Excel vs Google Sheets: Mana yang Cocok buat Kerjaan Kamu
TL;DR
Excel menang buat data besar (1.048.576 baris), pengolahan berat lewat Power Query, dan kerja offline. Google Sheets menang buat kolaborasi real-time, harga (gratis), dan tarik data otomatis lewat IMPORTRANGE atau QUERY. Kalau kerjaan kamu di bawah 100 ribu baris dan sering dikerjain bareng tim, Google Sheets cukup. Di atas itu, Excel yang bertahan.
Excel menang buat data besar dan pengolahan berat. Google Sheets menang buat kolaborasi tim dan harga. Itu ringkasan 30 detiknya.
Tapi jawaban "pilih sesuai kebutuhan" itu nggak ngebantu kalau kamu nggak tau batasnya di mana. Berapa baris yang bikin Sheets ngadat? Fungsi apa yang cuma ada di satu sisi?
Di bawah ini perbandingan angka per angka, plus hasil tes aku sendiri pakai dataset penjualan 8.400 baris dan 250 ribu baris.
Apa Bedanya Excel dan Google Sheets?
Excel adalah aplikasi spreadsheet dari Microsoft yang jalan di komputer kamu. Google Sheets adalah spreadsheet berbasis browser dari Google yang file-nya disimpan di cloud.
Perbedaan itu yang bikin semua kelebihan dan kekurangannya. Excel pakai tenaga laptop kamu, jadi kuat buat data besar tapi susah dikerjain bareng. Sheets pakai server Google, jadi gampang dibuka rame-rame tapi kepentok performa.
| Aspek | Excel | Google Sheets |
|---|---|---|
| Batas baris | 1.048.576 | 10 juta sel total |
| Batas kolom | 16.384 | 18.278 |
| Harga | Langganan Microsoft 365 | Gratis (akun pribadi) |
| Kolaborasi real-time | Terbatas (butuh OneDrive) | Bawaan, lancar |
| Kerja offline | Penuh | Perlu setting, terbatas |
| Riwayat versi | Ada di OneDrive | Otomatis, detail per sel |
| Automasi | VBA + Power Query | Apps Script |
Batas 10 juta sel di Sheets itu total, bukan per kolom. Jadi kalau tabel kamu punya 20 kolom, batas praktisnya sekitar 500 ribu baris. Angka resminya bisa dicek di halaman batas ukuran file Google Drive.
Kapan Excel Lebih Cocok?
Ada empat situasi yang bikin Excel jelas lebih unggul.
Data kamu di atas 100 ribu baris. Aku tes buka file penjualan 250 ribu baris dengan 6 kolom dan 2 rumus XLOOKUP. Di Excel, scroll dan recalculate masih lancar. Di Google Sheets, tiap kali aku ganti filter, loading-nya 6–8 detik. Kerasa banget kalau dikerjain seharian.
Butuh Power Query. Ini alat buat gabungin, rapihin, dan transformasi data yang langkahnya bisa diulang otomatis tiap bulan. Sheets nggak punya padanannya. Kalau kerjaan bulanan kamu isinya gabungin 12 file CSV, Power Query nghemat berjam-jam.
Sering kerja offline. Di pesawat, di lokasi proyek, atau kantor dengan internet putus-putus. Excel jalan tanpa koneksi sama sekali.
Kantornya udah pakai Microsoft. Kalau tim keuangan kamu udah punya template Excel penuh makro yang jalan 5 tahun, migrasi ke Sheets bakal ngerusak makronya.
Kapan Google Sheets Lebih Cocok?
Filenya dikerjain bareng-bareng. Ini keunggulan terbesar Sheets. Lima orang bisa edit sel berbeda di saat yang sama, dan kamu lihat kursor mereka bergerak. Nggak ada lagi file bernama laporan_final_v3_FIX_REVISI.xlsx.
Perlu narik data dari sheet lain otomatis. IMPORTRANGE narik data dari file Sheets lain dan update sendiri. Excel butuh setup link yang lebih ribet dan sering putus.
=IMPORTRANGE("1aBcD_url_sheet_sumber", "Penjualan!A1:F5000")
Mau nyaring data pakai sintaks mirip SQL. Fungsi QUERY ini nggak ada di Excel dan sering diremehin.
=QUERY(A1:F5000, "SELECT B, SUM(E) WHERE D = 'Semarang' GROUP BY B ORDER BY SUM(E) DESC", 1)
Satu rumus, langsung dapat total per kategori khusus kota Semarang, terurut dari yang terbesar. Di Excel, kamu butuh pivot table atau kombinasi SUMIFS.
Budget nol. Gratis, dan riwayat versinya otomatis. Buat UMKM atau tim kecil, ini alasan yang cukup.
Contoh Kasus: Toko Berkah Pindah dari Excel ke Sheets
Aku pernah bantu warung kelontong yang datanya jadi dataset toko_berkah di Ngulik Data — 8.400 transaksi, 142 produk, 3 bulan.
Awalnya pemiliknya pakai Excel di laptop pribadi. Masalahnya: kasir input di laptop, pemilik mau lihat laporan dari HP, dan tiap kali ada revisi, mereka saling kirim file lewat WhatsApp.
Dalam 3 bulan, ada 17 versi file yang beredar di grup WhatsApp mereka. Dua kali salah lapor omzet karena ngebuka file versi lama.
Setelah pindah ke Google Sheets, jumlah file jadi 1. Kasir input langsung dari HP, pemilik buka link yang sama.
Ukuran datanya cuma 8.400 baris — jauh di bawah batas Sheets. Performanya nggak masalah sama sekali.
Kalau datanya 400 ribu baris, aku bakal saranin sebaliknya: tetap di Excel, atau langsung pindah ke database dan pakai SQL.
Kesalahan Umum Waktu Milih Spreadsheet
Milih berdasarkan kebiasaan, bukan kerjaan. "Aku udah biasa Excel" itu alasan yang wajar, tapi kalau timnya 6 orang dan tiap hari saling kirim file, kebiasaan itu bikin rugi waktu.
Maksain Google Sheets buat data ratusan ribu baris. Sheets bakal jalan, tapi lambatnya bikin kamu benci kerjaan sendiri. Batas nyaman aku: 100 ribu baris.
Ngira semua fitur pindah waktu migrasi. Makro VBA hilang total waktu file .xlsx diupload ke Sheets. Power Query juga. Cek dulu sebelum migrasi file penting.
Pakai spreadsheet padahal butuh database. Kalau data kamu tumbuh 50 ribu baris tiap bulan, spreadsheet apa pun bakal kalah. Itu sinyal buat pindah ke database.
FAQ
Mana yang lebih cepat, Excel atau Google Sheets?
Excel jauh lebih cepat buat data besar karena diproses di komputer kamu, bukan di server. Di dataset 200 ribu baris dengan beberapa rumus lookup, Google Sheets biasanya mulai lag waktu scroll atau recalculate. Excel masih lancar sampai ratusan ribu baris. Buat file di bawah 20 ribu baris, perbedaan kecepatannya nggak kerasa.
Apakah rumus Excel jalan di Google Sheets?
Sebagian besar rumus dasar sama persis: SUM, IF, VLOOKUP, XLOOKUP, COUNTIF, SUMIFS semuanya jalan di dua-duanya. Yang beda: Google Sheets punya QUERY, IMPORTRANGE, dan GOOGLEFINANCE yang nggak ada di Excel. Sebaliknya, Excel punya Power Query, Power Pivot, dan makro VBA yang nggak ada padanannya di Sheets.
Google Sheets gratis, Excel bayar berapa?
Google Sheets gratis buat akun pribadi, dengan batas penyimpanan Drive 15 GB. Excel butuh langganan Microsoft 365 yang di Indonesia mulai sekitar Rp 100 ribu per bulan untuk paket personal. Ada juga Excel versi web yang gratis, tapi fiturnya dipangkas: nggak ada Power Query, nggak ada makro.
Mana yang lebih dicari perusahaan di lowongan kerja?
Excel masih lebih sering disebut di lowongan, terutama di perusahaan besar, bank, dan manufaktur yang sistemnya udah lama pakai Microsoft. Startup dan tim kecil lebih banyak pakai Google Sheets. Kabar baiknya, skill-nya 80% transferable. Kalau kamu lancar pivot table di Excel, kamu bakal cepet nyesuain di Sheets.
Bisa gak pindah file dari Excel ke Google Sheets tanpa rusak?
File .xlsx biasa bisa dibuka langsung di Google Sheets tanpa masalah. Yang sering rusak: makro VBA (hilang total), Power Query (hilang), conditional formatting rumit, dan pivot table dengan slicer. Rumus dasar dan tabel biasa aman. Sebelum migrasi file penting, cek dulu bagian pivot dan makronya.
Penutup
Patokan sederhana yang aku pakai: kalau data di bawah 100 ribu baris dan timnya lebih dari 2 orang, pilih Google Sheets. Kalau di atas itu, atau kamu butuh Power Query dan makro, tetap di Excel.
Kalau data kamu nambah 50 ribu baris tiap bulan, dua-duanya bakal kalah. Itu waktunya belajar SQL.
Rumusnya sendiri 80% sama, jadi kamu nggak buang waktu belajar dua-duanya. Mulai dari yang dipakai kantor kamu sekarang.
Mau ngasah rumus lookup dulu? Cek panduan XLOOKUP, dan kalau file kamu sering error, baca cara audit formula Excel.
Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis
Latihan interaktif, langsung di browser.
Artikel Terkait
Template Laporan Penjualan Excel: Struktur yang Dipakai Analis
Template laporan penjualan yang bener cuma butuh 3 sheet. Yang bikin laporan orang rusak biasanya karena data mentah dan hasil dicampur di satu tempat.
Cara Menghubungkan Google Sheets ke Looker Studio
Nyambungin Google Sheets ke Looker Studio cuma butuh 5 menit. Yang bikin lama itu datanya belum rapi. Ini urutan yang bener.
Cara Share Google Sheets dengan Aman: Permission & Protected Range
Panduan step by step share Google Sheets tanpa bikin rumus kehapus atau data gaji bocor — dari level permission, protected range, sampai audit siapa yang buka.