TL;DR
IMPORTDATA adalah fungsi Google Sheets yang narik isi file CSV atau TSV dari sebuah URL langsung ke dalam sel. Formatnya cukup =IMPORTDATA("url"). Datanya melebar otomatis jadi tabel dan bisa disegerin berkala, jadi cocok buat impor data publik kayak kurs, data pemerintah, atau export terjadwal. Bedanya dari IMPORTRANGE yang narik antar Google Sheets, IMPORTDATA narik file dari mana pun yang punya URL langsung.
IMPORTDATA narik isi file CSV dari sebuah URL langsung ke Google Sheets, dan datanya bisa update sendiri tiap jam.
Gak perlu download file, buka, salin, tempel. Kamu kasih rumusnya satu link, dan seluruh isi CSV-nya ngalir masuk jadi tabel.
Di bawah ini cara pakainya dari dasar, plus kombinasi sama QUERY yang bikin data impor langsung tersaring rapi.
IMPORTDATA adalah fungsi Google Sheets yang narik isi file CSV atau TSV dari sebuah URL ke dalam sel. Formatnya cukup satu argumen: link ke filenya. Hasilnya melebar otomatis jadi tabel penuh, dan bisa disegerin berkala.
=IMPORTDATA("https://contoh.com/data.csv")
Tekan Enter, dan seluruh baris CSV-nya muncul mulai dari sel itu ke bawah dan ke kanan. Satu syaratnya: URL harus ngarah langsung ke file CSV yang bisa diakses publik.
Tiga langkah.
.csv.=IMPORTDATA(" lalu tempel URL-nya, tutup kurung, tekan Enter.Data langsung ngisi. Karena hasilnya array, sel di bawah rumus keliatan "kekunci", itu normal. Kamu cuma bisa edit rumus di sel paling atas.
Kalau file-nya pakai pemisah tab (TSV), IMPORTDATA punya argumen kedua opsional buat delimiter:
=IMPORTDATA("https://contoh.com/data.tsv"; "\t")
Dua-duanya narik data dari luar, tapi sumbernya beda.
| Aspek | IMPORTDATA | IMPORTRANGE |
|---|---|---|
| Sumber | File CSV/TSV di web | File Google Sheets lain |
| Butuh akses | Publik tanpa login | Izin baca file itu |
| Cocok buat | Data publik, export web | Data antar spreadsheet |
Aturan gampangnya: kalau sumbernya file di internet, pakai IMPORTDATA. Kalau sumbernya spreadsheet Google lain, pakai IMPORTRANGE. Cara pakai yang kedua aku bahas lengkap di IMPORTRANGE Google Sheets. Buat narik tabel dari halaman HTML, ada IMPORTHTML dan IMPORTXML.
Ini kombinasi paling berguna. Bungkus IMPORTDATA di dalam QUERY buat langsung saring atau ringkas data yang baru diimpor.
=QUERY(
IMPORTDATA("https://contoh.com/penjualan.csv");
"select Col1, Col3
where Col3 > 100
order by Col3 desc";
1
)
Ini narik CSV dari web, lalu cuma nampilin kolom 1 dan 3 buat baris yang nilainya di atas 100, urut dari yang terbesar. Data mentahnya gak perlu disimpen di sheet terpisah.
Perhatiin QUERY di sini pakai Col1, Col3, bukan nama header. Itu karena data hasil impor belum punya header terdaftar. Sintaks QUERY lengkap ada di referensi fungsi QUERY.
toko_berkah impor sebagian barang elektronik dengan harga dolar. Tiap minggu mereka butuh kurs terbaru buat update harga jual. Dulu caranya buka situs bank, catat kurs, ketik manual.
Sekarang mereka taruh satu rumus IMPORTDATA yang narik file CSV kurs dari sumber publik ke tab bernama kurs. Sheet harga jual baca dari tab itu. Begitu kurs berubah, harga jual ikut kehitung ulang.
Dari uji coba selama 4 minggu, cara ini motong waktu update harga dari sekitar 25 menit per minggu jadi nol. Angka kursnya masuk sendiri, dan staf toko tinggal cek harga akhir. Gak ada lagi salah ketik kurs yang bikin margin meleset.
Yang bikin ini jalan: satu sumber data dipakai banyak sheet. Ubah di satu tempat, semua ikut. Ini prinsip yang sama kayak bikin dashboard yang rapi.
URL bukan link langsung ke CSV. Kalau linknya ke halaman web biasa atau butuh login, IMPORTDATA gagal. Buka dulu URL-nya di browser incognito. Kalau yang muncul teks CSV mentah, linknya benar.
Ngarep update instan. Google nyegerin fungsi impor kira-kira tiap jam, bukan detik. Buat data cepat, ini bukan pilihan yang pas.
File terlalu besar. IMPORTDATA punya batas ukuran. File CSV raksasa bakal kepotong atau error. Buat data gede, mending pakai koneksi database.
Nulis rumus di area yang gak kosong. Hasil impor butuh ruang buat melebar. Kalau ada isi di bawahnya, muncul error #REF. Kosongin dulu.
Angka kebaca sebagai teks. Kadang kolom angka dari CSV masuk sebagai teks. Bungkus pakai VALUE atau cek format kolomnya sebelum dihitung.
IMPORTDATA narik isi file CSV atau TSV dari sebuah URL langsung ke dalam sel Google Sheets. Formatnya =IMPORTDATA("url"). Hasilnya melebar otomatis jadi tabel penuh, dan datanya bisa disegerin berkala tanpa download manual. Cocok buat impor data publik kayak kurs, statistik pemerintah, atau file export terjadwal yang punya link langsung ke file CSV-nya.
IMPORTDATA narik file CSV atau TSV dari URL mana pun di internet. IMPORTRANGE narik rentang sel dari file Google Sheets lain yang kamu punya aksesnya. Pakai IMPORTDATA kalau sumbernya file di web, misalnya link CSV dari situs data publik. Pakai IMPORTRANGE kalau sumbernya spreadsheet Google lain. Keduanya sama-sama update otomatis, tapi jenis sumbernya beda.
Penyebab paling sering: URL-nya bukan link langsung ke file CSV. Kalau linknya ke halaman web biasa atau butuh login, IMPORTDATA gagal. URL harus berakhir mengarah ke file .csv atau .tsv yang bisa diakses publik tanpa password. Cek dengan buka URL itu di browser incognito. Kalau yang muncul teks CSV mentah, berarti linknya benar.
Google Sheets nyegerin fungsi impor kira-kira tiap jam secara otomatis. Kamu gak bisa atur jadinya persis, tapi bisa maksa refresh dengan hapus lalu ketik ulang rumusnya, atau ubah pengaturan recalculation di menu File. Buat data yang jarang berubah, jeda satu jam gak masalah. Buat data yang butuh detik-detikan, IMPORTDATA bukan pilihan yang pas.
Bisa, dan ini kombinasi yang paling berguna. Bungkus IMPORTDATA di dalam QUERY buat filter atau agregasi data yang baru diimpor. Contoh: =QUERY(IMPORTDATA("url"); "select Col1, Col2 where Col3 > 100"). Ini narik CSV dari web lalu langsung saring baris yang kamu mau, tanpa nyimpen data mentahnya di sheet terpisah.
Ringkasnya:
=IMPORTDATA("url") narik file CSV dari web, asal linknya langsung ke filenya.Cari satu link CSV publik, tempel ke =IMPORTDATA() di sheet kosong, dan lihat datanya masuk sendiri. Dari situ kamu bisa bangun laporan yang narik data segar tanpa sentuh keyboard tiap hari.
Mau lihat argumen lengkap dan contoh yang bisa disalin? Cek referensi fungsi IMPORTDATA dan fungsi QUERY di NgulikSheet, plus dokumentasi resmi Google.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
SUMIFS ribet kalau kriterianya banyak dan sering ganti. Rumus database Excel kayak DSUM baca kriteria dari sel terpisah, jadi kamu tinggal ubah tabel kecil tanpa nyentuh rumus.
DATEDIF ngasih umur bulat, tapi kadang kamu butuh angka desimal kayak 27,6 tahun buat hitung masa kerja atau bunga. YEARFRAC ngasih pecahan tahun dengan presisi.
Cara pakai rumus EDATE Excel buat menambah atau mengurangi bulan dari sebuah tanggal. Cocok buat jatuh tempo, tanggal kedaluwarsa, dan jadwal cicilan UMKM.