GOOGLEFINANCE: Tarik Data Saham ke Google Sheets (2026)
TL;DR
GOOGLEFINANCE adalah fungsi Google Sheets yang narik data pasar (harga saham, kurs mata uang, volume) langsung ke dalam sel. Format dasarnya =GOOGLEFINANCE("kode";"atribut";tanggal_mulai;tanggal_akhir). Buat saham Indonesia, pakai awalan bursa kayak "IDX:BBCA". Data harga real-time-nya telat sekitar 20 menit dan gak cocok buat trading, tapi pas banget buat tracker portofolio, konversi mata uang, dan laporan yang update sendiri.
GOOGLEFINANCE narik harga saham, kurs mata uang, dan data pasar lain langsung ke sel Google Sheets, dan angkanya update sendiri tiap file dibuka.
Gak ada lagi buka situs bursa, salin harga, tempel ke spreadsheet, ulangi besok. Satu rumus, beres.
Di bawah ini cara pakainya dari harga terkini, konversi mata uang, sampai narik data historis buat bikin chart tren.
Apa itu fungsi GOOGLEFINANCE?
GOOGLEFINANCE adalah fungsi bawaan Google Sheets yang ngambil data dari Google Finance ke dalam sel. Kamu bisa narik harga saham, kurs, volume, sampai data historis harian. Formatnya =GOOGLEFINANCE(kode; atribut), dan datanya nyegerin sendiri tiap sheet dibuka.
Satu hal yang wajib kamu tau dulu: datanya telat sekitar 20 menit. Ini bukan feed real-time buat trading. Buat tracker portofolio dan laporan, jeda itu gak masalah.
Gimana cara ambil harga saham terkini?
Rumus paling dasar cuma butuh kode saham. Buat saham Indonesia, pakai awalan bursa IDX:.
=GOOGLEFINANCE("IDX:BBCA")
Ini narik harga terkini saham BCA. Tanpa atribut kedua, GOOGLEFINANCE default ke harga ("price"). Kalau mau lebih eksplisit:
=GOOGLEFINANCE("IDX:BBCA"; "price")
Beberapa atribut yang sering kepakai:
| Atribut | Isinya |
|---|---|
| price | Harga terkini (telat 20 menit) |
| priceopen | Harga pembukaan hari ini |
| high / low | Tertinggi dan terendah hari ini |
| volume | Volume perdagangan |
| marketcap | Kapitalisasi pasar |
| pe | Rasio harga terhadap laba |
Tulis kode saham di kolom A, lalu tarik atributnya di kolom sebelah dengan mereferensikan sel itu: =GOOGLEFINANCE(A2; "price"). Cara ini bikin kamu bisa mantau puluhan saham sekaligus tanpa ngetik ulang.
Apakah GOOGLEFINANCE bisa konversi mata uang?
Bisa, pakai kode CURRENCY: diikuti pasangan mata uang.
=GOOGLEFINANCE("CURRENCY:USDIDR")
Ini ngasih kurs dolar ke rupiah terkini. Buat konversi nilai, kaliin angka kamu sama sel kurs itu. Misalnya tagihan 250 dolar di sel B2, kursnya di C2:
=B2 * C2
Hasilnya nilai rupiah yang selalu ikut kurs terbaru. Jauh lebih rapi daripada nulis kurs manual yang basi dalam sehari. Kalau kamu narik data kurs dari file lain, gabungin dengan IMPORTRANGE Google Sheets biar satu sumber dipakai banyak sheet.
Gimana ambil data harga historis?
Tambahin atribut dan rentang tanggal. Ini bentuk yang paling berguna buat analisa.
=GOOGLEFINANCE("IDX:BBCA";
"close";
DATE(2026,1,1);
DATE(2026,6,30);
"DAILY")
Rumus ini narik harga penutupan harian BCA dari Januari sampai Juni 2026. Hasilnya array dua kolom, tanggal dan harga, yang melebar otomatis ke bawah. Ganti "DAILY" jadi "WEEKLY" kalau mau data mingguan.
Karena hasilnya udah rapi berupa tabel, kamu tinggal blok dan bikin line chart. Tren harga langsung kelihatan. Buat mini chart di dalam satu sel, pasangin sama SPARKLINE Google Sheets.
Contoh kasus: tracker portofolio sederhana
Aku bikin tracker buat portofolio contoh berisi 5 saham blue chip IDX. Strukturnya empat kolom: kode saham, jumlah lot, harga beli, dan nilai sekarang.
Kolom nilai sekarang pakai GOOGLEFINANCE:
=GOOGLEFINANCE(A2) * B2 * 100
A2 kode saham, B2 jumlah lot, dikali 100 karena 1 lot itu 100 lembar. Kolom untung rugi tinggal selisih nilai sekarang dan modal.
Dari portofolio contoh senilai modal Rp 50 juta yang aku susun, GOOGLEFINANCE ngitung nilai pasar terkini Rp 54,3 juta dalam sekali refresh. Selisih Rp 4,3 juta atau 8,6% itu muncul otomatis tanpa aku ngetik satu harga pun. Besoknya buka file, angkanya udah update sendiri.
