mulai dari funnel atau RFM.

Mulai project pertamamu

Ringkasnya: pilih satu ide yang pertanyaan bisnisnya jelas, pakai dataset marketing publik, dan tutup dengan rekomendasi konkret. Itu yang bikin portfolio keliatan siap kerja.

Mau ide lain di luar marketing? Baca cara pajang portfolio di GitHub biar project kamu gampang ditemuin rekruter. Buat cari dataset, mulai dari koleksi dataset publik Kaggle.

Kalau kamu masih ngerasa skill SQL belum cukup buat ngerjain ini, latihan dulu di NgulikSQL sampai query agregasi kerasa gampang.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel terkait

Cara Dapat Klien Data Analyst di Upwork buat Pemula (2026)
Karir Data
18 November 2026•10 menit baca

Cara Dapat Klien Data Analyst di Upwork buat Pemula (2026)

Klien pertama di Upwork itu yang paling susah. Ini langkah-langkah bikin profil, nulis proposal, dan patok tarif data analyst dari nol, plus tarif yang wajar buat pemula Indonesia.

BimaBima
Side Hustle untuk Data Analyst yang Realistis (2026)
Karir Data
15 November 2026•9 menit baca

Side Hustle untuk Data Analyst yang Realistis (2026)

Side hustle data analyst yang realistis itu bukan janji cuan instan. Ini 7 pilihan yang beneran bisa dikerjain sambil kerja kantoran, lengkap kisaran tarif dan cara mulainya.

BimaBima
Transisi dari Admin ke Data Analyst: Skill, Langkah, dan Waktu yang Dibutuhkan (2026)
Karir Data
6 November 2026•8 menit baca

Transisi dari Admin ke Data Analyst: Skill, Langkah, dan Waktu yang Dibutuhkan (2026)

Kerjaan admin ternyata bekal bagus buat jadi data analyst. Ini skill yang udah kamu punya, yang perlu ditambah, dan langkah pindahnya secara realistis.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

© 2026 Ngulik Data. Semua hak dilindungi.

TAUTAN
BantuanHargaDatasetBlogAfiliasi
LEGAL
Syarat & KetentuanKebijakan Privasi
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore