Cara Bikin Rumus Excel Pakai AI (dan Cek Hasilnya)
Blog/AI untuk Analis/Cara Bikin Rumus Excel Pakai AI (dan Cek Hasilnya)

Cara Bikin Rumus Excel Pakai AI (dan Cek Hasilnya)

BimaBima
·10 Mei 2026·10 menit baca

Penulis

Bima

Bima

Founder & Data Professional

Bagikan

TL;DR

AI kayak ChatGPT atau Claude bisa nulis rumus Excel kalau kamu kasih tiga hal: struktur kolom lengkap dengan huruf kolomnya, hasil yang kamu mau, dan versi Excel yang kamu pakai. Tapi AI sering ngarang fungsi yang nggak ada atau salah urutan argumen, jadi selalu tes rumusnya di 3 baris data yang kamu tau jawabannya sebelum dipakai ke seluruh sheet.

AI bisa nulis rumus Excel yang bener dalam 10 detik — asal kamu kasih tiga informasi: struktur kolom kamu, hasil yang kamu mau, dan versi Excel yang kamu pakai.

Kalau salah satu ketinggalan, AI bakal nebak. Dan tebakan AI kadang berupa fungsi yang nggak ada di Excel mana pun.

Aku pernah dikasih rumus =SUMPRODUCTIF() oleh AI. Fungsi itu nggak pernah ada. Tapi dia ditulis dengan percaya diri yang total.

Kenapa prompt "bikinin rumus" doang selalu gagal?

Coba lihat prompt yang paling sering orang tulis:

"Bikinin rumus Excel buat jumlahin penjualan bulan ini."

AI nggak tau: penjualan ada di kolom mana, tanggal ada di kolom mana, formatnya teks atau date, kamu pakai Excel versi berapa, dan "bulan ini" itu dinamis atau tetap.

Dia bakal ngasih rumus yang kelihatan pinter tapi nggak jalan di file kamu.

Template prompt yang beneran jalan

Pakai struktur ini. Aku pakai ini tiap hari.

Aku pakai Excel 365 (formula dinamis tersedia).

Struktur data di Sheet1:
- A: tanggal (format date)
- B: kode_toko (teks, misal TB-01)
- C: kategori (teks)
- D: qty (angka)
- E: total_harga (angka)
Data mulai baris 2 sampai baris 5000.

Yang aku mau:
Di sel H2, hitung total kolom E untuk baris yang kode_toko-nya
sama dengan nilai di G2, DAN tanggalnya di bulan Mei 2026.

Kasih 1 rumus aja, plus penjelasan singkat tiap argumen.
Jangan pakai fungsi yang nggak ada di Excel.

Empat bagian yang wajib ada:

  1. Versi Excel. Ini yang paling sering ketinggalan. XLOOKUP dan TEXTSPLIT nggak jalan di Excel 2016.
  2. Huruf kolom, bukan cuma nama kolom. Tulis "E: total_harga", bukan "aku punya kolom total harga".
  3. Sel tujuannya di mana. Ini nentuin referensi absolut vs relatif.
  4. Larangan eksplisit ngarang fungsi. Kedengeran konyol, tapi ini nurunin halusinasi cukup jauh.

Hasil dari prompt di atas:

=SUMIFS($E$2:$E$5000, $B$2:$B$5000, $G2,
        $A$2:$A$5000, ">="&DATE(2026,5,1),
        $A$2:$A$5000, "<="&DATE(2026,5,31))

Ini rumus SUMIFS yang bener. Perhatiin dollar sign-nya — range dikunci, kriteria di G2 nggak. Jadi bisa ditarik ke bawah.

Cara ngecek rumus dari AI sebelum dipakai

Ini bagian yang orang skip, dan ini juga bagian yang paling penting.

Aturannya sederhana: tes di 3 baris yang kamu udah tau jawabannya.

Baris 1: kasus normal

Ambil satu baris biasa. Hitung manual pakai kalkulator. Bandingin.

Baris 2: kasus kosong atau nol

Apa yang terjadi kalau qty-nya 0? Atau selnya kosong? Rumus pembagian bakal ngasih #DIV/0!. Rumus lookup bakal ngasih #N/A.

AI sering lupa bungkus rumusnya dengan IFERROR.

Baris 3: edge case

Nilai duplikat. Tanggal di batas bulan. Teks yang ada spasi di belakang. Ini yang bakal bikin rumus kamu ngaco di produksi.

Kalau tiga-tiganya cocok, baru tarik ke 5.000 baris.

Lima menit ngecek jauh lebih murah dari laporan salah yang udah nyampe di inbox bos.

Contoh kasus: rekap komisi toko_berkah

Toko_berkah punya 4 cabang dan skema komisi sales yang bertingkat:

  • Omzet di bawah 50 juta: komisi 2%
  • 50-100 juta: komisi 3,5%
  • Di atas 100 juta: komisi 5%

Prompt yang aku pakai:

Excel 365. Kolom C berisi omzet bulanan (angka, rupiah).
Di kolom D, hitung komisi dengan aturan bertingkat:
- omzet < 50.000.000  -> 2%
- 50.000.000 s/d 100.000.000 -> 3,5%
- > 100.000.000 -> 5%
Persentase dikali seluruh omzet, bukan bertingkat per lapis.
Data mulai baris 2.

AI ngasih dua opsi. Yang pertama pakai IF bertingkat:

=C2 * IF(C2>100000000, 0.05, IF(C2>=50000000, 0.035, 0.02))

Yang kedua pakai IFS, lebih kebaca:

=C2 * IFS(C2>100000000, 0.05, C2>=50000000, 0.035, TRUE, 0.02)

Sekarang tesnya. Aku pakai 3 baris:

OmzetKomisi seharusnyaHasil rumusCocok?
32.000.000640.000640.000Ya
50.000.0001.750.0001.750.000Ya
100.000.0003.500.0003.500.000Ya

Baris kedua dan ketiga itu yang penting — nilai tepat di batas. Kalau AI salah nulis > jadi >=, angka 50 juta bakal masuk lapis yang salah dan komisinya beda 750 ribu.

Beda 750 ribu per sales per bulan. Dikali 12 sales, dikali 12 bulan. Itu 108 juta yang salah gara-gara satu tanda lebih besar.

Kesalahan yang paling sering dikarang AI

MasalahContohCara hindarin
Fungsi yang nggak adaSUMPRODUCTIF, COUNTUNIQUETulis "jangan pakai fungsi yang nggak ada di Excel" di prompt
Fungsi versi baruXLOOKUP, TEXTSPLIT, LETSebutin versi Excel kamu
Urutan argumen kebalikSUMIF vs SUMIFS beda urutanMinta AI jelasin tiap argumen
Referensi nggak dikunciRumus ngaco pas ditarik ke bawahSebutin sel tujuannya di mana
Separator argumen salahKoma vs titik komaSebutin lokasi Excel kamu (Indonesia sering pakai titik koma)

Yang terakhir sering bikin frustrasi. Kalau Excel kamu pakai regional setting Indonesia, separator argumennya titik koma, bukan koma. Rumus =SUM(A1,A2) jadi =SUM(A1;A2).

Tulis di prompt: "Excel-ku pakai separator titik koma." Selesai.

Yang nggak boleh kamu paste ke AI

AI cuma butuh tau struktur data kamu, bukan isi-nya.

Jangan paste:

  • Nama dan nomor HP pelanggan
  • Data gaji karyawan
  • Angka keuangan yang belum publik
  • Data pasien, NIK, atau nomor rekening

Ganti aja jadi dummy. "Pelanggan A", "100000", "TB-01". AI tetap bisa nulis rumus yang bener — dia nggak peduli isi selnya siapa.

Banyak perusahaan udah punya aturan soal ini, dan pelanggarannya bisa berujung sanksi. Nggak sepadan buat ngirit 2 menit.

Masih perlu belajar rumus Excel?

Perlu, dan alasannya praktis: kamu yang tanda tangan laporannya, bukan AI.

Kalau angka komisi salah dan sales protes, kamu nggak bisa bilang "ChatGPT yang nulis rumusnya."

Kamu nggak perlu hafal 400 fungsi. Tapi kamu harus ngerti cara kerja fungsi yang kamu pakai — cukup buat nyadar kalau hasilnya aneh.

Rumus yang paling sering kepakai buat kerjaan harian ada di SUMIFS, IF, dan glossary VLOOKUP. Kuasain tiga itu dulu.

Microsoft juga punya daftar lengkap fungsi Excel di dokumentasi resminya. Kalau AI ngasih fungsi yang nggak ada di daftar itu, dia lagi ngarang.

FAQ

AI mana yang paling bagus buat bikin rumus Excel?

Buat rumus sehari-hari kayak SUMIFS, XLOOKUP, atau IF bertingkat, ChatGPT dan Claude sama-sama jago. Copilot yang nempel di Excel 365 lebih praktis karena dia bisa lihat data kamu langsung, tapi butuh langganan. Yang paling ngefek bukan pilihan AI-nya, tapi kualitas prompt kamu.

Kenapa rumus dari AI sering error?

Tiga sebab paling sering. Pertama, AI ngarang fungsi yang nggak ada di Excel. Kedua, AI ngasih rumus versi Excel 365 kayak XLOOKUP padahal kamu pakai Excel 2016. Ketiga, AI nebak struktur kolom kamu karena kamu nggak nyebutin huruf kolomnya. Sebutin versi Excel dan huruf kolom di prompt, error-nya turun drastis.

Gimana cara ngecek rumus dari AI itu bener?

Tes di 3 baris data yang kamu udah tau jawabannya. Ambil satu baris normal, satu baris kosong atau nol, dan satu baris edge case kayak nilai tepat di batas. Hitung manual dulu, baru bandingin sama hasil rumusnya. Kalau tiga-tiganya cocok, baru tarik rumusnya ke seluruh kolom.

Aman nggak paste data kerjaan ke ChatGPT?

Jangan paste data asli yang isinya nama pelanggan, nomor HP, gaji, atau angka keuangan yang belum publik. Yang perlu AI tau cuma struktur kolomnya, bukan isinya. Ganti aja dengan data dummy: nama jadi Pelanggan A, angka jadi 100.000.

Masih perlu belajar rumus Excel kalau ada AI?

Perlu, soalnya kamu yang tanggung jawab kalau angkanya salah. AI nggak bisa dipanggil ke ruang meeting buat jelasin kenapa laporan kamu ngaco. Kamu nggak perlu hafal semua rumus, tapi kamu harus ngerti cara kerja fungsi yang kamu pakai supaya bisa nyadar kalau outputnya aneh.

Penutup

Tiga hal yang bikin AI beneran berguna buat Excel:

  • Prompt yang nyebut versi Excel, huruf kolom, dan sel tujuan.
  • Tes 3 baris sebelum tarik rumusnya ke seluruh sheet.
  • Data dummy, bukan data asli.

Coba sekarang: ambil satu rumus yang selama ini bikin kamu buntu, tulis prompt-nya pakai template di atas, dan tes di 3 baris.

Mau ngerti rumus yang kamu tempel, bukan cuma copy-paste? Latihan dari dasarnya di NgulikExcel. Dan kalau kamu lagi ngerjain Pivot Table, mampir ke Calculated Field Pivot Table.

Coba Langsung

Mau praktek langsung? Mulai latihan SQL gratis

Latihan interaktif, langsung di browser.

Buka NgulikSQL →
Bagikan:
Bima
Ditulis oleh

Bima

Founder & Data Professional

Founder Ngulik Data. Passionate about making data analysis accessible for everyone.

Artikel Terkait

Python vs Tools AI buat Analis: Masih Perlu Belajar Coding?
AI untuk Analis
12 Juli 2026•7 menit baca

Python vs Tools AI buat Analis: Masih Perlu Belajar Coding?

Tools AI bisa bikin chart dan ringkas data dalam hitungan detik. Jadi Python masih perlu dipelajari analis di 2026? Jawabannya iya — tapi alasannya udah beda dari 3 tahun lalu.

BimaBima
Forecasting Penjualan dengan AI: Realistis atau Overhyped?
AI untuk Analis
9 Juli 2026•9 menit baca

Forecasting Penjualan dengan AI: Realistis atau Overhyped?

Aku tes forecasting AI di data penjualan 4 cabang toko grosir. Hasilnya lebih akurat dari tebakan manual, tapi meleset parah di satu titik yang mahal.

BimaBima
Analisa Sentimen dengan AI: Olah Review Pelanggan Jadi Insight
AI untuk Analis
6 Juli 2026•10 menit baca

Analisa Sentimen dengan AI: Olah Review Pelanggan Jadi Insight

Cara ngolah ribuan review pelanggan jadi insight pakai AI — dari nyusun prompt yang konsisten, ngasih label, sampai ngubah hasilnya jadi rekomendasi yang bisa dieksekusi.

BimaBima
Kembali ke Blog
Ngulik Data logoNgulik Data

Platform edukasi data lengkap untuk professionals Indonesia. Belajar SQL, Data Analysis, dan lebih banyak lagi dengan praktek langsung dan feedback real-time.

Copyright © 2026 - All rights reserved

LINKS
SupportPricingDatasetBlogAffiliates
LEGAL
Terms of servicesPrivacy policy
Ngulik Data
DatasetLeaderboardBlogStore