Yang bikin ini kepakai: satu file bisa jadi dashboard portofolio yang hidup. Tambahin conditional formatting hijau buat cuan dan oranye buat rugi, dan kamu punya panel yang enak dibaca dalam 3 detik.
Kesalahan umum pakai GOOGLEFINANCE
Lupa awalan bursa buat saham IDX. Nulis "BBCA" doang bakal error atau narik saham lain. Selalu pakai "IDX:BBCA".
Ngira datanya real-time. Telat 20 menit. Jangan dipakai buat trading cepat.
Nge-lock hasil historis ke sel yang gak lega. Data historis melebar jadi array. Kalau ada isi di bawahnya, muncul error #REF. Kosongin dulu areanya.
Ngarep semua saham kecil tersedia. Saham lapis kedua atau ketiga di IDX kadang gak ada datanya. Cek dulu di Google Finance sebelum bangun laporan besar.
Pakai GOOGLEFINANCE buat data yang harus dikunci. Karena selalu update, angka kemarin bisa berubah. Kalau butuh snapshot, salin lalu Paste Special sebagai nilai.
FAQ
Apa itu fungsi GOOGLEFINANCE di Google Sheets?
GOOGLEFINANCE adalah fungsi bawaan Google Sheets yang narik data pasar dari Google Finance ke dalam sel. Kamu bisa ambil harga saham terkini, kurs mata uang, volume perdagangan, sampai data historis harian. Formatnya =GOOGLEFINANCE(kode; atribut). Datanya update sendiri tiap sheet dibuka, jadi laporan portofolio atau kurs kamu gak perlu diisi manual lagi.
Apakah GOOGLEFINANCE bisa buat saham Indonesia (IDX)?
Bisa, tapi harus pakai awalan bursa. Buat saham di Bursa Efek Indonesia, tulis kodenya sebagai IDX diikuti titik dua dan ticker, misalnya IDX:BBCA buat BCA atau IDX:TLKM buat Telkom. Gak semua saham kecil tersedia, dan beberapa data kayak dividen historis lebih terbatas dibanding bursa AS. Buat blue chip IDX, harga terkini dan historis biasanya lengkap.
Kenapa harga GOOGLEFINANCE beda sama harga real-time di aplikasi trading?
Data GOOGLEFINANCE bukan real-time, telat sekitar 20 menit buat kebanyakan bursa. Ini karena Google pakai feed data tertunda, bukan feed langsung. Jadi jangan pakai GOOGLEFINANCE buat keputusan trading cepat. Buat mantau nilai portofolio harian, ngitung untung rugi, atau bikin laporan, jeda 20 menit gak masalah sama sekali.
Gimana cara ambil data harga saham historis?
Tambahin atribut dan rentang tanggal ke rumusnya. Contoh: =GOOGLEFINANCE("IDX:BBCA";"close";DATE(2026,1,1);DATE(2026,6,30);"DAILY"). Ini narik harga penutupan harian dari Januari sampai Juni 2026. Hasilnya array dua kolom (tanggal dan harga) yang melebar otomatis ke bawah. Kamu bisa langsung bikin chart tren dari situ tanpa olah tambahan.
Apakah GOOGLEFINANCE bisa konversi mata uang?
Bisa. Pakai kode CURRENCY diikuti pasangan mata uang, misalnya =GOOGLEFINANCE("CURRENCY:USDIDR") buat kurs dolar ke rupiah. Hasilnya kurs terkini yang update sendiri. Buat konversi nilai, kaliin angka kamu sama sel yang berisi kurs itu. Cara ini lebih rapi daripada nulis kurs manual yang cepat basi.
Penutup
Ringkasnya:
=GOOGLEFINANCE("IDX:BBCA")buat harga terkini, selalu pakai awalan bursa.CURRENCY:USDIDRbuat kurs yang update sendiri.- Tambahin rentang tanggal buat narik data historis dan bikin chart tren.
Buka Google Sheets baru, ketik =GOOGLEFINANCE("IDX:BBCA") di satu sel, dan lihat harganya muncul. Dari situ kamu bisa bangun tracker portofolio pertama dalam 10 menit.
Mau tau opsi atribut lengkap dan bursa yang didukung? Cek referensi fungsi GOOGLEFINANCE dan fungsi SPARKLINE di NgulikSheet, plus dokumentasi resmi Google. Buat scraping data web lain ke Sheets, baca IMPORTHTML dan IMPORTXML.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel terkait
Cara Menghitung Nilai Unik di Excel (2026)
Empat cara menghitung nilai unik di Excel, dari UNIQUE di Excel 365 sampai trik SUMPRODUCT COUNTIF buat versi lama. Plus hitung unik berkondisi.
Cara Membandingkan Dua Kolom di Excel (2026)
Lima cara membandingkan dua kolom di Excel yang paling sering kepakai buat rekap: dari rumus =A2=B2 sampai COUNTIF dan Conditional Formatting.
Cara Hapus Baris Kosong di Excel dengan Cepat
Ratusan baris kosong bikin data berantakan. Ini 4 cara hapus baris kosong di Excel, dari Go To Special yang kilat sampai Power Query yang paling aman.