TL;DR
Fungsi FILTER di Google Sheets nampilin cuma baris yang memenuhi kondisi tertentu, dengan sintaks =FILTER(range; kondisi1; [kondisi2]). Hasilnya dinamis, jadi tiap ada data baru masuk, tabel hasil filter ikut update tanpa perlu klik apa-apa. Bedanya dengan menu Data > Create a filter: FILTER bikin tabel baru di sel lain, sementara menu filter cuma nyembunyiin baris di tabel asli.
Fungsi FILTER di Google Sheets nampilin cuma baris yang memenuhi kondisimu, dan hasilnya ikut berubah otomatis tiap data sumbernya diupdate.
Kalau selama ini kamu masih copy-paste manual tiap mau lihat penjualan cabang tertentu, FILTER bakal ngehapus langkah itu sepenuhnya.
FILTER adalah fungsi yang ngembaliin baris dari sebuah range yang memenuhi satu atau lebih kondisi. Hasilnya berupa tabel baru yang tumpah otomatis ke sel-sel di bawah dan sampingnya.
Sintaks dasarnya:
=FILTER(range; kondisi1; [kondisi2]; ...)
Tiga hal yang perlu kamu pegang:
range adalah area data yang mau disaring.kondisi1 harus punya tinggi baris yang sama persis dengan range-nya.Catatan pemisah argumen: kalau lokasi spreadsheet kamu Indonesia, pemisahnya titik koma. Kalau US, pemisahnya koma. Cek di File > Settings kalau rumusmu ditolak terus.
Anggap kamu punya data penjualan di kolom A sampai D:
Buat narik semua transaksi cabang Jakarta:
=FILTER(A2:D100; B2:B100="Jakarta")
Taruh rumus ini di sel kosong, misalnya F2. Hasilnya langsung tumpah ke bawah, lengkap 4 kolom.
Tambah satu transaksi Jakarta baru di baris 47? Tabel hasilnya nambah sendiri. Nggak perlu klik refresh apa pun.
Tinggal tambah argumen kondisi berikutnya. Google Sheets bakal ngegabungin dengan logika AND, artinya semua kondisi harus terpenuhi.
=FILTER(A2:D100; B2:B100="Jakarta"; D2:D100>500000)
Rumus itu cuma nampilin transaksi Jakarta yang nilainya di atas Rp500.000.
Buat logika OR, caranya beda. Kondisinya digabung dalam satu argumen pakai tanda plus:
=FILTER(A2:D100; (B2:B100="Jakarta") + (B2:B100="Bandung"))
Cara bacanya: tanda plus artinya "salah satu benar aja udah cukup". Kalau kamu mau AND versi eksplisit, ganti plus jadi tanda bintang.
Kombinasi dua-duanya juga bisa:
=FILTER(A2:D100; (B2:B100="Jakarta") + (B2:B100="Bandung"); D2:D100>300000)
Artinya: cabang Jakarta atau Bandung, DAN nilainya di atas 300 ribu.
Tanggal di Google Sheets itu angka di balik layar, jadi kamu bisa bandingin pakai operator biasa. Bungkus tanggalnya pakai fungsi DATE biar nggak salah baca format.
=FILTER(A2:D100; A2:A100>=DATE(2026;1;1); A2:A100<=DATE(2026;3;31))
Ini narik semua transaksi kuartal pertama 2026.
Buat rentang yang bergerak, misalnya 30 hari terakhir, pakai TODAY:
=FILTER(A2:D100; A2:A100>=TODAY()-30)
Rumus ini bikin laporan yang selalu nunjukin sebulan terakhir tanpa kamu ubah apa-apa. Cocok banget buat sheet monitoring harian.
FILTER makin berguna kalau dibungkus fungsi lain. Ini tiga kombinasi yang paling sering aku pakai.
FILTER + SORT, buat langsung urutin hasilnya:
=SORT(FILTER(A2:D100; B2:B100="Jakarta"); 4; FALSE)
Angka 4 artinya urutin berdasarkan kolom keempat hasil filter (Total). FALSE artinya dari besar ke kecil.
FILTER + UNIQUE, buat ambil daftar nilai tanpa duplikat:
=UNIQUE(FILTER(C2:C100; B2:B100="Jakarta"))
Hasilnya daftar produk unik yang pernah kejual di Jakarta.
FILTER + SUM, buat hitung total dari hasil saringan:
=SUM(FILTER(D2:D100; B2:B100="Jakarta"; D2:D100>500000))
Yang terakhir ini sebenernya bisa juga pakai SUMIFS. Bedanya, FILTER lebih fleksibel kalau kondisimu mulai rumit.
Ini trik yang bikin sheet kamu berasa kayak dashboard beneran.
=FILTER(A2:D100; B2:B100=F1)
Sekarang tiap kamu ganti pilihan di dropdown, tabelnya berubah. Nggak perlu ngedit rumus sama sekali.
Mau dropdown-nya bisa dikosongin buat nampilin semua data? Pakai versi ini:
=FILTER(A2:D100; (B2:B100=F1) + (F1=""))
Kalau F1 kosong, kondisi kedua bernilai benar buat semua baris, jadi semua data muncul.
Dataset toko_berkah punya 18.400 transaksi dari 6 cabang UMKM retail sepanjang 2025. Aku pakai buat ngajarin murid gimana FILTER dipakai buat investigasi, bukan cuma nampilin data.
Pertanyaannya: transaksi mana yang nilainya nggak wajar rendah tapi item-nya banyak?
Kolom D total belanja, kolom E jumlah item. Rumus itu narik transaksi yang isinya 5 barang atau lebih tapi totalnya di bawah Rp50.000, lalu urutin dari yang paling kecil.
Hasilnya 312 baris. Yang menarik, 187 di antaranya dari satu cabang: Depok.
Rata-rata harga per item di baris-baris itu Rp7.400. Padahal harga termurah di katalog Rp12.000.
Ketemu penyebabnya: kasir cabang Depok salah input, ngetik jumlah item di kolom harga satuan. Kalau nggak dicek, laporan margin cabang itu bakal ngaco terus.
Range kondisi beda tinggi sama range data. Kalau data kamu A2:D100 tapi kondisinya B2:B99, rumusnya langsung error. Tinggi barisnya harus sama persis.
Naruh rumus di area yang udah ada isinya. FILTER butuh ruang kosong buat numpahin hasilnya. Kalau ada isi di bawahnya, muncul #REF!. Kosongin dulu areanya.
Kondisi teks nggak persis sama. "Jakarta" dan "jakarta " (dengan spasi di belakang) dianggap beda. Bersihin data sumber pakai TRIM dulu kalau datanya hasil impor.
Ngeharap #N/A itu bug. #N/A dari FILTER artinya nggak ada baris yang cocok. Bungkus pakai IFNA biar tampilannya lebih ramah:
=IFNA(FILTER(A2:D100; B2:B100=F1); "Belum ada transaksi buat cabang ini")
Pakai FILTER di data raksasa terus heran kok lemot. Di atas 50.000 baris, FILTER mulai berat, apalagi kalau ditumpuk sama SORT dan UNIQUE. Buat data segitu, pindahin ke database dan pakai WHERE di SQL.
Aturan praktisnya: FILTER kalau kamu cuma mau nyaring baris. QUERY kalau kamu juga mau ngelompokin dan ngitung.
Dokumentasi resmi lengkapnya ada di halaman bantuan Google Sheets untuk FILTER.
Menu Create a filter cuma nyembunyiin baris di tabel aslinya, dan settingnya kelihatan oleh semua orang yang buka file itu. Fungsi FILTER bikin tabel hasil baru di sel lain tanpa ngutak-atik data sumber. Buat dashboard yang perlu tampil terus, pakai fungsi FILTER.
Artinya nggak ada satu baris pun yang cocok sama kondisimu. Ini bukan bug. Bungkus rumusnya pakai IFNA biar keluar teks yang lebih ramah. Cek juga apakah teks kondisimu typo atau ada spasi ekstra di data sumber.
Bisa. Tulis kondisi kedua sebagai argumen berikutnya, dan Google Sheets nerapin logika AND. Kalau kamu butuh logika OR, gabungin kondisinya pakai tanda plus di dalam satu argumen.
Bisa, tinggal sebut nama sheet-nya di depan range. Kalau datanya ada di file Google Sheets yang beda, bungkus dulu pakai IMPORTRANGE, baru hasilnya kamu FILTER. Range di semua argumen harus sama tingginya atau rumusnya error.
Area tempat hasil FILTER mau tumpah ternyata udah ada isinya. FILTER butuh ruang kosong ke bawah dan ke samping. Hapus atau geser isi sel di bawah rumusnya, dan hasilnya bakal langsung muncul.
FILTER nyaring baris dan hasilnya update sendiri, kondisinya bisa ditumpuk pakai AND lewat argumen terpisah atau OR lewat tanda plus, dan #N/A itu bukan error tapi cara Sheets bilang hasilnya kosong.
Coba langsung di sheet kamu sekarang. Ambil satu tabel yang biasa kamu copy-paste manual, ganti sama satu rumus FILTER.
Kalau kamu mau lanjut ke level berikutnya, baca cara bikin mini chart di dalam sel pakai SPARKLINE, pasangan yang pas buat tabel hasil FILTER kamu.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Cara pakai rumus FV dan PV Excel buat hitung nilai uang di masa depan dan sekarang. Lengkap dengan contoh tabungan dan target modal UMKM.
Investasi kelihatan untung di atas kertas, tapi nilai uang berubah tiap tahun. NPV dan IRR Excel bantu kamu nilai apakah proyek beneran layak, bukan cuma kelihatan untung.
Sebelum ambil pinjaman, kamu bisa hitung sendiri cicilan bulanannya pakai satu rumus. Ini cara PMT Excel bekerja, lengkap dengan contoh modal usaha dan jebakan bunga tahunan.